Kenali Penyebab dan Cara Menangani Lutut Terkilir

(0)
06 May 2019|Giovanni Jessica
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Lutut terkilir saat jatuhLutut terkilir dapat mengganggu pergerakan
Lutut terkilir atau keseleo merupakan salah satu cedera yang biasa terjadi, baik dalam kegiatan olahraga atau saat beraktivitas sehari-hari. Seorang yang mengalami lutut terkilir akan merasakan nyeri, tergantung dari tingkat keparahannya.Lutut terkilir dapat disebabkan oleh gangguan berbagai struktur yang ada di lutut. Penyebab yang paling sering terjadi adalah cedera pada Anterior Cruciate Ligament (ACL). Lutut terkilir banyak dialami oleh atlet pada olahraga sepakbola, basket, dan olahraga lain yang dapat menyebabkan lutut terputar, gerakan melompat yang salah, hingga berhenti dan berubah arah secara tiba-tiba. Kecelakaan lalu lintas dan terjatuh juga dapat menjadi penyebab lutut terkilir.

Penyebab lutut terkilir saat berolahraga

Beberapa penyebab lutut terkilir atau keseleo yang sering dialami saat berolahraga, antara lain:

1. Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL)

ACL merupakan salah satu ligamen lutut yang berfungsi untuk menghubungkan tulang paha dan tulang betis, serta membantu menstabilkan sendi lutut. Ligamen ini berjalan menyilang pada sendi lutut. Cedera ACL terjadi ketika melakukan olahraga atau aktivitas yang memberi tekanan berat pada lutut.Wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami lutut terkilir akibat cedera ACL dibandingkan pria. Hal ini dikarenakan struktur anatomi, kekuatan otot, dan pengaruh hormonal yang berbeda di antara pria dan wanita. Seseorang yang mengalami cedera ACL memiliki risiko tinggi untuk mengalami osteoartritis di kemudian hari.

2. Cedera Lateral Collateral Ligament (LCL)

LCL merupakan ligamen yang berada pada kedua sisi lutut. Ligamen yang berada di sisi dalam dinamakan Medial Collateral Ligament (MCL) dan sisi luar dinamakan Lateral Collateral Ligament (LCL).  Kedua ligamen ini bersama dengan ACL berfungsi menjaga kestabilan lutut.Adanya tekanan atau trauma dari sisi samping lutut dapat menyebabkan cedera LCL. Trauma dari sisi luar lutut akan menyebabkan cedera pada MCL dan sebaliknya, trauma dari sisi dalam dapat menyebabkan cedera LCL. Cedera MCL lebih sering terjadi dibandingkan LCL karena strukturnya yang lebih kompleks.

3. Robekan meniskus (meniscus tear)

Lutut terkilir juga dapat menyebabkan cedera pada meniskus. Meniskus merupakan dua keping kartilago (tulang lunak) yang berada di antara permukaan tulang paha dan tulang kering. Meniskus ini berfungsi sebagai penyerap tekanan pada sendi lutut dan membantu stabilisasi lutut.Robekan meniskus dapat terjadi akibat cedera olahraga. Gerakan berputar, memotong, pivot, atau terkena tackle dapat menyebabkan cedera meniskus. Adanya robekan meniskus juga dapat berdampak pada artritis. Meniskus menjadi lebih rentan mengalami cedera seiring dengan pertambahan usia.

4. Tendinitis dan robekan tendon (puptured tendon)

Masalah pada tendon juga dapat menjadi penyebab lutut terkilir. Lutut memiliki tedon quadrisep dan patellar yang bisa mengalami robekan saat lutut terkilir. Cedera ini lebih sering terjadi pada orang dewasa yang melakukan olahraga lari atau melompat.Terjatuh, trauma langsung pada lutut, dan mendarat dengan tidak benar setelah melompat merupakan penyebab robekan tendon yang sering terjadi. Selain robek, tendinitis juga rentan terjadi, yaitu peradangan pada tendon. Peradangan ini sering terjadi pada atlet yang banyak melakukan gerakan melompat.

Penanganan lutut terkilir

Ketika mengalami lutut terkilir atau keseleo, lakukan metode RICE, yang terdiri dari istirahat (Rest), kompres es (Ice), kompresi dengan perban elastis (Compression), dan mengangkat kaki ke posisi yang lebih tinggi (Elevate) untuk membantu mengurangi gejala. Segera cari pertolongan dokter apabila Anda mengalami gejala berikut saat mengalami lutut terkilir:
  • Terdengar bunyi "pop" dan merasa lutut seperti terlepas saat terjadi cedera
  • Nyeri lutut yang hebat
  • Tidak dapat menggerakkan lutut
  • Sulit berjalan
  • Terjadi bengkak pada daerah yang mengalami cedera
Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti rontgen atau magnetic resonance imaging (MRI), bila diperlukan untuk menentukan penyebab lutut Anda terkilir. Penanganan lutut Anda bergantung pada tingkat keparahan, usia, kondisi kesehatan, dan juga aktivitas yang Anda lakukan.

Bagaimana cara agar lutut terkilir tidak datang lagi

Lutut terkilir maupun kerusakan otot lebih berisiko terjadi jika Anda baru pertama kali melakukan suatu jenis olahraga yang melibatkan bagian otot yang jarang dilatih.Meski demikian, para atlet, khusus atlet lari dan senam, juga berpotensi mengalami keseleo jika beban latihan yang sedang mereka lakukan terlalu berat dan membuat otot menegang.Otot dan sendi seseorang yang jarang berolahraga cenderung akan menjadi lebih kaku dan berisiko mengalami keseleo. Teknik olahraga yang buruk serta tidak melakukan pemanasan juga bisa menjadi penyebab keseleo. Tak hanya itu, otot yang kelelahan juga umumnya tida dapat menyangga sendi dengan sempurna.Agar lutut terkilir tidak datang lagi, gunakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang tepat serta lakukan pemanasan sebelum Anda melakukan olahraga. Jangan lupa pula untuk melakukan pendinginan setelah berolahraga untuk membantu sendi dan otot menjadi lebih fleksibel sehingga tidak mudah cedera.Sebaiknya tunda olahraga saat fisik jika Anda sedang merasa lelah. Sebagai langkah pencegahan sehari-hari, Anda sebaiknya makan makanan sehat dan segar untuk menjaga kekuatan otot dan sendi.
keseleoterkilir
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319324.php
Diakses pada April 2019
OrthoInfo. https://www.orthoinfo.org/en/diseases--conditions/common-knee-injuries/
Diakses pada April 2019
OrthoInfo. https://www.orthoinfo.org/en/diseases--conditions/anterior-cruciate-ligament-acl-injuries/
Diakses pada April 2019
OrthoInfo. https://www.orthoinfo.org/en/diseases--conditions/collateral-ligament-injuries/
Diakses pada April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acl-injury/symptoms-causes/syc-20350738
Diakses pada April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/topical-pain-relievers
Diakses pada 13 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait