Cek Fakta: Petting Apa Bisa Menyebabkan Kehamilan?

(0)
05 Oct 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Petting dapat menyebabkan kehamilan apabila vagina  terpapar air mani dan spermaPetting bisa menyebabkan kehamilan walau aktivitas ini tidak melibatkan penetrasi
Petting merupakan aktivitas seksual untuk bercumbu dan memberikan rangsangan sebelum bersenggama maupun dilakukan tanpa penetrasi. Kegiatan ini bisa sangat bermanfaat untuk pasangan suami istri. Namun sayangnya, petting juga berisiko dilakukan oleh pasangan yang belum menikah atau orang yang sering gonta-ganti pasangan. Salah satu risiko petting jika dilakukan dengan tak bijak adalah kehamilan. Memangnya, petting apa bisa menyebabkan kehamilan?

Petting apa bisa menyebabkan kehamilan?

Ya, petting bisa menyebabkan kehamilan walau aktivitas ini tidak melibatkan penetrasi. Petting dapat menyebabkan kehamilan apabila vagina  terpapar air mani dan sperma dari pasangan prianya. Sel sperma dalam air mani tersebut dapat berenang masuk ke dalam vagina dan membuahi sel telur di tuba falopi.Kehamilan sendiri bisa terjadi apabila satu sel sperma membuahi satu sel telur. Walau jumlah sel sperma yang dikeluarkan seorang pria bisa bervariasi, pembuahan dapat terjadi dengan membutuhkan satu sel sperma saja. Dengan demikian, walau Anda mungkin sekadar masturbasi bersama pasangan saat petting, ejakulasi penis di area vagina dapat menyebabkan kehamilan. Tak hanya dari penis, sperma dari media lain yang dipaparkan ke vagina juga dapat menyebabkan kehamilan – termasuk dari tangan, mainan seks, atau mulut. Namun memang, sel telur baru bisa dibuahi saat sang wanita berada dalam periode ovulasi. Pada periode ini, sel telur yang sudah matang dilepaskan dari ovarium ke tuba falopi. Dalam siklus haid 28 hari, ovulasi biasanya terjadi 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya. 

Apakah cairan pre-cum juga bisa menyebabkan kehamilan?

Petting bisa saja menyebabkan kehamilan
Petting dapat menyebabkan kehamilan apabila vagina  terpapar air mani dan sperma pasangan
Ya, tak hanya sperma dari ejakulasi saja yang dapat menyebabkan kehamilan. Cairan pra-ejakulasi atau pre-cum saat petting, yang dikeluarkan pria tepat sebelum mencapai titik klimaksnya, juga dapat menyebabkan kehamilan. Pre-cum adalah pelumas yang diproduksi oleh kelenjar di penis.Pada dasarnya, cairan pre-cum tidak mengandung sel sperma. Namun, sel sperma tetap dilaporkan bisa bocor ke dalam cairan pre-cum. Bahkan, cairan pre-cum dilaporkan mengandung 16,7% sel sperma yang aktif untuk membuahi. Keluarnya cairan pre-cum tidak bisa dikontrol  oleh pria. Cairan ini dilepaskan dengan tak sadar yang terjadi tepat sebelum ejakulasi. Itulah sebabnya dalam hubungan seksual penetratif, penis yang ditarik keluar saat sang pria akan klimaks tidak efektif untuk mencegah kehamilan.

Selain menyebabkan kehamilan, petting juga tingkatkan risiko IMS

Petting tak hanya dapat menyebabkan kehamilan. Aktivitas ini, jika dilakukan oleh pasangan yang belum menikah atau orang yang bergonta-ganti pasangan, juga dapat meningkatkan risiko IMS atau infeksi menular seksual. Petting memang melibatkan aktivitas non-penetratif, termasuk seks oral dan ciuman. Namun jangan salah, seks oral dan berciuman juga bisa menjadi biang risiko IMS. Berikut ini beberapa infeksi menular seksual yang dapat berpindah akibat petting:
  • Infeksi sitomegalovirus. Infeksi ini dapat  yang menular lewat ciuman, urine, darah, air mani, dan ASI.
  • Sifilis. Walau lebih umum terjadi lewat seks oral, vaginal, dan anal, infeksi ini tetap bisa berpindah lewat ciuman dari mulut pasangan yang terinfeksi.
  • Klamidia akibat seks oral saat petting, baik seks oral pada vagina maupun penis
  • Gonore dari seks oral saat petting, baik seks oral pada vagina maupun penis
  • Herpes oral dari virus HSV-1, bisa menular dengan mudah saat petting lewat ciuman
  • Herpes genital dari virus HSV-2, bisa menular saat petting lewat seks oral, genital, dan ciuman
  • Infeksi human papillomavirus (HPV) akibat seks oral saat petting, baik seks oral maupun vaginal
  • Infeksi HIV akibat seks oral saat petting, baik seks ora; pada vagina maupun penis

Catatan dari SehatQ

Menjawab pertanyaan petting apa bisa menyebabkan kehamilan, jawabannya adalah bisa. Segala kegiatan yang melibatkan paparan air mani dan sperma di dekat vagina dapat menyebabkan kehamilan. Anda bisa menanyakan ke dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ terkait topik hubungan seks, manfaatnya, dan risikonya jika tak hati-hati. Aplikasi SehatQ bisa di-download di Appstore dan Playstore untuk membantu Anda mendapatkan informasi seksualitas yang terpercaya.
kehamilantips sekshubungan seks beresikomasturbasisperma
CDC. https://www.cdc.gov/std/healthcomm/stdfact-stdriskandoralsex.htm
Diakses pada 21 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/can-you-get-pregnant-without-having-sex
Diakses pada 21 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/can-you-get-pregnant-from-precum
Diakses pada 21 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/sexually-transmitted-diseases/std-from-kissing
Diakses pada 21 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/how-to-get-pregnant/art-20047611
Diakses pada 21 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait