Cegah Obstruksi Usus dengan Mengonsumsi Beragam Buah Ini

Salah satu buah untuk melancarkan pencernaan adalah blackberry
Blackberry merupakan salah satu buah untuk melancarkan pencernaan

Gangguan pencernaan merupakan kondisi umum yang sering terjadi sehari-hari. Salah satu yang bentuk gangguan yang paling sering terjadi adalah susah buang air besar. Penyebab susah BAB biasanya karena kurangnya mengonsumsi serat, seperti yang ada pada buah-buahan.

Apabila kekurangan serat tidak segera di atasi, kondisi ini bisa memicu obstruksi usus, di mana terjadi penyumbatan pada usus manusia, baik usus besar maupun usus halus, karena makanan atau tinja menyumbat usus. Penyumbatan ini bisa terjadi sebagian atau sepenuhnya.

Untuk mencegah penyakit usus tersebut, sebaiknya Anda mulai rutin untuk mengonsumsi makanan berserat tinggi, seperti buah-buahan berikut ini.

Berbagai buah yang kaya manfaat untuk pencernaan

Berbagai buah berikut direkomendasikan untuk membantu melancarkan pencernaan. Beberapa buah ini bahkan merupakan obat pencahar alami. Adapun buah untuk melancarkan pencernaan, di antaranya:

  • Buah beri

Buah beri, seperti stroberi, blueberry, dan blackberry dapat menjadi pilihan yang bagus sebagai pencahar alami ringan. Buah ini mengandung dua jenis serat, yaitu serat larut dan tidak larut. Serat larut dapat menyerap air di usus manusia untuk membentuk zat seperti gel yang membantu melunakan feses. Sementara, serat yang tidak larut dapat membantu memudahkan perjalanan feses untuk keluar.

  • Apel

Apel merupakan buah yang mengandung serat tinggi. Selain itu, apel juga kaya akan pektin yang dapat bertindak sebagai pencahar dan prebiotik. Pektin dapat meningkatkan jumlah bakteri baik di usus sehingga membantu menjaga pencernaan dari berbagai penyakit usus.

  • Buah kiwi

Kiwi telah terbukti memiliki sifat pencahar yang dapat meringankan sembelit karena kandungan seratnya yang tinggi. Buah kiwi mengandung serat larut dan tidak larut, serta pektin. Buah ini mampu meningkatkan pergerakan saluran pencernaan untuk merangsang pergerakan usus.

  • Nanas

Nanas merupakan buah yang kaya akan enzim pencernaan. Nanas mengandung sejumlah enzim pencernaan yang disebut bromelain. Buah ini dapat membantu memperlancar pencernaan dan penyerapan protein dalam usus.

  • Pepaya

Pepaya juga merupakan buah yang kaya akan enzim pencernaan. Pepaya mengandung zat papain yang dapat membantu usus mencerna protein. Studi juga telah menunjukkan bahwa manfaat buah pepaya dapat meringankan gejala irritable bowel syndrome (IBS), seperti sembelit dan kembung.

  • Mangga

Mangga mengandung enzim pencernaan amilase. Enzim ini dapat membantu memecah karbohidrat sehingga mudah diserap oleh tubuh dan baik untuk pencernaan. Namun, pastikan Anda mengonsumsi mangga yang matang dan mengunyahnya dengan lembut untuk membuat enzim amilase menjadi lebih aktif.

  • Pisang

Pisang juga merupakan buah yang mengandung enzim pencernaan alami. Pisang mengandung enzim amilase dan glukosidase yang dapat membantu memecah karbohidrat kompleks sehingga lebih mudah diserap. Bukan hanya itu, pisang juga menjadi sumber serat yang baik untuk kesehatan pencernaan. Akan tetapi, konsumsi pisang yang matang karena pisang yang tidak matang bisa menjadi penyebab perut kembung dan terasa tidak nyaman.

Anda dapat mengonsumsi buah-buahan di atas dengan cara dimakan langsung, dijadikan jus, salad, ataupun smoothie. Mengonsumsi buah penting untuk tubuh Anda, apalagi jika Anda memiliki masalah pencernaan. Pencernaan yang tidak lancar dapat menyebabkan risiko penyakit yang lebih serius, seperti obstruksi usus.

Pencernaan tidak lancar menyebabkan obstruksi usus

Obstruksi usus adalah penyumbatan usus besar atau usus halus (kecil) yang membuat makanan atau cairan tidak dapat melewati usus. Jika penyumbatan usus terjadi, maka makanan, cairan, asam lambung, dan gas akan menumpuk di belakang lokasi penyumbatan. Tekanan yang begitu menumpuk dapat menyebabkan usus pecah sehingga isi usus dan bakteri yang terdapat di usus bocor ke rongga perut.

Penyebab paling umum dari penyakit usus ini, yaitu adhesi perut (perlengketan usus), tumor atau kanker usus, intususepsi (sebagian usus terlipat dan masuk ke bagian usus lain), hernia, radang usus, divertikulitis (peradangan atau infeksi pada kantung-kantung kecil di saluran pencernaan), volvulus (terpelintirnya usus), serta impaksi feses.

Obstruksi usus juga bisa menjadi penyebab perut kembung. Selain itu, berbagai gejala lain yang dapat Anda rasakan, yaitu sakit perut, nafsu makan menurun, mual, muntah, tidak dapat kentut atau buang air besar, sembelit, diare, kram perut parah, serta pembengkakan perut.

Risiko komplikasi akibat obstruksi usus

Jika dibiarkan dan tak segera mendapat penanganan yang tepat, obstruksi usus dapat menyebabkan komplikasi serius yang membahayakan jiwa. Adapun komplikasi obstruksi usus yang dapat terjadi, yaitu:

  • Dehidrasi
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Gagal ginjal
  • Kematian jaringan. Obstruksi usus dapat memotong suplai darah ke bagian usus dan membuat jaringan dinding usus mati. Kematian jaringan dapat menyebabkan robekan (perforasi) di dinding usus yang dapat menyebabkan infeksi.
  • Peritonitis adalah peradangan dan infeksi serius di rongga perut yang terjadi ketika usus sudah pecah. Kondisi ini ditandai dengan demam dan nyeri perut yang parah. Peritonitis merupakan kondisi darurat yang dapat mengancam jiwa.
  • Striktur atau penyempitan usus yang biasanya disebabkan oleh peradangan
  • Peradangan di seluruh tubuh
  • Kegagalan banyak organ
  • Kematian

Jika Anda mengalami obstruksi usus, segera berkonsultasi kepada dokter untuk mencegah komplikasi. Menjaga kesehatan pencernaan sangatlah penting. Anda dapat melakukannya dengan mengonsumsi serat yang cukup, seperti buah-buahan yang dapat memperlancar pencernaan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/intestinal-obstruction#complications
Diakses pada 03 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/20-natural-laxatives#section21
Diakses pada 3 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/natural-digestive-enzymes#section5
Diakses pada 3 September 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/constipation/
Diakses pada 3 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/intestinal-obstruction/symptoms-causes/syc-20351460
Diakses pada 3 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed