Cedera Ditangani Tukang Urut, Aman atau Berbahaya?

(0)
18 Jun 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cedera sebaiknya tidak ditangani oleh tukang urutIlustrasi penanganan cedera
Di Indonesia, melakukan pijat di tukang urut ketika mengalami cedera, seperti terkilir atau keseleo, adalah hal yang lumrah. Bahkan ada anggapan yang menyatakan keseleo harus segera diurut sesaat setelah kejadian agar proses penyembuhan dapat berjalan lebih cepat.Saat cedera yang masih ‘hangat’ itu diurut, tentu Anda akan merasakan sakit yang luar. Namun, tidak sedikit orang yang percaya semakin sakit badan Anda saat diurut, semakin cepat pula cedera tersebut dapat sembuh.Bagaimana kacamata medis melihat fenomena ini? Apakah memang mengurut cedera efektif mempercepat penyembuhan ataukah justru mengundang bahaya yang tidak kita ketahui? Berikut penjelasannya.

Jangan pijat di tukang urut sesaat setelah cedera

Pijat atau urut memang bukanlah hal yang tabu dilakukan ketika Anda mengalami cedera. Bahkan, para atlet profesional menggunakan jasa terapis untuk membantu mereka dalam masa rehabilitasi pascacedera agar lekas bugar dan dapat kembali bermain ke lapangan.Meskipun demikian, pijat penyembuhan ini tidak boleh dilakukan sesaat setelah Anda mengalami cedera. Urut merupakan salah satu dari empat hal yang bahkan harus dihindari dalam 48-72 jam setelah cedera, selain mengaplikasikan pemanas (misalnya balsem), mengoles alkohol, dan berlari.Mengurut area yang cedera pada dasarnya akan meningkatkan aliran darah di sekitar cedera sehingga akan mengakibatkan bengkak. Selain itu, tekanan yang dilakukan tukang urut berpotensi menambah parah cedera yang Anda alami, apalagi jika dilakukan sesaat setelah cedera terjadi.Satu-satunya orang yang boleh ‘memijat’ cedera Anda sesaat setelah kejadian adalah fisioterapis atau dokter yang paham betul tentang struktur area yang mengalami sakit tersebut, bukan tukang urut. Pijatan yang dilakukan pun tidak akan menyakitkan karena area yang cedera pada dasarnya memang tidak boleh digerakkan secara agresif setidaknya hingga 72 jam ke depan.

Ketimbang ke tukang urut, lakukan hal ini saat cedera

Jika Anda bersikeras mendatangi tukang urut untuk menyembuhkan cedera, ada hal yang harus Anda perhatikan agar terhindar dari cedera yang kian parah, yaitu:
  • Lakukan pertolongan pertama terlebih dahulu

Sesaat setelah cedera, jangan langsung datang ke tukang urut. Sebaliknya, Anda dapat melakukan pertolongan pertama berupa proteksi (melindungi area cedera dengan alat tertentu, misalnya perban) dan melakukan metode RICE, yaikni rest (mengistirahatkan area yang cedera), ice (mengompres dengan es yang dilapisi handuk), compression (membebatkan perban untuk mencegah bengkak), dan elevate (mengangkat bagian yang cedera lebih tinggi dari badan).
  • Segera ke dokter jika nyeri tidak tertahankan dan timbul perdarahan

JIka terjadi perdarahan atau nyeri tertahankan, sebaiknya Anda segera pergi ke dokter untuk mencegah kondisi syok yang bisa mengancam keselamatan diri Anda.
  • Pilih fisioterapis yang kompeten

Fisioterapis yang kompeten biasanya bisa mengetahui secara persis bagian cedera Anda sehingga dapat merekomendasikan pemijatan yang spesifik agar penyembuhan berlangsung lebih cepat.

Perawatan cedera di dokter

Dibanding ke tukang urut, Anda lebih disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter bila mengalami cedera untuk mendapat perawatan yang lebih menyeluruh. Dokter akan menyarankan metode penyembuhan sesuai dengan kondisi cedera Anda, misalnya:
  • Fisioterapi

Fisioterapi adalah perawatan dengan tenaga ahli yang melibatkan pijat serta latihan tertentu untuk menguatkan otot agar area yang cedera bisa kembali berfungsi secara normal dan meminimalisir terjadinya cedera berulang.
  • Injeksi kortikosteroid

Injeksi kortikosteroid merupakan penyuntikan obat untuk mengurangi peradangan atau rasa sakit pada cedera parah, namun efek obat ini biasanya hanya untuk jangka pendek dan dapat diulang hingga 2-3 kali dalam setahun.
  • Operasi

Prosedur operasi hanya dilakukan bila cedera Anda sangat parah, misalnya mengakibatkan tulang retak atau patah.Jika Anda cedera, sebaiknya tangani dulu dengan berbagai tindakan pertolongan pertama yang telah disebutkan di atas, ketimbang berkunjung ke tukang urut. Apabila cedera yang Anda alami semakin buruk, segera periksakan diri ke fisioterapis atau dokter yang kompeten.
cedera
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2953308/
Diakses pada 2 Juni 2020
Better Care Victoria State Government. https://www.bettersafercare.vic.gov.au/sites/default/files/2019-07/Ankle%20sprains.pdf
Diakses pada 2 Juni 2020
Fremont College. https://fremont.edu/massage-techniques-for-acute-ankle-sprains/
Diakses pada 2 Juni 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/sports-injuries/treatment/
Diakses pada 2 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait