Cegah Perlemakan Hati Jelang Lebaran dengan Vitamin E


Makanan lebaran yang tinggi lemak, karbohidrat, dan kolesterol bisa meningkatkan risiko terjadinya perlemakan hati. Untuk mencegahnya, konsumsi vitamin E bisa dilakukan.

(0)
28 Apr 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Perlemakan hati bisa disebabkan oleh makanan lebaran yang berlemak sehingga perlu dicegah dengan vitamin EPerlemakan hati bisa muncul akibat makanan lebaran yang berlemak, karena itu perlu dicegah dengan vitamin E
Idul Fitri identik dengan berbagai hidangan lezat tapi juga berlemak seperti rendang dan gulai. Sayangnya, jika dikonsumsi terlalu banyak, makanan-makanan tersebut berpotensi meningkatkan kolesterol dan risiko terjadinya perlemakan hati (fatty liver disease).Saat hati tertutup oleh lemak berlebih, maka hati pun bisa rusak. Pada kasus yang parah, perlemakan hati bisa menjadi pemicu awal gagal hati.Untuk mencegah dan mengobati kondisi tersebut, menjalani gaya hidup sehat adalah kuncinya. Selain mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan berolahraga teratur, Anda juga bisa melindungi hati dengan mengonsumsi suplemen vitamin E secara teratur.

Apa itu perlemakan hati?

Perlemakan hati adalah menumpuknya lemak di permukaan hati
Perlemakan hati bisa disebabkan oleh konsumsi makanan berlemak yang berlebihan
Perlemakan hati adalah kondisi yang ditandai dengan adanya penumpukan lemak pada hati dan dapat memicu peradangan di organ tersebut. Jika peradangan terus berlangsung, maka perlukaan hati yang disebut sirosis bisa terjadi.Pada kondisi yang parah, sirosis bisa memicu gagal hati. Padahal, fungsi organ ini sangatlah vital untuk kesehatan tubuh. Hati memiliki tugas utama untuk menyaring racun-racun yang masuk ke tubuh, sehingga tidak ada penyakit yang muncul.Penyebab utamanya adalah konsumsi alkohol berlebih. Namun selain itu, beberapa hal di bawah ini juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami perlemakan hati.
  • Punya riwayat diabetes
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Kadar trigliserida tinggi
  • Pola makan yang tidak sehat
  • Kehamilan
  • Jarang olahraga
  • Memiliki berat badan berlebihan (obesitas)
  • Sering mengonsumsi karbohidrat olahan secara berlebihan
  • Kebiasaan mengonsumsi minuman manis berlebihan
  • Konsumsi obat-obatan kortikosteroid
Melihat faktor risiko yang sudah disebutkan di atas, Lebaran bisa jadi salah satu masa rawan yang meningkatkan risiko Anda terkena perlemakan hati. Pasalnya, hidangan yang tersaji saat hari raya ini umumnya tinggi lemak, kolesterol, karbohidrat, dan gula. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui cara mencegahnya lebih lanjut.

Cara mencegah perlemakan hati

Cara mencegah perlemakan hati adalah dengan mengonsumsi vitamin E
Cara mencegah perlemakan hati salah satunya konsumsi suplemen vitamin E
Berikut ini cara mencegah perlemakan hati yang dapat dilakukan.

1. Mengonsumsi makanan sehat

Salah satu cara paling efektif untuk mencegah sekaligus mengobati perlemakan hati adalah dengan mengonsumsi makanan sehat agar bisa mendapatkan berat badan yang ideal. Sebab seperti yang telah disebutkan, obesitas bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini.Beberapa makanan yang baik untuk kesehatan hati antara lain minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, teh hijau, dan serat yang bisa datang dari buah maupun sayuran.Anda juga perlu memangkas konsumsi karbohidrat berlebih saat Lebaran, misalnya dengan mengurangi porsi ketupat dan sambal goreng kentang yang dikonsumsi.

2. Mengonsumsi suplemen vitamin E

Salah satu faktor risiko terjadinya perlemakan hati adalah kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dan salah satu cara untuk menurunkannya adalah dengan mengonsumsi makanan yang tinggi antioksidan.Kandungan d-alpha tocopherol yang terdapat dalam vitamin E, memiliki sifat antioksidan. Antioksidan berperan mencegah terjadinya kerusakan sel yang dapat memicu berbagai penyakit di tubuh, termasuk kerusakan hati.Vitamin E juga dinilai dapat mengurangi gejala perlemakan hati yang terjadi bukan karena konsumsi alkohol (non-alcoholic fatty disease). Gejala tersebut antara lain sakti perut sebelah kanan atas, lemas, bengkak di area perut, dan kulit serta bagian putih mata berwarna kuning (jaundice).Rekomendasi konsumsi vitamin E harian untuk laki-laki dan perempuan yang berusia 14 tahun ke atas adalah 22 IU (International Units). Namun, jika suplemen tersebut digunakan untuk mengatasi gangguan medis tertentu, rekomendasi dosisnya bisa berbeda atau dinaikkan, tergantung kondisi dan rekomendasi dokter.Saat memilih suplemen vitamin E untuk dikonsumsi, pastikan Anda memperhatikan takaran dosis yang tertera di kemasan.Kini sudah banyak suplemen yang beredar dengan berbagai dosis, salah satunya yang mengandung vitamin E 400 IU yang dapat membantu memenuhi kebutuhan harian sekaligus kebutuhan dosis tambahan apabila diperlukan.

3. Berolahraga teratur

Berolahraga teratur juga akan membantu mencegah sekaligus mengurangi kadar lemak yang menumpuk di hati. Manfaat ini tetap akan dirasakan meski saat berolahraga, tidak ada penurunan berat badan yang terjadi.Jenis olahraga yang paling baik untuk mengurangi tumpukan lemak di hati adalah High Intensity Interval Training (HIIT), tapi Anda bisa melakukan setiap olahraga yang disukai.Berolahraga secara teratur selama 30-60 menit per minggu sudah bisa membantu mengurangi tumpukan lemak di hati.Menyambut hari yang fitri, tak hanya harus memperhatikan kesiapan batin, tapi juga kondisi fisik. Konsumsilah vitamin E sebagai persiapan dan proteksi kesehatan dengan lebih baik.Jangan lupa untuk mengimbanginya juga dengan tetap menerapkan pola hidup yang sehat dengan menjaga jenis makanan yang masuk ke tubuh serta berolahraga teratur. Tubuh sehat, ibadah pun lancar.
vitamin epenyakit hatiperlemakan hatiadv prove e
Healthline. https://www.healthline.com/health/fatty-liver
Diakses pada 23 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/nonalcoholic-fatty-liver-disease
Diakses pada 23 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/fatty-liver
Diakses pada 23 April 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-e/art-20364144
Diakses pada 23 April 2021
National Institute of Health. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminE-HealthProfessional/
Diakses pada 23 April 2021
Journal of Nutrition Food and Science. https://www.longdom.org/open-access/total-cholesterol-blood-level-based-on-isoflavone-and-vitamin-e-intake-inhypercholesterolemia-2155-9600-1000639.pdf
Diakses pada 23 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/all-about-vitamin-e
Diakses pada 27 April 2021
Harvard T.C Chan School of Public Health. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/vitamin-e/
Diakses pada 27 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait