Obat Chikungunya untuk Mengatasi Gejala Flu Tulang

(0)
16 May 2019|Giovanni Jessica
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Obat chikungunya belum ditemukan yang spesifik menanganiNyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus adalah pembawa virus flu tulang atau chikungunya
Flu tulang merupakan istilah yang sering disebutkan ketika seseorang terkena penyakit chikungunya. Sebenarnya yang terjadi bukannya flu pada tulang, melainkan suatu infeksi yang menyebabkan gejala nyeri pada sendi. Penyakit ini pernah menyebabkan wabah di Afrika dan Asia Tenggara.Penyakit chikungunya disebabkan oleh Alphavirus, yang merupakan keluarga Togaviridae. Virus ini ditransmisikan pada manusia melalui gigitan nyamuk jenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus, keduanya merupakan nyamuk yang mentransmisikan virus dengue pada penyakit demam berdarah.Bayi baru lahir, orang tua berusia lebih dari 65 tahun, penderita diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung merupakan kelompok yang berisiko lebih tinggi mengalami infeksi virus ini. Flu tulang dapat menyebabkan infeksi berat dan kematian, bergantung pada kondisi organ kardiovaskular, pernapasan, serta neurologis.

Pengobatan penyakit chikungunya

Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan langsung penyakit flu tulang atau chikungunya. Seperti infeksi virus lainnya, penyakit flu tulang bersifat self limiting atau sembuh sendiri tanpa pengobatan. Lama penyakit ini dapat berlangsung selama 2-3 hari. Sebagian besar penderitanya akan mengalami perbaikan gejala dalam 1 minggu. Namun, nyeri sendi yang dirasakan dapat bertahan hingga beberapa bulan.Perawatan yang dilakukan pada flu tulang bertujuan untuk meredakan gejala yang dialami. Berikut adalah beberapa tindakan yang bisa direkomendasikan:
  • Banyak beristirahat
  • Minum air putih untuk mencegah dehidrasi
  • Meminum obat penurun demam dan pereda nyeri, seperti parasetamol dan ibuprofen.
  • Jangan mengonsumsi aspirin atau obat anti-inflamasi nonsteroid hingga dokter memastikan bahwa Anda tidak menderita demam berdarah dengue. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko perdarahan yang dapat terjadi.
  • Konsultasikanlah pada dokter Anda mengenai obat yang Anda konsumsi
Walaupun flu tulang telah mendapat pengobatan yang memadai, penyakit ini dapat terjadi secara berulang tanpa adanya infeksi baru. Kondisi ini disebabkan oleh virus yang bertahan pada otot atau persendian.

Pilihan obat chikungunya untuk mengatasi gejalanya

Sebenarnya tidak ada obat khusus yang dapat mengobati penyakit chikungunya. Namun, setidaknya terdapat beberapa pilihan obat chikungunya yang dapat mengatasi gejalanya seperti di bawah ini.

1. Naproxen

Obat ini ditujukan untuk menghalangi produksi prostaglandin, sebuah zat yang dapat memicu rasa sakit dan peradangan pada tubuh. Gejala nyeri sendi dan demam yang terjadi akibat chikungunya biasanya akan berkurang dalam beberapa hari seusai meminum obat ini.

2. Ibuprofen

Ibuprofen merupakan obat yang digunakan untuk mengurangi rasa nyeri, sakit, pembengkakan, dan peradangan akibat beragam macam penyakit termasuk chikungunya. Obat ini sama seperti naproxen yang dapat mengatasi nyeri sendi akibat chikungunya.

3. Paracetamol

Obat satu ini biasa digunakan untuk meredakan demam akibat flu tulang. Sama seperti naproxen, obat ini juga menghambat produksi prostaglandin yang memicu rasa nyeri, sakit, dan peradangan pada tubuh. Perbedaan dari obat ini adalah efek sampingnya yang lebih ringan dan tidak menyebabkan asam lambung atau sakit perut.

Pencegahan penyakit chikungunya

Hingga saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terinfeksi virus flu tulang. Oleh karena itu, kunci utama pencegahan penyakit ini dilakukan dengan mencegah gigitan nyamuk yang menyebarkan virus flu tulang.Untuk mengurangi risiko Anda terkena gigitan nyamuk pembawa penyakit ini, Anda dapat melakukan perlindungan dengan memakai obat pengusir serangga saat berpergian, dan menggunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang. Selain itu, saat berada di dalam ruangan, gunakan pendingin ruangan dan pasang lapisan pelindung pada pintu, jendela, serta ventilasi. Anda juga dapat memasang kelambu atau mengoleskan obat antinyamuk saat tidur.Upaya melakukan pemberantasan sarang nyamuk menjadi salah satu langkah penting dalam pencegahan flu tulang. Langkah pemberantasan ini dilakukan dengan cara 3M Plus, yaitu:
  1. Menguras, yaitu membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air. Contohnya pada bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan lainnya.
  2. Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air, seperti drum, kendi, tangki air, dan sebagainya.
  3. Mendaur ulang, yaitu memanfaatkan kembali atau daur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Selain 3M di atas, langkah pencegahan tambahan yang bisa Anda praktekkan adalah menaburkan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit untuk dibersihkan, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk di tempat air tergenang seperti kolam/penampung air kalau memungkinkan, dan menanam tanaman pengusir nyamuk agar membantu mengurangi perkembangbiakan nyamuk.Perilaku yang kurang baik, seperti kebiasaan menggantung pakaian dalam jumlah banyak dalam rumah dan membuang sampah sembarangan sebaiknya dihindari. Pada intinya, hilangkan sebisa mungkin tempat dimana nyamuk bisa bersembunyi di dalam dan luar rumah.Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk ini perlu lebih ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba karena banyaknya lokasi yang berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk.
chikungunyademam berdarah denguedemam berdarahflugigitan nyamuk
CDC. https://www.cdc.gov/chikungunya/index.html
Diakses pada Mei 2019
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-it-like-to-have-chikungunya-1958984
Diakses pada Mei 2019
Depkes RI. http://www.depkes.go.id/article/view/16020900002/kendalikan-dbd-dengan-psn-3m-plus.html
Diakses pada Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait