Mengenal Ciri-ciri Luka Diabetes di Kaki dan Cara Mencegahnya

(0)
24 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara mengatasi luka diabetesPakailah losion atau krim untuk mencegah luka diabetes akibat kondisi kulit yang kering.
Saat seseorang terkena diabetes atau kencing manis, maka saat itu pula tubuhnya jadi rentan mengalami infeksi akibat luka yang tidak kunjung sembuh. Luka diabetes adalah ciri khas yang seringkali muncul sebagai akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol. Luka ini bisa muncul di seluruh tubuh, tapi paling sering muncul di area kaki.Pada kondisi yang parah, luka diabetes akan menyebabkan kematian jaringan, sehingga mau tidak mau area tubuh yang terluka harus diamputasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran bakteri lebih luas dan menginfeksi bagian tubuh lainnya. Banyak orang yang menganggap enteng soal luka ini, sehingga penanganannya pun dilakukan terlambat dan membuat area yang harus diamputasi sudah membesar. Karena itu, Anda perlu mengenali ciri-ciri luka diabetes sejak dini dan langsung mencari perawatan dokter apabila mengalami hal yang sama.

Ciri-ciri luka diabetes di kaki

Ciri-ciri luka diabetes di kaki tidak berbeda dengan luka diabetes di bagian tubuh lain. Bagi orang yang mengidap diabetes, luka ini akan terasa berbeda dengan luka yang biasa muncul karena akan disertai dengan gejala di bawah ini:
  • Nyeri kronis 
  • Pada beberapa orang tidak disertai nyeri sama sekali dan luka muncul tanpa disadari
  • Bengkak
  • Kemerahan
  • Terasa panas jika disentuh
  • Membuat kaki tidak bisa berfungsi dengan baik
  • Bernanah dan bau
  • Setelah beberapa waktu muncul rasa kebas akibat kerusakan saraf yang terjadi
  • Demam dan menggigil

Penyebab munculnya luka diabetes di kaki

Penyakit diabetes melitus dapat merusak tubuh hingga ke bagian terkecilnya, yaitu sel dan tingginya kadar gula darah bisa merusak fungsi sel darah putih. Padahal, sel darah putih memiliki peran yang sangat penting dalam sistem daya tahan tubuh.Kerusakan fungsi sel darah putih ini, membuat tubuh penderita diabetes kesulitan melawan bakteri. Selain itu, kerusakan tersebut pun menghambat proses penyembuhan luka.Jika Anda menderita diabetes, tetapi tidak mengonsumsi obat untuk menurunkan gula darah serta menjaga makanan, kondisi yang bisa menyebabkan luka diabetes di bawah ini bisa terjadi.
  • Nutrisi dan oksigen di dalam tubuh, tidak bisa memberikan energi kepada sel.
  • Sistem imun tidak bisa bekerja dengan efisien.
  • Peningkatan risiko peradangan di sel tubuh.

Mengapa luka pada penderita diabetes sulit sembuh?

Ketiga faktor di atas bisa memperlambat penyembuhan luka. Ditambah lagi, karena tubuh menjadi lebih rentan terhadap bakteri, risiko terjadinya infeksi pun makin meningkat.Gula adalah makanan kesukaan bagi bakteri. Jika kadar gula di dalam darah tinggi, maka bakteri akan semakin mudah berkembang. Padahal, kemampuan sistem imun penderita diabetes untuk melawan bakteri sudah sangat menurun.Berkembangnya bakteri bisa menyebabkan infeksi pada luka. Jika luka dibiarkan tanpa perawatan, infeksi yang terjadi, lama-kelamaan akan semakin menyebar dan berujung pada komplikasi. Apabila komplikasi sudah terjadi, anggota tubuh yang terluka harus diamputasi, karena sudah kehilangan pasokan darah serta mengalami kematian jaringan. 

Perawatan kaki penderita diabetes untuk mencegah timbulnya luka

Meski luka diabetes bisa terjadi di bagian tubuh manapun, kaki menjadi anggota tubuh yang paling sering mengalaminya. Untuk mencegah luka diabetes timbul, ikuti beberapa langkah di bawah ini.

1. Periksa kondisi kaki setiap hari

Diabetes juga bisa merusak saraf, sehingga membuat kaki terasa kebas. Akibatnya, penderita diabetes kerap tidak menyadari adanya luka pada kaki.Sehingga, penting bagi Anda untuk memeriksa kondisi kaki setiap hari, sebagai langkah pencegahan sebelum terjadi luka diabetes yang parah. Jika kesulitan untuk melihat kondisi kaki, gunakan bantuan cermin, atau minta bantuan orang terdekat Anda.

2. Cuci kaki dengan baik

Saat mandi, bersihkan kaki menggunakan sabun dan air hangat. Setelah itu, keringkan seluruh permukaannya, termasuk di sela-sela jari. Jika sela-sela jari dibiarkan lembap maka bisa menjadi sumber luka.Gunakan losion atau krim agar kulit kaki tidak menjadi kering. Kondisi kulit yang kering, bahkan hingga terlihat seperti retak, bisa mempermudah terbentuknya luka.  

3. Gunakan alas kaki yang nyaman

Pilih alas kaki yang nyaman, dan hindari penggunaan hak tinggi maupun alas kaki yang terlalu sempit, untuk menghindari luka diabetes. Lindungi kaki Anda dengan kaus kaki yang lembut dan nyaman.

4. Gunakan kaus kaki yang bersihkering, dan mudah menyerap keringat

Gunakan kaus kaki dengan bahan-bahan yang mudah menyerap keringat, seperti bahan katun. Hindari penggunaan kaus kaki berbahan nilon dan kaus kaki dengan bahan karet yang terlalu ketat.Penggunaan kaus kaki yang terlalu ketat dapat mengurangi sirkulasi udara di kaki dan mudah menyebabkan iritasi.

5. Rutin menggunting kuku

Menurut ahli, salah satu cara untuk mencegah munculnya luka diabetes adalah dengan rutin menggunting kuku. Bagi banyak orang, kegiatan ini bukanlah kegiatan yang berbahaya. Namun, akan lain ceritanya jika kegiatan ini dilakukan oleh pasien diabetes, terutama diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol. Sebab, jika pasien terluka saat menggunting kuku, akan timbul risiko komplikasi.Oleh karena itu, Anda lebih baik mengunjungi dokter untuk berkonsultasi mengenai cara menggunting kuku yang aman. Dokter atau perawat, juga mungkin bisa membantu Anda untuk mencontohkan cara memotong kuku yang aman, agar luka diabetes bisa dihindari.Para penderita diabetes memang perlu lebih berhati-hati dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Sebab, penyakit ini bisa membuat penderitnya lebih rentan terkena berbagai macam infeksi termasuk infeksi jamur dan infeksi bakteri yang membuat luka di tubuhnya jadi sulit sembuh. Jika luka diabetes mulai muncul, segera periksakan kondisi Anda ke dokter, sebelum bertambah parah.
diabeteskomplikasi diabetesluka diabetes
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320739.php
Diakses pada 21 Juni 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/diabetes/diabetes-and-wound-healing#longtermsolutions
Diakses pada 21 Juni 2019
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/features/diabetes-wounds-caring-sores#2
Diakses pada 21 Juni 2019
Wound Care Center. https://www.woundcarecenters.org/article/wound-types/diabetic-wounds
Diakses pada 25 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait