Musim Hujan Datang, Awas Bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD)!

Periksa pakaian dan genangan air, jangan sampai nyamuk aedes aegepty berkembang biak
Nyamuk pembawa virus dengue, yaitu aedes aegepty, berkembang biak pada genangan air yang tenang dan bersih.

Seakan sudah menjadi langganan, demam berdarah dengue (DBD) kerap menjadi momok ketika memasuki musim hujan. Pasalnya, penyakit ini dapat menimbulkan berbagai gejala, mulai dari demam tinggi hingga pendarahan. Pada kondisi yang sudah parah, DBD bahkan dapat menyebabkan kematian.

Kementerian Kesehatan RI sendiri pernah mencatat terdapat 8.487 orang penderita DBD pada bulan Januari 2016-Februari 2016 dengan jumlah kematian hingga 108 orang.

Cara Mencegah DBD

Untuk mengurangi risiko terserang DBD, berbagai cara dapat Anda lakukan. Mulai dari menjaga kebersihan, hingga mendapatkan vaksin. Berikut ini 5 cara mencegah DBD yang bisa Anda lakukan di rumah.

1. Cek Genangan Air untuk Hindari DBD

Nyamuk pembawa virus dengue, yaitu aedes aegepty, berkembang biak pada genangan air yang tenang dan bersih. Maka dari itu untuk mencegahnya, lokasi yang dapat menampung air bersih pada tempat tinggal Anda perlu diperiksa dan dibersihkan secara rutin.

Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko berkembangnya nyamuk demam berdarah.

  • Ganti air pada vas bunga setiap dua hari sekali serta bersihkan dan sikat bagian dalam vas.
  • Cegah terbentuknya genangan air pada perabotan rumah tangga Anda seperti ember dan penyiram tanaman, dengan menutup atau menyimpannya secara terbalik.
  • Periksa pot tanaman di rumah Anda. Jika terdapat genangan air di atas permukaan tanahnya, kurangi kepadatan tanah dengan mengeruknya, agar air dapat terserap. Jangan lupa untuk membuang air yang menggenang pada penadah yang terletak di bawah pot.

2. Sesuaikan Pakaian untuk Hindari Gigitan Nyamuk

Kurangi risiko terkena gigitan nyamuk demam berdarah dengan mengurangi area kulit yang terbuka. Lindungi kulit dengan menggunakan celana panjang, pakaian lengan panjang, serta kaus kaki.

3. Gunakan Semprotan Antinyamuk

Untuk melindungi kulit Anda dari gigitan nyamuk, gunakan semprotan antinyamuk yang mengandung setidaknya 10 persen diethyltoluamide (DEET). Namun, perlu diingat bahwa lotion yang mengandung bahan tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk anak-anak.

4. Pasang Kelambu atau Kasa Nyamuk

Memasang kasa nyamuk pada pintu dan jendela dapat mencegah masuknya nyamuk ke rumah Anda. Selain itu, penggunaan kelambu di atas tempat tidur juga dapat mengurangi risiko Anda tergigit nyamuk saat tidur. Agar lebih efektif, Anda dapat menyemprotkan spray antiserangga ke kasa dan kelambu yang akan digunakan.

5. Taburkan Bubuk Abate

Kementerian Kesehatan merekomendasikan penggunaan bubuk abate pada tempat-tempat yang sulit dijangkau untuk dibersihkan. Misalnya, tempat penampungan air. Bubuk abate ditaburkan untuk memberantas jentik-jentik nyamuk.

Sebab, air pada musim hujan melimpah dan cukup bersih. Kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan pada saluran air di rumah, bak mandi, hingga dedaunan. Nyamuk sering bertelur di lokasi-lokasi genangan tersebut. Sehingga, kita harus mewaspadainya dan segera memberantas jentik-jentik nyamuk dengan bubuk abate. 

Selain itu, ada beberapa kebiasaan, tanpa disadari ternyata bisa menjadi pemicu munculnya nyamuk penyebab DBD. Oleh karena itu, selalu jaga kerapihan rumah untuk menghindari munculnya sarang nyamuk. Salah satunya dengan mengubah kebiasaan dalam menggantung pakaian bekas pakai.

Hal lain yang dapat Anda coba adalah dengan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas, yang memiliki potensi untuk menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Meski DBD merupakan penyakit yang dapat disembuhkan, namun langkah pencegahan tetaplah penting untuk dilakukan. Dengan pencegahan yang tepat, maka risiko Anda untuk terkena maupun tertular penyakit ini dapat berkurang.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/179471.php
Diakses pada 21 Januari 2019

Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/article/view/16021500002/minister-of-health-calls-on-one-jumantik-for-one-house-.html
Diakses pada 22 Januari 2019

Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/article/print/16030700001/wilayah-klb-dbd-ada-di-11-provinsi.html

Diakses pada 25 Januari 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed