Cegah Bakteri Pemakan Daging dengan Perilaku Hidup Sehat!

Bakteri necrotizing fasciitis dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat dan bersih
Perilaku hidup sehat akan mencegah munculnya infeksi bakteri necrotizing fasciitis

Perilaku hidup sehat tidak hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga untuk mencegah terserang penyakit atau infeksi tertentu. Terdapat banyak penyakit dan infeksi mematikan serta berbahaya yang terlihat menyeramkan yang bisa dicegah dengan perilaku hidup sehat.

Salah satunya adalah infeksi bakteri yang disebut sebagai necrotizing fasciitis. Necrotizing fasciitis dikenal dengan istilah “bakteri pemakan daging”. Istilah tersebut muncul dari ciri khas yang ditimbulkan oleh infeksi ini.

[[artikel-terkait]]

Tangkal necrotizing fasciitis dengan perilaku hidup sehat

Necrotizing fasciitis merupakan penyakit yang bisa mengakibatkan efek yang fatal, seperti harus dilakukannya amputasi pada anggota tubuh yang terinfeksi necrotizing fasciitis. Oleh karenanya, akan lebih baik jika Anda bisa mencegah terjangkit necrotizing fasciitis.

Perilaku hidup sehat bisa mencegah Anda mengalami necrotizing fasciitis. Umumnya, infeksi bakteri muncul karena adanya luka. Oleh karenanya, perilaku hidup sehat dengan menjaga kebersihan luka penting untuk dilakukan.

Luka sekecil apapun harus ditangani dengan hati-hati dan steril, seperti membersihkan luka dengan air dan sabun, menutupi luka dengan perban yang bersih dan kering, menangani infeksi jamur dengan segera, serta menghubungi dokter untuk luka yang lebih serius dan dalam.

Jika Anda memiliki luka atau infeksi kulit, hindari berenang di kolam renang, sungai, danau, ataupun laut untuk sementara. Hindari pula berendam di pemandian air panas.

Terapkan perilaku hidup sehat seperti selalu mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum mempersiapkan makanan atau mengonsumsi makanan, setelah menggunakan kamar mandi, serta sehabis bersin atau batuk.

Sekilas mengenai necrotizing fasciitis

Necrotizing fasciitis merusak jaringan kulit dan lemak pada tubuh yang membuat kondisi ini dikenal sebagai “bakteri pemakan daging”. Infeksi bakteri necrotizing fasciitis jarang terjadi tetapi efek yang ditimbulkan sangat berbahaya.

Necrotizing fasciitis umumnya diakibatkan oleh bakteri streptococcus kelompok A. Bakteri ini sebenarnya adalah bakteri penyebab radang tenggorokan, tetapi pada kasus tertentu, infeksi bakteri yang memasuki kulit bisa menimbulkan necrotizing fasciitis.

Infeksi bakteri bisa terjadi ketika bakteri masuk ke kulit melalui luka goresan, cedera, luka bakar, luka tusukan, luka bekas bedah, ataupun karena gigitan serangga. Oleh karenanya, perilaku hidup sehat, seperti menerapkan kebersihan diri yang baik bisa mencegah infeksi ini.

Necrotizing fasciitis bahkan bisa muncul meskipun tidak terdapat luka fisik pada bagian permukaan kulit, seperti cedera otot dan sebagainya. Infeksi bakteri necrotizing fasciitis bisa menular jika penderita melakukan kontak kulit dengan orang lain.

Namun, penularan kontak kulit jarang terjadi. Orang yang terinfeksi umumnya tertular penyakit ini ketika memiliki luka, memiliki sistem imun yang lemah, atau cacar air.

Tanda-tanda dari necrotizing fasciitis

Gejala dari necrotizing fasciitis sulit untuk dideteksi pada awalnya, karena gejala yang terlihat tidak terlihat serius dan menyerupai penyakit flu. Gejala awal bisa muncul yang terasa hanya kulit yang berwarna merah dan terasa hangat atau seperti cedera otot biasa.

Perilaku hidup sehat dapat mencegah necrotizing fasciitis, tetapi mengetahui indikasi dari infeksi bakteri necrotizing fasciitis bisa menolong Anda untuk mengurangi efek berbahaya dari necrotizing fasciitis.

Terkadang penderita juga mendapati adanya benjolan merah berukuran kecil yang menyakitkan, tetapi seiring berjalannya waktu, rasa sakit dan benjolan tersebut bertambah parah.

Perubahan warna kulit, lepuhan, benjolan-benjolan, luka di kulit, titik-titik hitam, atau nanah mulai muncul pada daerah yang terinfeksi. Selanjutnya, penderita akan mengalami demam, pusing, muntah, mual, frekuensi buang air kecil yang makin berkurang, dan rasa lemas.

Siapa saja yang berisiko terkena necrotizing fasciitis?

Anda akan lebih rentan terkena necrotizing fasciitis bila Anda memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan terserang dengan penyakit lain, seperti diabetes, kanker, dan sebagainya.

Selain itu, Anda juga lebih berisiko terkena necrotizing fasciitis apabila memiliki luka di kulit, mengalami penyakit jantung atau paru, menggunakan narkotika, dan menggunakan steroid.

Penanganan necrotizing fasciitis

Penanganan necrotizing fasciitis dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik yang kuat ke dalam pembuluh darah. Namun, sebelum menginjeksi antibiotik, dokter akan mengeluarkan jaringan tubuh yang sudah mati agar antibiotik bisa masuk ke dalam daerah yang terinfeksi. 

Pada kasus yang sudah parah, infeksi tidak bisa dihentikan dan hanya dapat dicegah penyeberannya dengan metode amputasi. Oleh karenanya, segera konsultasikan dengan dokter bila Anda merasa mengalami tanda-tanda dari necrotizing fasciitis.

Artikel Terkait

Banner Telemed