logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kehamilan

Cephalopelvic Disproportion Atau CPD Adalah Komplikasi Saat Persalinan, Apa Itu?

open-summary

Cephalopelvic disproportion atau CPD adalah kondisi ketika panggul sempit ibu hamil disertai ukuran kepala bayi lebih besar saat melewati panggul. Apa penyebab dan bagaimana penanganannya?


close-summary

31 Agt 2020

| Annisa Amalia Ikhsania

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

CPD adalah kondisi komplikasi yang dapat terjadi saat persalinan normal

Cephalopelvic disproportion atau CPD adalah kondisi ketika panggul sempit ibu hamil disertai ukuran kepala bayi lebih besar saat melewati panggu

Table of Content

  • Apakah benar kondisi panggul sempit pada ibu hamil sulit melahirkan normal?
  • CPD adalah kondisi komplikasi saat persalinan
  • Apa penyebab dan faktor risiko cephalopelvic disproportion?
  • Kenali gejala cephalopelvic disproportion ini
  • Cara mendiagnosis cephalopelvic disproportion
  • Cara penanganan cephalopelvic disproportion
  • Risiko komplikasi cephalopelvic disproportion
  • Bisakah CPD saat melahirkan normal dicegah?

Banyak orang menganggap anatomi panggul perempuan dapat menentukan cara melahirkan. Bagi wanita yang memiliki panggul besar, ia akan lebih mudah melahirkan. Sebaliknya, wanita dengan pinggul kecil (CPD) dianggap sulit saat melahirkan normal. Apalagi jika ukuran tubuh bayi sangat besar. Lantas, benarkah demikian?

Advertisement

Pada dasarnya, kondisi panggul sempit pada ibu hamil saat melahirkan normal ditambah ukuran bayi yang terlalu besar dinamakan cephalopelvic disproportion. Cephalopelvic disproportion atau CPD adalah salah satu jenis komplikasi yang dapat terjadi pada saat persalinan.

Apakah benar kondisi panggul sempit pada ibu hamil sulit melahirkan normal?

Pada dasarnya, ukuran panggul tidak dapat dijadikan patokan kemungkinan adanya masalah saat melahirkan bayi, termasuk sulit melahirkan secara normal.

Jika ukuran panggul sempit pada ibu hamil dan ukuran kepala atau tubuh bayi kecil, kondisi ini mungkin tidak akan menjadi masalah saat Anda ingin melahirkan normal.

Akan tetapi, kalau ukuran panggul sempit pada ibu hamil dan ukuran kepala atau tubuh bayi besar, maka bayi tidak memungkinkan untuk dilahirkan secara normal. Kondisi inilah yang dinamakan cephalopelvic disproportion atau CPD.

Baca juga: Proses Melahirkan Normal: Tahapan, Proses, dan Panduan Melaluinya

CPD adalah kondisi komplikasi saat persalinan

CPD adalah kondisi komplikasi saat persalinan
Cephalopelvic disproportion umum terjadi saat persalinan normal

Cephalopelvic disproportion atau CPD adalah panggul sempit, yang dapat diartikan sebagai suatu kondisi di saat kepala atau tubuh janin terlalu besar dan tidak muat untuk melewati panggul. Ini adalah salah satu jenis komplikasi yang dapat terjadi saat persalinan.

Ini merupakan suatu kondisi yang dapat terjadi ketika ukuran kepala atau tubuh bayi terlalu besar untuk masuk melewati panggul ibu.

Ini artinya, cephalopelvic disproportion atau CPD adalah kondisi ketidakcocokan akibat ukuran kepala bayi yang terlalu besar dibandingkan ukuran rongga panggul ibu hamil. 

Walaupun ukuran panggul ibu hamil dapat memengaruhi proses kelahiran bayi, cephalopelvic disproportion tidak selalu berarti kondisi ukuran panggul sempit ibu hamil saat melahirkan.

Pasalnya, posisi bayi yang tidak tepat menjelang proses persalinan juga menjadi salah satu faktor risiko terjadinya cephalopelvic disproportion.

Kondisi tersebut dapat terjadi karena bayi dalam kandungan mungkin berada dalam posisi yang tidak sesuai saat dilahirkan, seperti menghadap ke perut Anda.

Apa penyebab dan faktor risiko cephalopelvic disproportion?

Penyebab CPD adalah ukuran kepala bayi terlalu besar melewati panggul
Ukuran bayi terlalu besar melewati panggul ibu hamil jadi penyebab panggul sempit

Umumnya, penyebab cephalopelvic disproportion atau CPD adalah kondisi panggul sempit ibu hamil atau ukuran kepala bayi yang terlalu besar.

Namun untuk lebih jelasnya, ada beberapa penyebab dan faktor risiko cephalopelvic disproportion lainnya:

1. Ukuran bayi terlalu besar

Salah satu penyebab cephalopelvic disproportion atau CPD adalah ukuran bayi terlalu besar.

Ukuran bayi terlalu besar dapat disebabkan oleh faktor keturunan, diabetes gestasional atau kondisi lain yang menyebabkan bayi mengalami makrosomia (berat bayi lebih dari 4000-4500 gram), serta hidrosefalus (kondisi ketika cairan pada otak bayi menyebabkan pembengkakan).

Selain itu, ukuran bayi terlalu besar penyebab cephalopelvic disproportion atau CPD adalah kondisi postmaturity (belum melahirkan saat usia kehamilan sudah matang) dan multiparitas (bukan kehamilan yang pertama).

2. Posisi bayi

Selain ukuran bayi terlalu besar, penyebab disproporsi sefalopelvik adalah posisi bayi yang tidak sesuai. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, posisi bayi dalam kandungan bisa saja tidak normal atau bayi sungsang menjelang waktu persalinan.

3. Panggul sempit pada ibu hamil

Ukuran panggul ibu yang cenderung lebih kecil atau sempit, seperti kurang dari 9,5 centimeter, dibandingkan ukuran panggul ibu hamil normal pada umumnya juga menjadi penyebab cephalopelvic disproportion berikutnya.

Begitu pula apabila ibu hamil memiliki bentuk panggul yang tidak normal.

4. Kondisi kesehatan ibu hamil

Penyebab cephalopelvic disproportion atau CPD adalah karena kondisi fisik dan riwayat kesehatan ibu hamil itu sendiri. Misalnya:

  • Ibu hamil bertubuh pendek
  • Ibu hamil di atas usia 35 tahun
  • Usia kehamilan lebih dari 41 minggu
  • Ibu mengalami obesitas saat hamil
  • Pernah menjalani persalinan melalui operasi caesar sebelumnya
  • Terjadi penumpukan air ketuban yang terlalu banyak selama kehamilan (polihidramnion)
  • Riwayat kekurangan kalsium
  • Mengalami rakitis saat masa kanak-kanak
  • Eksostosis panggul, yakni pertumbuhan tulang di panggul
  • Spondylolisthesis, yaitu kondisi di mana tulang belakang berpindah posisi

Kenali gejala cephalopelvic disproportion ini

Panggul sempit dapat terjadi selama proses persalinan yang diikuti dengan beberapa gejala tertentu.

Gejala cephalopelvic disproportion atau CPD adalah ketika bayi di dalam kandungan terus menerus berada di posisi yang sama tanpa adanya perubahan.

Padahal, kondisi ibu hamil sudah mengalami kontraksi melahirkan berulang kali. Akibatnya, bayi menjadi sulit melewati panggul Anda sehingga proses melahirkan normal dapat memakan waktu lama.

Meski demikian, gejala cephalopelvic disproportion tersebut bukanlah satu-satunya. Dokter dan tim medis akan mencari tahu berbagai penyebab bayi sulit dilahirkan melalui proses persalinan normal.

Baca juga: 5 Tips Melahirkan Normal Lancar dan Cepat, Tanpa Rasa Sakit

Cara mendiagnosis cephalopelvic disproportion

Panggul sempit bisa melahirkan adalah kondisi komplikasi yang baru dapat didiagnosis dengan jelas saat persalinan normal berlangsung. Maka, kasus ini jarang terlihat apabila persalinan normal belum dimulai.

Namun, ada berbagai pemeriksaan medis yang dapat dilakukan oleh dokter untuk membantu mengetahui ukuran panggul ibu hamil dan kepala bayi.

Beberapa pemeriksaan medis sebagai cara mendiagnosis cephalopelvic disproportion atau CPD pada ibu hamil adalah sebagai berikut:

1. Pelvimeter

Pelvimeter merupakan salah satu pemeriksaan medis sebagai cara mendiagnosis CPD. Pelvimeter adalah pemeriksaan fisik pada panggul untuk mengukur langsung diameter panggul ibu hamil menggunakan tangan.

2. Ultrasonografi (USG)

Pemeriksaan USG secara rutin dapat membantu mengukur panggul ibu dan kepala bayi selama pemeriksaan kehamilan. Ini juga merupakan cara mendiagnosis CPD lainnya. 

3. Magnetic resonance imaging (MRI) panggul

Sesuai namanya, pemeriksaan medis sebagai cara mendiagnosis CPD ini bertujuan untuk mengukur panggul ibu dan posisi bayi dalam kandungan. 

Perlu diingat bahwa cephalopelvic disproportion atau panggul sempit saat lahiran adalah kondisi yang benar-benar dapat terjadi,   sehingga tidak dapat didiagnosis sebelum persalinan.

Jadi, jika selama melakukan pemeriksaan kehamilan dokter kandungan menduga adanya risiko cephalopelvic disproportion, mungkin persalinan normal masih dapat diusahakan.

Akan tetapi, dokter dan tim medis harus siap untuk segera melakukan tindakan operasi caesar apabila melahirkan normal dirasa tidak memungkinkan akibat bayi yang tak kunjung dapat dilahirkan.

Cara penanganan cephalopelvic disproportion

Penanganan cephalopelvic disproportion sebenarnya bisa berbeda-beda atau tergantung pada tingkat keparahan kondisi ibu hamil jelang persalinan tiba.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam Scandinavian Association of Obstetricians and Gynaecologists, CPD adalah kondisi yang membutuhkan tindakan operasi caesar karena dapat berisiko bagi ibu dan bayi yang dilahirkan.

Jika dokter mendiagnosis Anda mengalami cephalopelvic disproportion saat pemeriksaan kehamilan rutin dilakukan, maka penanganan panggul sempit mencangkup perencanaan operasi caesar.

Namun, apabila cephalopelvic disproportion baru terlihat saat persalinan normal berlangsung, maka penanganannya adalah tindakan operasi caesar dengan segera.

Tetap melanjutkan proses persalinan normal ketika ibu hamil didiagnosis cephalopelvic disproportion dapat meningkatkan risiko trauma pada ibu dan cedera permanen pada bayi.  

Selain itu, penanganan lain CPD adalah dengan symphysiotomy atau tindakan pembedahan tulang rawan pada kemaluan.

Risiko komplikasi cephalopelvic disproportion

CPD adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan kesulitan saat proses persalinan berlangsung.

Oleh karena itu, ketika seorang ibu hamil memiliki kondisi CPD tetapi tetap memaksa ingin lahir normal, maka dapat meningkatkan risiko komplikasi saat dan setelah persalinan.

Adapun risiko komplikasi yang mungkin muncul akibat CPD adalah sebagai berikut:

1. Kelebihan sintesis oksitosin

Salah satu risiko komplikasi yang muncul akibat CPD adalah kelebihan sintesis oksitosin.

Pada ibu hamil yang mengalami cephalopelvic disproportion, proses persalinan normal akan sulit dilakukan sehingga membutuhkan waktu lama untuk “mengeluarkan” bayi.

Dokter mungkin memberikan obat cair yang merupakan bentuk dari sintesis oksitosin guna mempercepat persalinan.

Jika pemberian obat cair terlalu berlebihan, maka Anda bisa mengalami kontraksi berlebihan dan kondisi trauma yang berisiko membahayakan kondisi bayi.

2. Persalinan terlalu lama

Proses persalinan yang berlangsung terlalu lama atau persalinan macet karena bayi sulit dilahirkan dapat berisiko membuat bayi kekurangan asupan oksigen.

Kondisi ini dapat menyebabkan bayi mengalami ensefalopati hipoksia-iskemik, cerebral palsy, dan perkembangannya menjadi lambat.

Selain itu, kondisi trauma dari persalinan normal yang dipaksakan dapat meningkatkan risiko perdarahan intrakranial serius atau perdarahan otak pada bayi.

3. Distosia bahu

Berikutnya, risiko komplikasi persalinan akibat panggul sempit adalah distosia bahu. Distosia bahu adalah kondisi di mana salah satu bahu bayi masih berada atau tersangkut di dalam vagina, padahal kepalanya sudah berhasil berada di luar.

4. Prolaps tali pusar

Peningkatan tekanan pada tali pusar atau prolaps tali pusar juga menjadi risiko komplikasi persalinan CPD. Pengaruh ukuran panggul sempit ibu hamil dan sulit melahirkan berisiko membuat bayi terlilit tali pusar sehingga kekurangan oksigen.

Bisakah CPD saat melahirkan normal dicegah?

CPD adalah kondisi yang dapat dicegah dengan olahraga saat hamil
Olahraga saat hamil dapat membantu mencegah kondisi CPD

Cephalopelvic disproportion adalah kondisi yang bisa dicegah oleh ibu hamil jelang proses persalinan normal.

Jika Anda mencurigai diri memiliki panggul sempit serta ukuran janin yang besar, ada beberapa hal yang dapat dilakukan guna membantu proses persalinan menjadi normal, yaitu:

1. Periksakan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan

Melalui pemeriksaan kehamilan rutin ke dokter kandungan, Anda dapat menanyakan apakan kondisi panggul sempit ibu hamil yang dialami dapat memberi peluang untuk melakukan persalinan normal atau tidak.

Pada kesempatan ini, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk membantu mengetahui ukuran panggul ibu hamil dan kepala bayi.

2. Rutin berolahraga

Cara mencegah panggul sempit adalah dengan melakukan olahraga secara rutin. Hal ini sangat penting dilakukan sebelum proses persalinan terjadi.

Sebab, setiap bayi yang dilahirkan tentu memiliki posisinya masing-masing. Ada yang posisinya sudah sangat tepat sehingga memudahkan persalinan, ada pula yang tidak.

Nah, untuk mengatasinya, alangkah baiknya Anda membiasakan diri dengan olahraga saat hamil, seperti rutin jalan kaki atau jongkok. Rutinitas ini tentu akan memudahkan posisi janin sehingga memperlancar proses persalinan.

Baca Juga

  • 11 Jus untuk Ibu Hamil yang Aman dan Menyehatkan
  • 10 Ciri-Ciri Hamil Anak Kembar yang Bisa Dikenali Sejak Trimester Pertama
  • Jarak Kehamilan Setelah Berhubungan Harus Tunggu Berapa Lama?

Jangan buru-buru beranggapan kalau panggul sempit yang dialami ibu hamil tidak dapat membuatnya melahirkan secara normal.

Sebab, cephalopelvic disproportion adalah kondisi yang terbilang jarang terjadi dan hanya dapat didiagnosis saat proses melahirkan normal tiba.

Jika ingin berkonsultasi langsung dengan dokter perihal ibu dan bayi, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

melahirkanhamilkehamilanpersalinanmelahirkan normal

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved