Cedera Pangkal Paha: Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

Nyeri di selangkangan dan bagian dalam paha dapat menjadi gejala cedera pangkal paha
Cedera pangkal paha dapat terjadi saat aktivitas fisik berat

Cedera pangkal paha merupakan kondisi nyeri pada otot pangkal paha akibat banyaknya tekanan atau adanya benturan keras yang dialami. Apabila otot di area ini tegang, mereka dapat robek atau meregang secara berlebihan.

Cedera pangkal paha biasa terjadi pada orang yang banyak melakukan aktivitas fisik tinggi yang membutuhkan banyak gerakan berlari dan melompat. Apalagi jika gerakan tersebut dilakukan secara tiba-tiba dengan perubahan arah. Bisa dipastikan risiko cedera pangkal paha akan sangat tinggi.

Gejala Cedera Pangkal Paha

Apabila Anda mengalami rasa sakit dan nyeri di bagian pangkal paha dan selangkangan, ada kemungkinan Anda mengalami cedera pangkal paha. Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat Anda kenali:

  1. Nyeri di selangkangan dan bagian dalam paha
  2. Nyeri saat Anda mendekatkan/merapatkan kaki
  3. Nyeri saat mengangkat lutut
  4. Terasa ada bunyi “pop” atau suara patahan saat cedera terjadi, yang kemudian diikuti oleh rasa sakit yang hebat

Tingkat Keparahan Cedera Pangkal Paha

Secara umum, cedera pangkal paha dapat terjadi dalam beberapa tingkatan keparahan, yaitu:

  • Tingkat 1: Nyeri ringan, sedikit kehilangan kekuatan atau gerakan
  • Tingkat 2: Nyeri sedang, kehilangan kekuatan ringan hingga sedang dan mengalami beberapa kerusakan jaringan
  • Tingkat 3: Nyeri yang parah, kehilangan kekuatan dan fungsi yang parah karena robekan otot yang lengkap

Untuk mendiagnosis cedera pangkal paha, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang menyeluruh. Tes seperti mengambil foto X-ray dan MRI (magnetic resonance imaging) untuk mengetahui hasil yang lebih pasti.

Cara Mengobati Cedera Pangkal Paha

Pada cedera pangkal paha ringan, rasa sakit dan nyeri perlahan akan hilang karena biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Yang perlu diperhatikan hanyalah waktu dan istirahat. Namun, jika Anda ingin mempercepat waktu pemulihan, lakukanlah hal-hal berikut:

  • Kompres es pada bagian paha yang mengalami cedera. Cara ini penting untuk mencegah pembengkakan dan mengurangi rasa nyeri. Para ahli menyarankan untuk melakukannya selama 20-30 menit setiap 3-4 jam selama 2-3 hari, atau sampai rasa sakit hilang.
  • Gunakan perban pada paha Anda untuk mencegah bengkak terjadi.
  • Minum obat pereda rasa sakit anti-inflamasi. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen dan naproxen, akan membantu meredakan rasa sakit dan pembengkakan. Pastikan untuk menanyakan rekomendasi dokter.
  • Untuk membantu penyembuhan jaringan, Anda dapat meminta terapis untuk memandu Anda dalam latihan peregangan dan penguatan otot-otot.

Jika cedera yang Anda alami ternyata parah, ada kemungkinan Anda akan menjalani tindakan operasi untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada ligamen atau tendon. Akan tetapi, apabila sudah sangat parah, beberapa pasien akan kesulitan untuk mendapatkan kondisi fisik yang kuat dan lentur seperti sedia kala.

Cara Mencegah Cedera Pangkal Paha

Mengingat bahwa cedera pangkal paha merupakan kondisi cedera yang menyakitkan dan melemahkan, ada baiknya untuk melakukan pencegahan sebelum hal tersebut terjadi. Untuk itu, Anda perlu melakukan beberapa upaya, di antaranya:

  1. Lakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas fisik. Hal ini penting untuk meningkatkan fleksibilitas otot dan memperlancar aliran darah sehingga otot menjadi lebih kuat.
  2. Kenakan sepatu dengan ukuran yang tepat dan model yang sesuai dengan aktivitas yang Anda lakukan.
  3. Tingkatkan intensitas aktivitas fisik Anda secara perlahan. Jangan terlalu memaksakan diri.
  4. Hentikan aktivitas fisik jika Anda merasa sakit atau sesak di selangkangan atau di area paha dalam.

Lakukan latihan penguatan secara teratur untuk otot paha Anda, khususnya jika Anda sudah pernah mengalami cedera pangkal paha sebelumnya.

WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/groin-pull

Sports Injury. https://www.sports-health.com/sports-injuries/groin-injuries/common-types-groin-injury

Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed