Cedera Lutut: Penyebab, Gejala, dan Perawatannya


Cedera lutut bisa dikarenakan benturan pada lutut, salah satunya adalah bursitis. Cara mengobati bursitis dengan mengeluarkan cairan pelumas berlebih dari bursa di lutut. Cedera yang tidak serius bisa dirawat secara mandiri, misalnya mengompres lutut dengan es.

(0)
03 May 2019|Aby Rachman
Nyeri, bengkak, hingga tidak dapat menggerakkan lutut merupakan  gejala cedera lutut.Cedera lutut dapat terjadi saat melakukan aktivitas berat, seperti olahraga dan latihan fisik lain.
Menjadi aktif bergerak adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan sendi dan tubuh yang sehat. Sayangnya, rutin melakukan aktivitas berat seperti olahraga dan latihan fisik lain berisiko menimbulkan cedera, khususnya cedera lutut. Lutut merupakan bagian tubuh yang bekerja keras saat Anda beraktivitas. Beban berlebih pada lutut dapat mengakibatkan cedera pada ligamen lutut, yakni pita-pita keras yang menghubungkan tulang dalam lutut. Beberapa jenis cedera lutut yang paling umum terjadi, yaitu ligamen terkilir, meniskus robek, dan tendinitis.

Penyebab cedera lutut

Cedera lutut yang terjadi secara tiba-tiba dapat menimbulkan rasa nyeri, bengkak, ataupun memar. Penyebab cedera dapat disebabkan karena benturan keras yang langsung terkena lutut, memutar lutut secara tiba-tiba saat telapak kaki berpijak pada tanah, terjatuh, menekuk lutut secara tiba-tiba, berhenti mendadak saat sedang berlari, melompat, dan mendarat dengan lutut tertekuk, juga memindahkan beban berat badan dari satu kaki ke kaki lain secara tiba-tiba.Selain itu, ada beberapa kondisi yang menjadi penyebab cedera lutut. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Bursitis

Bursitis adalah salah satu cedera lutut yang terjadi akibat peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada bagian bursa (kantong yang berisi cairan pelumas yang terletak di area sendi). Jika Anda kerap mengalami jatuh dan benturan keras, bursa yang bekerja sebagai bantalan untuk mengatasi sendi bergerak dapat mengalami iritasi.

2. Dislokasi Tempurung

Cedera ini terjadi saat tempurung lutut bergeser dari posisi. akibatnya, akan muncul nyeri lutut dan bengkak. Kondisi kerap terjadi akibat benturan keras saat olahraga atau kecelakaan.

3. Osteoartritis 

Osteoartritis adalah jenis arthritis yang kerap dialami oleh seseorang dengan usia 50 tahun ke atas. Kondisi ini menyebabkan sendi lutut terasa sakit atau membengkak saat seseorang aktif bergerak.

4. Patella tendinitis

Cedera yang satu ini menandakan adanya peradangan di tendon yang menghubungkan tempurung lutut ke tulang kering. Tendon adalah pita jaringan keras yang menghubungkan otot ke tulang Anda. Ketika Anda terlalu banyak berolahraga, mereka dapat mengalami peradangan dan sakit.

5. Sindrom nyeri patellofemoral 

Ini merupakan sebuah cedera yang terjadi akibat ketidakseimbangan otot, sesak, dan masalah keselarasan pada kaki. Ini menyebabkan nyeri lutut dan kesulitan untuk menekuknya.

Gejala cedera lutut

Saat seseorang mengalami cedera lutut, tentu hal yang terasa adalah rasa sakit luar biasa pada bagian lutut. Namun, tingkatan rasa sakit dan di mana rasa sakit itu muncul dapat beragam, bergantung pada keparahan dari cedera yang Anda alami. Berikut ini adalah beberapa gejala cedera yang biasa terjadi pada orang yang mengalami cedera lutut, di antaranya:
  • Nyeri, biasanya akan timbul rasa nyeri saat menekuk atau meluruskan lutut, khususnya saat naik dan turun tangga
  • Pembengkakan dan memar
  • Sulit bertopang pada lutut
  • Tidak dapat menggerakkan lutut.
Jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan pada dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Anda mungkin juga akan membutuhkan pemeriksaan dengan sinar X atau MRI untuk melihat langsung kondisi lutut Anda.

Perawatan cedera lutut

Ketika mengalami cedera, hentikan semua aktivitas fisik yang sedang dijalani. Bila lutut nyeri dan bengkak, jangan melakukan pemijatan pada sendi yang cedera, istirahatkan sendi lutut untuk mengurangi rasa nyeri. Bila rasa nyeri bertambah, hubungi dan konsultasikan kepada dokter untuk penanganan lebih lanjut.Jika dokter mengatakan Anda tidak mengalami cedera yang serius, Anda dapat melakukan perawatan cedera di rumah dengan mandiri. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempercepat proses pemulihan, di antaranya:
  • Istirahatkan lutut Anda. Luangkan beberapa hari untuk berhenti total dari aktivitas intens yang membutuhkan banyak gerakan pada kaki.
  • Kompres lutut dengan es. Penggunaan es ini penting untuk meredakan nyeri lutut dan bengkak. Lakukan selama 15 hingga 20 menit setiap 3 hingga 4 jam. Terus lakukan selama 2 hingga 3 hari atau sampai rasa sakit hilang.
  • Perban lutut Anda. Gunakan perban elastis dan tali untuk membungkus lutut yang mengalami cedera. Cara ini akan menahan bengkak dan menjaga lutut dalam posisi yang tepat.
  • Tinggikan lutut Anda dengan bantal di bawah tumit saat Anda duduk atau berbaring untuk mengurangi pembengkakan.
  • Minum obat antiradang dan pereda rasa sakit. Obat antiradang nonsteroid, seperti ibuprofen atau naproxen, akan membantu meredakan rasa sakit dan pembengkakan. Mintalah instruksi dari dokter untuk penggunaan obat yang tepat.
  • Lakukan latihan peregangan dan penguatan jika dokter/ahli terapi sudah menyarankannya.
Namun, sebagian orang dengan cedera lutut serius akan membutuhkan tindakan yang lebih banyak. Misalnya, jika Anda mengalami bursitis, dokter Anda mungkin perlu mengeluarkan cairan berlebih dari bursa di lutut Anda. Jika Anda menderita radang sendi, Anda mungkin perlu kortikosteroid untuk meredakan peradangan. Serta jika Anda memiliki ligamen robek atau cedera lutut tertentu, Anda mungkin perlu menjalani tindakan operasi.Itulah beberapa hal penting seputar cedera lutut yang dapat Anda ketahui. Meskipun mayoritas cedera lutut dapat disembuhkan, ada baiknya untuk menghindari cedera terjadi dengan selalu melakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas berat.Narasumber:
dr. Fanny Aliwarga, Sp.KFR

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Eka Hospital BSD
cederacedera lutut
WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/knee-pain/knee-pain-causesMayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/knee-pain/symptoms-causes/syc-20350849Diakses pada Oktober 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait