Cegah Infeksi Virus dengan Stimuno, Imunomodulator Alami dari Meniran

Stimuno adalah peningkat daya tahan tubuh alami yang terbuat dari ekstrak meniran
Stimuno bisa membantu cegah infeksi virus dan lindungi tubuh dari berbagai penyakit

Di tengah pandemi virus corona yang tak kunjung reda dan bulan puasa, menjaga daya tahan tubuh adalah wajib hukumnya. Selain mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga, minum Stimuno juga bisa jadi langkah pelengkap untuk mencegah infeksi virus di tubuh Anda.

Stimuno adalah suplemen yang bersifat imunomodulator. Artinya, suplemen ini bekerja dengan cara mengatur kerja sistem imun agar tetap bisa berjalan baik. Apabila sistem imun terjaga, maka berbagai penyakit pun akan menjauh dari Anda.

Dibuat dari ekstrak meniran, Stimuno adalah produk herbal yang sudah teruji klinis pada manusia dan telah terstandarisasi. Jadi, produk ini aman untuk dikonsumsi baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Imunomodulator seperti Stimuno aman dikonsumsi selama pandemi

Stimuno adalah immunomudulator yang efektif untuk bantu cegah infeksi virus
Stimuno efektif untuk cegah infeksi virus

Belum lama ini beredar kabar bahwa obat atau suplemen yang sifatnya meningkatkan sistem imun berisiko memperparah infeksi Covid-19 karena memicu terjadinya badai sitokin atau cytokine storm. Sitokin adalah salah satu bagian dari sistem imun yang akan diproduksi saat tubuh kita terinfeksi virus, bakteri, maupun komponen penyebab penyakit lainnya yang memicu terjadinya peradangan.

Dalam jumlah yang cukup, sitokin akan membantu tubuh melawan penyakit. Namun terkadang, jumlah sitokin yang diproduksi jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan. Sehingga, selain menyerang virus penyebab penyakit, sitokin juga bisa menyerang sel-sel sehat yang ada di sekitarnya.

Kondisi inilah yang dinamakan sebagai badai sitokin. Jika badai sitokin sampai terjadi, maka kondisi tubuh bukannya membaik tapi malah akan memburuk.

Ada banyak jenis sitokin di tubuh kita. Namun pada pasien Covid-19, jenis sitokin yang jumlahnya meningkat di dalam darah umumnya adalah jenis interleukin-6 atau IL-6.

Obat atau suplemen yang diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya badai sitokin adalah yang masuk ke dalam kategori immune booster atau immunostimulant. Sementara itu stimuno masuk ke dalam kategori yang berbeda, yaitu immunomodulator, sehingga tidak akan meningkatkan kadar IL-6 atau menyebabkan badai sitokin di tubuh.

Justru di saat pandemi seperti sekarang, immunomodulator akan membantu tubuh menjaga keseimbangan sistem imunnya, sehingga tidak berbalik menyerang sel yang sehat.

Stimuno pun aman dikonsumsi dalam jangka panjang. Sebab, kandungan Phyllanthus niruri atau meniran yang ada di dalam produk ini sudah sejak lama digunakan sebagai obat.

Bahkan, sebuah penelitian yang mempelajari peran meniran sebagai immunomodulator pada penyakit infeksi menyebutkan bahwa selama dua dekade terakhir, belum ada laporan mengenai efek samping berbahaya dari penggunaan tanaman ini. Hal ini membuat popularitas meniran semakin meningkat dan banyak digunakan sebagai bahan pengobatan herbal.

Selain dengan Stimuno, ini langkah lain yang perlu dilakukan untuk cegah infeksi virus

Stimuno bisa jadi pilihan keluarga Anda untuk mencegah infeksi virus. Sebab, selain tersedia dalam bentuk sirup berbagai rasa yang cocok untuk anak, Stimuno juga tersedia dalam bentuk kapsul yang lebih praktis untuk orang dewasa.

Selain dengan mengonsumsi Stimuno, pencegahan infeksi virus juga akan semakin maksimal jika Anda juga menjalani perilaku hidup bersih dan sehat. Berikut ini langkah-langkah yang juga perlu dilakukan sehari-hari untuk memberikan proteksi terbaik bagi tubuh dari infeksi virus.

Mencuci tangan adalah salah satu cara melindungi diri dari penyakit
Mencuci tangan adalah salah satu cara menjaga kebersihan tubuh

1. Menjaga kebersihan tubuh

Menjaga kebersihan tubuh tidak hanya akan melindungi diri dari infeksi virus corona, tapi juga virus-virus lain yang bertebaran di sekitar kita. Karena itu, biasakanlah untuk sering mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, terutama sebelum makan dan setelah selesai dari kamar mandi.

2. Memperhatikan kebersihan makanan

Virus juga bisa menular ke tubuh dari makanan dan minuman yang tercemar. Sehingga apabila ingin memasak, pastikan semua bahan makanan sudah dicuci bersih. Anda juga disarankan untk memasak makanan hingga benar-benar matang.

3. Mendapatkan vaksinasi

Salah satu langkah penting untuk mencegah infeksi virus adalah dengan mendapatkan vaksinasi. Pastikan anak mendapatkan semua imunisasi yang dibutuhkannya. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun perlu memastikan dirinya sudah menerima semua vaksin yang dibutuhkan.

Menjaga kebersihkan lingkungan rumah juga penting untuk cegah penyakit
Jaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari infeksi virus

4. Menjaga kebersihan lingkungan

Beberapa virus bisa ditularkan dari hewan ke manusia, seperti demam berdarah yang ditularkan melalui nyamuk atau SARS yang menular dari burung dan unggas. Beberapa virus juga bisa menular lewat tikus.

Sehingga, pastikan Anda menjaga kebersihan lingkungan dengan menutup tempat sampah di sekitar rumah dan membuang tumpukan barang yang sudah tidak terpakai.

5. Jalani gaya hidup sehat

Mengonsumsi makanan yang berizi dan olahraga teratur juga perlu dilakukan jika Anda ingin terhindar dari berbagai penyakit, termasuk infeksi virus.

Info lengkap seputar infeksi virus corona

• Lindungi anak dari virus corona: Tingkatkan daya tahan tubuh Si Kecil dengan Stimuno Anak

• Vaksin corona kapan tiba?: Ini perkembangan terbaru seputar penelitian vaksin Covid-19

• Kapan pandemi corona berakhir?: Menilik prediksi para ahli: hitung-hitungan akhir pandemi

Saat ini belum adanya vaksin membuat sistem imun menjadi satu-satunya senjata paling ampuh dalam melawan virus corona. Sehingga, pastikan Anda sekeluarga melakukan usaha sebaik mungkin untuk menjaga daya tahan tubuh. Minumlah Stimuno secara rutin dan dapatkan perlindungan maksimal untuk tubuh Anda.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7161506/
Diakses pada 28 April 2020

Asian Pasific Journal of Tropical Disease. https://www.researchgate.net/publication/314983386_The_use_of_Phyllanthus_niruri_L_as_an_immunomodulator_for_the_treatment_of_infectious_diseases_in_clinical_settings
Diakses pada 28 April 2020

Journal of Clinical and Cellular Immunology. https://www.longdom.org/open-access/immunomodulators-in-autoimmunity-and-viral-infections-2155-9899-1000537.pdf
Diakses pada 28 April 2020

New Scientist. https://www.newscientist.com/term/cytokine-storm/
Diakses pada 28 April 2020

American Academy of Allergy Asthma & Immunology. https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/conditions-dictionary/immunomodulators
Diakses pada 28 April 2020

Harvard Health Publishing, Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-prevent-infections
Diakses pada 28 April 2020

Sahabat Dexa. https://sahabatdexa.com/stimuno/tentang-stimuno
Diakses pada 28 April 2020

Artikel Terkait