Penjelasan Cephalohematoma, Akumulasi Darah di Kulit Kepala Bayi


Cephalohematoma atau CH adalah akumulasi darah yang terjadi di antara tengkorak dan kulit kepala bayi. Penyebabnya adalah pembuluh darah pecah, yang pada akhirnya terakumulasi pada area di bawah kulit kepala. Umumnya, cephalohematoma adalah kejadian pada saat proses persalinan.

0,0
03 Sep 2021|Azelia Trifiana
Cephalohematoma terjadi di bagian kepala bayiCephalohematoma terjadi di bagian kepala bayi
Cephalohematoma atau CH adalah akumulasi darah yang terjadi di antara tengkorak dan kulit kepala bayi. Penyebabnya adalah pembuluh darah pecah, yang pada akhirnya terakumulasi pada area di bawah kulit kepala. Umumnya, cephalohematoma adalah kejadian pada saat proses persalinan.Sebenarnya kondisi ini bukan hal yang langka. Tak perlu khawatir juga sebab ini tidak berbahaya. Akumulasi darah ini terdapat di atas tengkorak, bukan di bawahnya. Artinya, otak sama sekali tidak terdampak.

Gejala cephalohematoma

Gejala paling terlihat dari kondisi cephalohematoma adalah adanya benjolan lunak dan tak biasa di bagian belakang tengkorak kepala bayi. Tidak ada luka atau lebam di permukaan kulit sekitarnya.Setelah beberapa minggu, benjolan yang semula lunak ini menjadi lebih berat. Sebab, darah sudah mulai mengeras. Barulah kemudian akumulasi darah di antara tengkorak dan kulit kepala bayi ini menghilang dan benjolan pun mengempis.Terkadang, bagian tengah dari cephalohematoma ini lebih cepat mengempis ketimbang pinggirnya. Sehingga, ketika disentuh akan terlihat seperti kawah.Selain benjolan ini, bayi umumnya tidak menunjukkan gejala atau perubahan perilaku lain. Gejala yang muncul lebih bersifat internal, seperti:
  • Anemia atau kekurangan sel darah merah
  • Kulit kekuningan
  • Infeksi

Penyebab cephalohematoma

Cephalohematoma adalah cedera ringan yang paling sering terjadi pada saat proses persalinan. Contohnya ketika ukuran kepala bayi lebih besar ketimbang area di panggul ibu. Ini rentan menimbulkan cephalohematoma. Sebab, bayi bisa menabrak panggul ibu sehingga ada pembuluh darah halus yang pecah.Lebih jauh lagi, penggunaan alat bantu persalinan seperti forcep atau vacuum juga bisa menyebabkan kepala bayi mengalami cedera. Biasanya, alat bantu semacam ini diberikan dalam proses persalinan yang lama dan sulit.Makin lama proses persalinan berlangsung, makin besar kemungkinan bayi mengalami cephalohematoma.

Faktor risiko terjadinya cephalohematoma

Semua bayi bisa mengalami cephalohematoma, namun ada beberapa faktor yang meningkatkan risikonya. Apabila dirangkum, berikut di antaranya:
  • Ibu yang melahirkan terlalu lama
  • Penggunaan alat bantu persalinan
  • Ukuran bayi yang besar
  • Kontraksi rahim lemah
  • Ukuran panggul ibu sempit
  • Kehamilan bayi kembar
  • Konsumsi obat yang membuat kontraksi lemah
  • Posisi bayi tidak optimal dengan kepala di bawah

Cara diagnosis dan penanganan cephalohematoma

Cara menegakkan diagnosis cephalohematoma adalah dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada tubuh bayi. Biasanya, dokter sudah bisa menarik kesimpulan hanya dengan melihat kondisi benjolan.Selain itu, apabila diperlukan dokter mungkin melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan cara:
  • X-ray
  • CT scan
  • MRI
  • Ultrasound
Apabila tes imaging ini tidak berhasil menunjukkan adanya masalah lain, maka dokter akan menegakkan diagnosis bayi mengalami cephalohematoma. Meski demikian, baik orangtua maupun dokter perlu sama-sama memantau apakah ada perubahan gejala pada bayi.Pada sebagian besar kasus, kondisi cephalohematoma tidak memerlukan penanganan apapun. Sebab, cedera ini akan mereda dengan sendirinya. Sama seperti kondisi benjolan di kepala bayi akibat caput succedaneum.

Mungkinkah terjadi komplikasi?

Komplikasi apapun yang mungkin muncul akibat cephalohematoma sifatnya sementara. Ketika benjolan mereda, demikian pula dengan komplikasinya. Sebagian besar bayi tidak akan memiliki komplikasi jangka panjang akibat cephalohematoma.Jadi, orangtua tak perlu khawatir ada pengaruh dari kondisi ini terhadap tumbuh kembang si kecil. Kondisi ini juga tidak membahayakan otak bayi karena akumulasi darah terdapat di atas tengkorak, bukan di dalam otak.Hanya saja ketika bayi mengalami anemia akibat cephalohematoma, bisa jadi dibutuhkan transfusi darah. Sebab, akumulasi darah meningkatkan risiko bayi mengalami kekurangan sel darah merah.Sementara jika bayi mengalami kelebihan bilirubin atau pigmen kuning dalam sel darah merah, maka biasanya diberikan penanganan berupa fototerapi setelah level bilirubinnya terukur lewat tes laboratorium.Terapi ini akan membantu memecah kelebihan bilirubin. Kemudian, akan dibuang dari tubuh bayi lewat urine dan feses.Meningkatnya bilirubin ini bisa terjadi ketika darah yang semula terakumulasi di tengkorak ini sudah pecah. Darah akan kembali terserap dan membuat level bilirubin naik.

Catatan dari SehatQ

Cephalohematoma adalah akumulasi darah di antara tengkorak dan kulit kepala bayi. Biasanya, benjolan ini akan mereda setelah beberapa minggu atau bulan. Terkadang, ada benjolan yang perlu waktu tiga bulan hingga pulih sepenuhnya.Memang ada kasus yang lebih langka, ketika dokter memutuskan untuk mengeluarkan darah terakumulasi. Namun, ini tidak selalu diperlukan sebab justru meningkatkan risiko infeksi dan abses pada bayi.Tak kalah penting, perhatikan pula apabila ada benjolan baru yang muncul di kepala bayi. Pantau juga apakah ada keluhan seperti gejala lain yang mengganggu.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara penanganan paling tepat untuk cephalohematoma, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuiibu dan anaktumbuh kembang bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/cephalohematoma
Diakses pada 20 Agustus 2021
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/what-is-newborn-cephalohematoma
Diakses pada 20 Agustus 2021
Birth Injury Help Center. https://www.birthinjuryhelpcenter.org/cephalohematoma.html
Diakses pada 20 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait