Catat, Ini Makanan yang Mengandung Histamin Alias Pemicu Alergi


Gejala alergi bisa terjadi ketika histamin dalam tubuh tinggi. Seringkali, penyebab tingginya histamin dalam tubuh berasal dari makanan. Beberapa di antaranya adalah alpukat, terong, hingga bayam.

0,0
13 Jun 2021|Azelia Trifiana
makanan yang mengandung histaminBeberapa makanan dapat menyebabkan tingginya kadar histamin dalam tubuh
Seorang individu yang mengalami intoleransi histamin bukan berarti sensitif, melainkan level histamin dalam tubuhnya terlalu tinggi. Konsekuensinya, fungsi normal tubuh terganggu. Oleh sebab itu, sangat disarankan menghindari makanan yang mengandung histamin terlalu tinggi.Kondisi intoleransi histamin paling rentan menimbulkan respons dan gejala-gejala alergi. Mengendalikan kondisi ini dengan menghindari makanan pemicu alergi bisa jadi salah satu cara efektif.

Daftar makanan yang mengandung histamin tinggi

Idealnya, pola makan sehat berarti mengonsumsi tidak terlalu banyak histamin. Namun, rupanya ada beberapa jenis makanan yang mengandung histamin cukup tinggi.Jenis makanan pemicu alergi ini sangat bisa memicu reaksi peradangan serta gejala-gejala negatif lainnya.Contoh makanan pemicu alergi akibat tingginya kadar histamin tinggi di dalamnya adalah:
  • Alkohol
  • Minuman fermentasi
  • Produk olahan susu seperti yogurt dan sauerkraut
  • Buah kering
  • Alpukat
  • Terong
  • Bayam
  • Daging asap atau daging dalam kemasan
  • Hewan laut bercangkang
  • Keju yang telah disimpan di suhu rendah
  • Legumes
Selain daftar di atas, ada juga beberapa makanan yang memicu produksi histamin dalam tubuh, di antaranya:
  • Alkohol
  • Pisang
  • Tomat
  • Biji-bijian
  • Pepaya
  • Cokelat
  • Buah citrus
  • Kacang-kacangan
  • Pewarna makanan
  • Pengawet makanan
Sebenarnya, cukup rumit menentukan berapa kadar histamin dalam makanan. Sebab, kadarnya bisa berbeda-beda bahkan dalam jenis makanan yang sama sekalipun.Namun, aturan umum yang bisa diikuti adalah ketika makanan telah melewati proses fermentasi, didiamkan, atau diproses berlebihan, maka kandungan histaminnya jelas lebih tinggi ketimbang makanan segar.Sebagai contoh, kadar histamin pada makanan fermentasi bisa berubah-ubah bergantung pada berapa lama proses penyimpanan serta teknik pembuatannya. Kubis asam khas Jerman yaitu sauerkraut mengandung konsentrasi histamin tinggi ketimbang makanan lainnya karena proses pembuatannya.

Gejala intoleransi histamin

sakit kepala
Sakit kepala
Beberapa reaksi yang muncul ketika kadar histamin terlalu tinggi dalam tubuh atau tidak berhasil dicerna optimal di antaranya:
  • Sakit kepala atau migrain
  • Hidung tersumbat
  • Masalah seputar sinus
  • Ruam merah
  • Tubuh terasa lesu
  • Masalah pencernaan
  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Mual
  • Muntah
Pada kondisi intoleransi histamin yang lebih parah, bisa terjadi hal-hal seperti:
  • Kram perut
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Tekanan darah tinggi
  • Cemas berlebih
  • Sulit mengendalikan suhu tubuh
  • Pusing
  • Pembengkakan
Untuk memahami mengapa hal ini terjadi, idealnya tubuh memproduksi histamin dan juga enzim diamine oxidase (DAO). Tugas dari enzim ini adalah memecah histamin dari makanan.Ketika jumlah DAO tidak mencukupi, maka histamin tak tercerna dengan baik. Di sinilah awal mula terjadinya intoleransi histamin.Beberapa hal yang berpengaruh terhadap rendahnya enzim DAO dalam tubuh adalah:
  • Konsumsi obat yang menahan fungsi enzim DAO
  • Gangguan pencernaan
  • Konsumsi makanan tinggi histamin yang mengganggu fungsi enzim DAO
  • Konsumsi makanan yang memicu produksi histamin berlebih
  • Pertumbuhan bakteri terlalu banyak akibat makanan tidak tercerna maksimal
Rekomendasi makanan yang amanBagi yang memiliki intoleransi histamin, mengonsumsi makanan rendah histamin bisa jadi cara meredakan gejala. Namun perlu diingat, mustahil bisa mengonsumsi makanan tanpa kadar histamin sama sekali.Sebagai rekomendasi, berikut ini beberapa makanan rendah histamin:
  • Ikan segar
  • Daging segar
  • Buah-buahan non citrus
  • Telur
  • Olahan gandum bebas gluten
  • Minyak zaitun
  • Sayuran segar kecuali tomat, alpukat, bayam, dan terong
  • Pengganti produk olahan susu seperti susu almond dan susu kedelai
Apabila kondisi intoleransi histamin cukup parah hingga perlu pemeriksaan ke dokter, biasanya disarankan untuk menghindari jenis makanan pemicu alergi tertentu selama 14-30 hari.Setelah berhasil, barulah perlahan diperkenalkan kembali sembari memantau adakah reaksi baru.Selain itu, dokter juga mungkin melakukan analisis sampel darah untuk memeriksa apakah terjadi defisiensi enzim DAO. Cara lain untuk menegakkan diagnosis intoleransi histamin adalah lewat prick test.Sebuah studi tim dari Austria pada tahun 2011 menunjukkan efektivitas metode prick test. Eksperimen dilakukan pada 156 orang dengan mengaplikasikan 1% histamin cair.Hasilnya, mereka yang memiliki intoleransi histamin terdeteksi positif sebanyak 79%. Tampak benjolan atau ruam merah kecil di area yang diolesi histamin dan tidak hilang setelah 50 menit.

Catatan dari SehatQ

Mengingat intoleransi histamin atau keluhan seputar alergi bukan hal yang bisa didiagnosis sendiri, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter sehingga pemeriksaan pun lebih akurat.Sembari menelusuri apa penyebabnya, tak ada salahnya mengurangi konsumsi makanan yang mengandung histamin tinggi sebagai pereda gejala.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar mengatur pola makan makanan yang mengandung histamin tinggi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
alergialergi kacangalergi susu
Healthline. https://www.healthline.com/health/histamine-intolerance#_noHeaderPrefixedContent
Diakses pada 31 Mei 2021
ISRN Allergy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3658496/
Diakses pada 31 Mei 2021
WebMD. https://www.webmd.com/diet/foods-high-in-histamine#1
Diakses pada 31 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait