9 Pantangan Penyakit Jantung, dari Makanan Hingga Kebiasaan yang Dilarang


Pantangan penyakit jantung amat beragam, mulai dari makanan yang dilarang, seperti makanan tinggi gula, hingga kegiatan yang tidak boleh dilakukan, duduk seharian tanpa olahraga.

(0)
04 Mar 2020|Azelia Trifiana
Salah satu pantangan penyakit jantung adalah duduk berjam-jam tanpa olahragaDuduk berjam-jam depan komputer ditambah stres berlebih dapat memicu penyakit jantung
Bagi siapapun yang pernah berurusan dengan penyakit jantung, tentu tak ingin mengulangi untuk kedua kalinya. Itu sebabnya, penting untuk mencatat – bahkan menghapal di luar kepala – apa saja makanan dan kebiasaan yang termasuk pantangan penyakit jantung. Jangan sampai gaya hidup salah justru membuat risiko meningkat.Apalagi, orang yang memiliki riwayat penyakit jantung harus tahu penyakit berikutnya yang mengintai: stroke. Gaya hidup dan pola makan adalah dua hal yang sangat menentukan apakah penderita penyakit jantung atau yang berisiko bisa benar-benar aman darinya.

Apa saja kegiatan yang tidak boleh dilakukan penderita jantung?

Tak ada kata terlambat untuk mengubah kebiasaan dan meninggalkan pantangan penyakit jantung. Pertama-tama, petakan apa saja kebiasaan tidak wajar yang sebelumnya sering dilakukan. Baru kemudian bisa diketahui mana yang termasuk pantangan penyakit jantung dan mana yang aman dilakukan.Beberapa aktivitas yang termasuk pantangan penyakit jantung adalah:
  • Terlalu banyak duduk

Kebiasaan duduk seharian selama 5-8 jam setiap harinya dua kali lipat lebih berisiko ketimbang orang yang aktif berolahraga. Temuan ini merupakan hasil penelitian yang dirilis di American Heart Association pada Januari 2014 lalu.Jika memiliki profesi yang mengharuskan duduk seharian, upayakan berdiri dan berjalan selama 5 menit setiap jamnya. Aktivitas ini akan membuat pembuluh darah tetap fleksibel sehingga sirkulasi darah lancar.
  • Stres berlebih

Ketika Anda merasa sedang stres, detak jantung dan tekanan darah akan meningkat. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, hal ini rentan menyebabkan kerusakan pembuluh darah di jantung sekaligus risiko serangan jantung. Mengingat pemicu stres pasti terjadi, sebaiknya cari tahu apa aktivitas yang bisa melepaskan stres diri sendiri. Entah itu bercerita dengan orang lain, melakukan aktivitas yang disukai, berolahraga ringan, atau merencanakan hal lainnya.
  • Menjaga kebersihan gigi

Rupanya, orang yang menjaga kebersihan gigi juga mengalami lebih sedikit masalah terkait jantung. Ini terjadi karena bakteri yang berhubungan dengan penyakit atau infeksi gusi rentan mengakibatkan peradangan atau inflamasi dalam tubuh.Ketika seseorang mengalami peradangan, maka risiko terkena penyakit jantung juga meningkat. Selain menggosok gigi setelah makan, penggunaan dental floss juga disarankan.
  • Kurang tidur

Kurangnya waktu untuk beristirahat rupanya menjadi salah satu pemicu penyakit jantung. Beri waktu jantung beristirahat setelah beraktivitas seharian. Untuk itu, pastikan kualitas tidur malam hari tetap terjaga, terlepas dari apapun aktivitas Anda.Tahapan tidur di malam hari yang melibatkan fase REM dan non-REM terbukti meningkatkan kesehatan jantung. Lebih jauh lagi, kurang tidur juga bisa menyebabkan hormon stres meningkat dan tidak baik untuk kesehatan jantung.

Pantangan makanan penyakit jantung

Selain kebiasaan pantangan penyakit jantung, ada beberapa jenis makanan yang juga sebaiknya dihindari. Apa saja?
  • Konsumsi garam berlebih

Anda tentu sering mendengar, bahwa terlalu banyak makan garam atau sodium bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Nampaknya, hal tersebut bukan rahasia lagi. Selain itu, hati-hati pula dengan garam “tersembunyi” yang bisa ada di makanan kalengan, produk beku, atau snack gurih lainnya.Sebelum mengonsumsi sesuatu yang gurih, pastikan sudah membaca keterangan nutrisi di labelnya. Rekomendasi asupan sodium per hari sebaiknya kurang dari 1500 mg.
  • Alkohol berlebihan

Mengonsumsi alkohol berlebihan juga termasuk pantangan penyakit jantung. Tak hanya itu, minum alkohol juga rentan menyebabkan tekanan darah tinggi, stroke, dan obesitas. Itu sebabnya, hindari konsumsi alkohol berlebihan karena bisa mengganggu ritme jantung normal bahkan menyebabkan gagal jantung.
  • Makanan yang diproses berlebihan

Beri alarm pada diri sendiri untuk tidak mengonsumsi makanan yang diproses berlebihan. Contohnya adalah makanan cepat saji, makanan dalam kemasan atau kaleng, atau makanan beku. Makanan-makanan tersebut rendah nilai gizinya.
  • Permen dan makanan tinggi gula

Konsumsi makanan dengan kadar gula yang tinggi, seperti permen, juga merupakan pemicu terjadinya penyakit jantung. Tak hanya itu, terlalu banyak mengonsumsi gula rentan mengakibatkan obesitas, kolesterol tinggi, inflamasi, hingga meningkatkan risiko diabetes.
  • Cookies

Bagi mereka pecinta makanan manis, cookies dan olahan lainnya memang menjadi pilihan camilan yang menyenangkan. Meski demikian, perlu diingat bahwa komposisinya mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Keduanya merupakan kombinasi yang tidak disarankan dikonsumsi penderita jantung.Perpaduan nutrisi dengan mengonsumsi makanan sehat dan menjalani gaya hidup aktif adalah jalan untuk meninggalkan risiko terkena penyakit jantung. Beberapa ahli juga menyarankan untuk menjalani diet makanan, seperti diet mediteranian, DASH, atau clean eating. Jika Anda ingin melakukan hal serupa, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. Penting juga bagi Anda untuk mendengarkan dan mengenali baik kondisi tubuh. Dengan begitu, Anda untuk tahu apa yang masih kurang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda.Semua usaha seperti rutin berolahraga dan mengelola stres tidak hanya menghindarkan dari penyakit jantung. Bonusnya, tubuh juga jadi lebih bugar dan sehat.
penyakit jantungmakanan tidak sehatsakit jantung
Healthline. https://www.healthline.com/health/heart-health/food-eat-avoid#lifestylechanges
Diakses 25 Februari 2020
Time. https://time.com/4669635/worst-foods-for-heart/
Diakses 25 Februari 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/heart-health/common-habits-damaging-heart/
Diakses 25 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait