Catat, Makanan dan Kebiasaan Ini Merupakan Pantangan Penyakit Jantung

Salah satu pantangan penyakit jantung adalah duduk berjam-jam tanpa olahraga
Duduk berjam-jam depan komputer ditambah stres berlebih dapat memicu penyakit jantung

Bagi siapapun yang pernah berurusan dengan penyakit jantung, tentu tak ingin mengulangi untuk kedua kalinya. Itu sebabnya, penting untuk mencatat – bahkan menghafal di luar kepala – apa saja makanan dan kebiasaan yang termasuk pantangan penyakit jantung. Jangan sampai gaya hidup salah justru membuat risiko meningkat.

Apalagi, orang yang memiliki riwayat penyakit jantung harus tahu penyakit berikutnya yang mengintai: stroke. Gaya hidup dan pola makan adalah dua hal yang sangat menentukan apakah penderita jantung atau yang berisiko bisa benar-benar aman darinya.

Kebiasaan pantangan penyakit jantung

Tak ada kata terlambat untuk mengubah kebiasaan dan meninggalkan pantangan penyakit jantung. Pertama-tama, petakan apa saja kebiasaan tidak wajar yang sebelumnya sering dilakukan. Baru kemudian bisa diketahui mana yang termasuk pantangan penyakit jantung dan mana yang aman dilakukan.

Beberapa aktivitas yang termasuk pantangan penyakit jantung adalah:

  • Terlalu banyak duduk

Kebiasaan duduk seharian selama 5-8 jam setiap harinya dua kali lipat lebih berisiko ketimbang orang yang aktif berolahraga. Temuan ini merupakan hasil penelitian yang dirilis di American Heart Association pada Januari 2014 lalu.

Jika memiliki profesi yang mengharuskan duduk seharian, upayakan berdiri dan berjalan selama 5 menit setiap jamnya. Aktivitas ini akan membuat pembuluh darah tetap fleksibel sehingga sirkulasi darah lancar.

  • Stres berlebih

Ketika merasa stres, detak jantung dan tekanan darah akan meningkat. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, hal ini rentan menyebabkan kerusakan pembuluh darah di jantung sekaligus risiko serangan jantung. 

Mengingat pemicu stres pasti terjadi, sebaiknya cari tahu apa aktivitas yang bisa melepaskan stres diri sendiri. Entah itu bercerita dengan orang lain, melakukan aktivitas yang disukai, berolahraga ringan, atau merencanakan hal lainnya.

  • Menjaga kebersihan gigi

Rupanya, orang yang menjaga kebersihan gigi juga mengalami lebih sedikit masalah terkait jantung. Ini terjadi karena bakteri yang berhubungan dengan masalah gusi rentan mengakibatkan peradangan atau inflamasi dalam tubuh.

Ketika seseorang mengalami peradangan, maka risiko terkena penyakit jantung juga meningkat. Selain menggosok gigi setelah makan, penggunaan dental floss juga disarankan.

  • Kurang tidur

Beri waktu jantung beristirahat setelah beraktivitas seharian. Untuk itu, pastikan kualitas tidur malam hari tetap terjaga, terlepas dari apapun aktivitas Anda.

Tahapan tidur di malam hari yang melibatkan fase REM dan non-REM terbukti meningkatkan kesehatan jantung. Lebih jauh lagi, kurang tidur juga bisa menyebabkan hormon stres meningkat dan tidak baik untuk kesehatan jantung.

Makanan pantangan penyakit jantung

Selain kebiasaan pantangan penyakit jantung, ada beberapa jenis makanan yang juga sebaiknya dihindari. Apa saja?

  • Konsumsi garam berlebih

Asupan garam atau sodium berlebih bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, tentu bukan rahasia lagi. Selain itu, hati-hati pula dengan garam “tersembunyi” yang bisa ada di makanan kalengan, produk beku, atau snack gurih lainnya.

Sebelum mengonsumsi sesuatu yang gurih, pastikan sudah membaca keterangan nutrisi di labelnya. Rekomendasi asupan sodium per hari sebaiknya kurang dari 1500 mg.

  • Alkohol berlebihan

Mengonsumsi alkohol berlebihan juga termasuk pantangan penyakit jantung. Tak hanya itu, minum alkohol juga rentan menyebabkan tekanan darah tinggi, stroke, dan obesitas. Itu sebabnya, hindari konsumsi alkohol berlebihan karena bisa mengganggu ritme jantung normal bahkan menyebabkan gagal jantung.

  • Makanan yang diproses berlebihan

Beri alarm pada diri sendiri untuk tidak mengonsumsi makanan yang diproses berlebihan. Contohnya adalah makanan cepat saji, makanan dalam kemasan atau kaleng, atau makanan beku. Makanan-makanan tersebut rendah nilai gizinya.

  • Permen dan makanan tinggi gula

Makanan tinggi kadar gula seperti permen juga merupakan pemicu terjadinya penyakit jantung. Tak hanya itu, terlalu banyak mengonsumsi gula rentan mengakibatkan obesitas, kolesterol tinggi, inflamasi, hingga meningkatkan risiko diabetes.

  • Cookies

Bagi mereka pecinta makanan manis, cookies dan olahan lainnya memang menjadi pilihan camilan yang menyenangkan. Meski demikian, perlu diingat bahwa komposisinya mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Keduanya merupakan kombinasi yang tidak disarankan dikonsumsi penderita jantung.

Perpaduan nutrisi dan gaya hidup sehat adalah jalan untuk meninggalkan risiko terkena penyakit jantung. Dengarkan tubuh untuk tahu apa yang masih kurang dilakukan demi menjalani gaya hidup sehat.

Semua usaha seperti rutin berolahraga dan mengelola stres tidak hanya menghindarkan dari penyakit jantung. Bonusnya, tubuh juga jadi lebih bugar dan sehat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-health/food-eat-avoid#lifestylechanges
Diakses 25 Februari 2020

Time. https://time.com/4669635/worst-foods-for-heart/
Diakses 25 Februari 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/heart-health/common-habits-damaging-heart/
Diakses 25 Februari 2020

Artikel Terkait