Cedera tendon dapat disebabkan karena injeksi steroid ke dalam tendon
Cedera tendon dapat disebabkan karena olahraga yang berlebihan atau terlalu berat

Tendon merupakan sebuah jaringan berserat yang menempelkan otot pada tulang di tubuh manusia. Beban yang diberikan pada tendon mungkin dapat lebih dari lima kali berat badan Anda. Tidak heran, pada beberapa kasus tendon kerap ditemukan putus atau robek. Tidak jarang juga tendon mengalami peradarangan atau disebut juga tendinitis.

Cedera tendon dapat disebabkan karena berbagai hal, termasuk karena injeksi steroid ke dalam tendon, penyakit tertentu (seperti asam urat atau hiperparatiroidisme).    

Meskipun cukup jarang terjadi, tendon robek dapat menjadi masalah yang serius. Seseorang dengan cedera tendon akan merasakan rasa sakit luar biasa, bahkan bisa menyebabkan cacat permanen jika tidak diobati dengan tepat dan cepat.

Namun, perlu dipahami bahwa tiap jenis ruptur tendon memiliki tanda-tanda dan gejala-gejalanya sendiri. Kebanyakan dari jenis cedera ini dapat ditangani dengan pembedahan, tergantung pada keparahan robeknya tendon yang dialami.

Berikut ini adalah empat bagian tubuh paling sering mengalami ruptur atau cedera tendon, di antaranya:

  1. Quadriceps
  2. Achilles
  3. Rotator Cuff
  4. Bisep

Penyebab Cedera Tendon

Secara umum, robek atau cedera tendon terjadi pada pria paruh baya atau lebih tua. Cedera tendon pada orang tua juga dapat menandakan adanya penyakit tertentu (seperti gout dan hiperparatiroidisme).

Berbeda dengan anak muda, yang biasanya disebabkan oleh aktivitas berat saat olahraga dan bermain. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum tendon robek, di antaranya:

  1. Usia lanjut. Seiring bertambahnya usia, pasokan darah dalam tubuh Anda akan menurun. Kondisi ini mengurangi darah yang masuk ke tendon, sehingga tendon menjadi semakin lemah.

  2. Gerakan ekstrem. Ketika tubuh Anda berkontraksi, itu artinya otot Anda sedang membentang ke arah yang berlawanan. Gerakan yang terlalu berat dapat menimbulkan peningkatan stres ditempatkan pada tendon yang terlibat sehingga menyebabkan cedera.

  3. Trauma pada bagian tubuh, seperti lutut, bahu, dan beberapa bagian tubuh lain. Trauma ini dapat disebabkan oleh aktivitas berat, seperti olahraga dan mengangkat beban terlalu berat.

Gejala Cedera Tendon

Cedera tendon dapat diidentifikasi dengan adanya tanda-tanda atau gejala-gejala berikut:

  • Terdengar atau terasa ada bagian tubuh yang tertarik dan putus
  • Rasa sakit yang luar biasa hebat
  • Muncul memar-memar
  • Bagian tubuh tersebut menjadi semakin lemah
  • Ketidakmampuan untuk menggunakan lengan atau kaki yang cedera
  • Ketidakmampuan untuk memindahkan bagian tubuh yang cedera
  • Ketidakmampuan untuk menopang berat badan
  • Deformitas (perubahan struktur dan posisi tulang atau persendian) pada bagian tubuh tertentu

Pengobatan Cedera Tendon

Jika Anda mengalami cedera tendon, pastikan untuk segera menghubungi dokter. Lebih dianjurkan lagi untuk langsung mendatangi bagian gawat darurat rumah sakit jika kondisi yang dialami termasuk parah dan menyakitkan, apalagi jika sudah muncul gejala seperti tidak mampu menggerakkan bagian tubuh dan deformitas.

Anda mungkin akan mendapatkan perawatan seperti pemberian obat hingga tindakan operasi untuk memperbaiki struktur tendon yang rusak.

Itulah beberapa informasi penting seputar cedera tendon yang perlu Anda ketahui. Jika hal ini terjadi pada Anda, segera lakukan pemeriksaan lanjut. Anda juga dapat menghindari cedera tendon terjadi dengan menghindari penyebab-penyebab yang dapat mengakibatkannya.

Artikel Terkait

Banner Telemed