Cegah Obesitas Hingga Jaga Imunitas, Nikmati Berbagai Manfaat Jamur Shitake untuk Tubuh

Jamur shiitake banyak dibudidayakan di Asia, terutama di Jepang dan Korea
Jamur shitake memiliki rasa yang gurih dan tekstur kenyal mirip daging

Jamur shitake adalah salah satu jamur yang populer di seluruh dunia. Selain rasanya yang gurih, tersimpan beragam manfaat bagi kesehatan. Jamur shitake biasa dikonsumsi sebagai makanan dan suplemen. 

Kandungannya diklaim dapat meningkatkan kekebalan tubuh, kesehatan jantung, bahkan dapat membantu melawan kanker. Benarkah demikian? Penelitian para ilmuwan membeberkan faktanya sebagai berikut. 

Mengenal kandungan jamur shitake 

Bukan sembarang klaim, jamur shitake memang terdiri dari banyak zat yang dapat menutrisi tubuh. Kandungan asam amino pada jamur shitake sama jumlahnya dengan yang terkandung pada daging sapi. Asam amino memainkan peranan penting pada tubuh yang memengaruhi protein dan hormon. 

Sebagai makanan, jamur shitake dapat menjadi asupan yang sarat gizi, mulai dari karbohidrat, berbagai jenis vitamin B, serat, zat besi, hingga selenium yang merupakan mineral penting bagi tubuh. Jumlah senyawa bioaktif dalam shiitake tergantung pada lokasi dan cara jamur ditanam, disimpan, dan disiapkan.

Manfaat jamur shitake bagi kesehatan

Hasil studi di bawah ini mengamati lebih lanjut bagaimana manfaat jamur shitake bagi kesehatan tubuh:

1. Mencegah obesitas

Beberapa komponen dalam jamur shitake, seperti eritadenine dan beta-glucan memiliki efek menurunkan kadar lemak dalam tubuh. Suatu studi telah membuktikan bahwa beta-glucan berperan dalam mengontrol nafsu makan dengan meningkatkan rasa kenyang sekaligus mengurangi tingkat lemak dalam plasma.

Temuan kandungan tersebut menginspirasi para ilmuwan untuk mengujikannya pada penderita obesitas. Jamur shitake telah ditambahkan dalam diet tinggi lemak dan diujicobakan pada tikus. Hasilnya menunjukkan bahwa jamur shitake efektif untuk mencegah penambahan berat badan dan penumpukan lemak. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk melihat hasilnya pada manusia.

2. Menjaga kesehatan kulit

Kombinasi selenium, vitamin A dan Vitamin E yang terkandung dalam jamur shiitake dapat membantu mengurangi jerawat dan masalah kulit lainnya.  Tahukah Anda bahwa dalam 200 gr jamur shitake terkandung sekitar 11,4 miligram selenium? Angka ini berjumlah 16% dari kebutuhan harian. 

Selenium berfungsi untuk membantu tubuh memproduksi glutathione peroxidase, enzim yang dapat memerangi peradangan. Selain itu, selenium juga berperan sebagai antioksidan pada tubuh. Kombinasi keduanya dapat mengurangi jerawat secara efektif. 

Selain selenium, kandungan zinc dalam jamur shiitake juga membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan penyembuhan kulit. 

3. Mengelola kadar gula darah

Diabetes ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Untuk mengelola kadar gula darah agar stabil, diperlukan diet sehat khusus untuk penderita diabetes. Jamur shitake mengandung karbohidrat dan gula yang rendah serta memiliki aktivitas sebagai antidiabetes. 

Kandungan vitamin B yang tinggi pada jamur shitake dapat menurunkan kadar glukosa pada darah. Dalam suatu studi tahun 2015 diungkapkan bahwa ekstrak jamur shiitake yang dibandingkan aktivitasnya dengan obat diabetes metformin, ternyata terbukti efektif dalam mengurangi hiperglikemia dan menginduksi sekresi insulin. 

4. Memperkuat sistem imun tubuh

Shiitake dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda. Dibuktikan oleh suatu penelitian yang mengamati aktivitas jamur shitake kering terhadap responden yang mengalami peradangan. Setelah satu bulan, peradangan pun mulai sembuh, menandakan kekebalan tubuh mereka telah meningkat. Diduga, kandungan polisakarida pada jamur shitake-lah yang bertanggung jawab atas efek tersebut. 

Sistem kekebalan tubuh manusia cenderung melemah seiring bertambahnya usia namun sebuah studi yang dilakukan pada tikus mengungkapkan hasil bahwa suplemen yang berasal dari shiitake ternyata dapat membantu mengembalikkan fungsi-fungsi kekebalan tubuh yang melemah karena usia.  

5. Melindungi kesehatan jantung

Tiga senyawa yang terkandung dalam jamur shitake diyakini dapat melindungi kesehatan jantung. Kandungan eritadenine dapat menghambat enzim yang terlibat dalam memproduksi kolesterol. Selain itu, kandungan sterol dapat menghambat penyerapan kolesterol dalam usus. Beta-glucan pada shiitake juga merupakan serat yang dapat menurunkan kolesterol. Ketiganya menjaga kadar kolesterol dalam tubuh dapat terjaga dan melindungi sehatnya jantung. 

Meskipun penelitian efek ini pada manusia belum ada yang dilaporkan, namun suatu studi yang dilakukan pada tikus yang memiliki tekanan darah tinggi menunjukkan bahwa serbuk shiitake berhasil mencegah meningkatnya tekanan darah pada tikus tersebut. 

6. Menjaga kesehatan otak

Jamur shiitake adalah sumber makanan yang kaya akan vitamin B. Vitamin B dikenal dapat menyeimbangkan hormon secara alami dan membantu proses berpikir dengan  mempertahankan konsentrasi, bahkan meningkatkan kinerja kognitif otak. 

Dalam sebuah studi disebutkan bahwa orang-orang yang kekurangan vitamin B menjadi tidak berenergi, memiliki sel darah yang tidak sehat, dan sulit berkonsentrasi. Anda dapat menghindari berbagai kondisi tersebut dengan menambahkan jamur shiitake pada menu makanan Anda. 

7. Berpotensi sebagai antikanker

Hingga saat ini, para peneliti masih mengamati efek antikanker pada jamur shiitake. Studi yang telah dilakukan berfokus pada lentinan yang diambil dari polisakarida pada tubuh jamur shitake. Senyawa ini terbukti dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel-sel leukemia. Diduga, kemampuan lentinan dalam mengaktifkan sistem kekebalan tubuhlah yang menjadi sebabnya. 

Begitu banyak manfaat jamur shitake yang bisa kita dapat dengan mengonsumsinya. Saat ini sudah banyak suplemen yang berasal dari jamur shitake, namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua suplemen yang beredar di pasaran sudah diuji potensinya dalam meningkatkan kesehatan. 

Selalu berhati-hati dalam membeli suplemen dengan mencari informasi lengkap dari merek tersebut, pastikan suplemen yang hendak dibeli berlabel BPOM. 

Sebagai langkah aman, Anda dapat mengonsumsi jamur shiitake sebagai hidangan dalam menu sehari-hari. Hal lain yang juga perlu diingat adalah mengonsumsi jamur shitake tidak dapat menggantikan pengobatan medis yang tengah Anda jalani. 

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3199106/
Diakses pada 8 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3236515/
Diakses pada 8 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/6203294
Diakses pada 8 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5793244/
Diakses pada 8 April 2020

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/284186483_Shiitake_Mushroom_Potential_Glycemic_Control_Activity_on_Alloxan_-_and_Glucocorticoid-Induced_Diabetic_Long-Evans_Rats
Diakses pada 8 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/shiitake-mushrooms#immune-health
Diakses pada 8 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11682586
Diakses pada 8 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25866155
Diakses pada 8 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26135107
Diakses pada 8 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3829752/
Diakses pada 8 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3339609/
Diakses pada 8 April 2020

Artikel Terkait