Cegah Bisul dengan Menerapkan Posisi Duduk yang Baik dan Benar

Posisi duduk yang baik tidak hanya bagus untuk kesehatan tulang dan otot, tapi juga untuk kulit Anda
Usahakan agar posisi kedua kaki Anda menapak di lantai ketika Anda duduk

Sebagian besar orang mungkin menghabiskan hari-harinya dengan duduk. Baik duduk di belakang meja saat bekerja dan sekolah, maupun duduk dalam kendaraan bermotor.

Ketahuilah bahwa duduk terlalu lama dan jarang berganti posisi bisa memengaruhi kesehatan, termasuk kulit. Misalnya, munculnya bisul. Karena itu, posisi duduk yang baik perlu Anda ketahui agar bisa memetik manfaatnya bagi kesehatan punggung, tulang belakang, hingga kulit.

Terlalu lama duduk bisa menimbulkan bisul

Bokong adalah area kulit yang cukup sering menjadi lokasi timbulnya bisul. Umumnya, bisul muncul akibat bakteri yang masuk ke folikel rambut dan menyebabkan infeksi. Infeksi ini lalu memicu benjolan memerah di kulit yang kemudian membengkak dan berisi nanah. 

Namun ada juga bisul yang muncul akibat kulit yang terus-menerus terkena tekanan dan gesekan di lokasi yang sama. Bisul ini dikenal dengan istilah kista pilonidal.

Kista pilonidal berupa benjolan yang muncul di ujung bawah tulang ekor, tepatnya pada bagian atas belahan bokong Anda. 

Pada Perang Dunia II, banyak tentara yang menderita kista pilonidal. Penyebabnya diperkirakan akibat banyak duduk dalam jeep, truk, dan tank.

Kini, kista pilonidal rentan dialami oleh orang-orang yang memiliki rutinitas lebih banyak duduk dan tidak mempraktikkan posisi duduk yang baik. Misalnya, mereka yang lebih sering duduk bersandar dengan posisi membungkuk, hingga tulang ekor tertekan dan tergesek permukaan kursi. 

Laki-laki yang berusia di atas 20 tahun, kegemukan, memiliki rambut-rambut di badan yang cukup lebat, mudah berkeringat, dan kurang aktif bergerak dikatakan memiliki risiko tinggi terkena kista pilonidal di bokongnya. 

Jika terinfeksi, kista pilonidal akan menjadi bisul yang rasanya sakit, sehingga mengganggu kenyamanan penderitanya saat duduk dan berjalan. Dari bisul tersebut juga bisa terbentuk semacam saluran nanah yang menyebarkan infeksi ke area lebih luas di bawah kult.

Karena salah satu faktor risikonya adalah terlalu lama duduk, upaya pencegahan bisul ini adalah dengan mempraktikkan posisi duduk yang baik dan benar. 

Posisi duduk yang baik untuk postur tubuh dan kesehatan

Posisi duduk yang baik sebetulnya tergantung dari tinggi badan, jenis kursi yang digunakan, serta aktivitas yang dilakukan sambil duduk. Beberapa prinsip yang bisa diterapkan meliputi:

  • Beranjaklah dari kursi setidaknya setiap satu jam sekali

Duduk terlalu lama selain menekan bokong dan tulang ekor juga mengurangi kelancaran aliran darah. Jadi usahakan berdiri dan bergerak sambil melakukan sedikit peregangan supaya otot tidak lelah dan aliran darah lancar kembali.

  • Beri ganjalan pada punggung bawah

Gunakan bantal kecil atau gulungan handuk yang diselipkan di antara punggung bawah dan sandaran kursi saat Anda duduk. Ganjalan ini akan membantu Anda untuk mencapai posisi duduk yang baik karena mencegah posisi tubuh melenting atau terlalu bungkuk. 

  • Sesuaikan ketinggian kursi yang Anda duduki

Pastikan kaki Anda bisa sepenuhnya menapak di lantai dan posisi lutut sejajar dengan paha dan pinggul saat duduk. Kalau kaki tidak sampai menapak, gunakan bangku kecil atau foot rest, sehingga kedua kaki tetap bisa menapak. Hindari duduk terlalu lama dalam posisi kaki bersilang karena bisa menghambat aliran darah. 

  • Atur posisi layar komputer Anda

Jika Anda duduk dan bekerja di depan layar komputer, atur agar posisinya sejajar dengan mata Anda. Jangan terlalu tinggi maupun terlalu rendah.

Posisi layar yang terlalu rendah akan cenderung membuat Anda duduk membungkuk, sementara posisi layar terlalu tinggi akan menyebabkan leher Anda pegal.

Selain itu, posisikan keyboard dan mouse sedemikian rupa agar Anda tidak perlu membungkuk saat menggunakannya. 

  • Atur posisi duduk ketika menyetir

Jika Anda menyetir mobil, atur posisi jok mobil agar Anda bisa menyapu pandangan ke jalan dan kaki Anda bisa sepenuhnya menekan pedal. 

Sesuaikan juga sandaran kursi mobil Anda. Jika posisinya terlalu ke belakang, Anda akan terpaksa agak menundukkan leher atau membungkukkan punggung untuk memegang setir. Gunakan pula batal kecil atau gulungan handuk untuk mengganjal punggung bagian bawah. 

Saat melakukan perjalanan jauh, istirahatlah tiap dua jam sekali. Anda bisa keluar dari mobil dan melakukan sedikit peregangan. 

Pada intinya, duduk di manapun, hindari posisi duduk yang membungkuk atau posisi melengkung ke samping. Selain itu, gantilah posisi duduk Anda secara berkala. Jangan duduk diam dalam satu posisi dalam durasi yang terlalu lama. 

Membiasakan posisi duduk yang baik memang butuh waktu. Tapi dengan mengingat dan menerapkan prinsip duduk di atas, Anda akan terbiasa dan bisa mendapatkan manfaatnya bagi kesehatan tubuh, termasuk kulit. 

Healthline. https://www.healthline.com/health/sitting-positions#basic-positioning
Diakses pada 24 Juni 2019

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/pilonidal_cyst/article.htm#what_are_risk_factors_for_a_pilonidal_cyst
Diakses pada 24 Juni 2019

RAC. https://www.rac.co.uk/drive/advice/driving-advice/ergonomic-driving-guide-are-you-sitting-comfortably/
Diakses pada 24 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed