Catat, Ini Dia Deretan Obat Antibiotik untuk Sakit Gigi

Obat antibiotik untuk sakit gigi
konsultasi ke dokter untuk menemukan obat antibiotik sakit gigi yang tepat untuk Anda

Meski terkesan sepele, rasa nyeri akibat sakit gigi mengganggu aktivitas. Mulai dari tidak enak makan hingga sulit konsentrasi karena menahan sakitnya.

Sakit gigi dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Misalnya, kerusakan lapisan gigi, gigi retak, infeksi, tambalan gigi yang rusak, hingga abses. Minum antibiotik untuk sakit gigi dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasinya.

Apa saja obat antibiotik untuk sakit gigi?

Mengonsumsi antibiotik untuk sakit gigi sebaiknya harus dengan konsultasi dokter. Secara umum, antibiotik bekerja dengan melawan, memperlambat, dan menangkal pertumbuhan bakteri jahat.

Dokter gigi akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi gigi yang disebabkan oleh bakteri. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua infeksi gigi membutuhkan obat antibiotik.

Berbeda golongan atau kelas obat antibiotik maka berbeda pula cara kerjanya untuk melawan bakteri. Lantas, apa saja obat antibiotik untuk sakit gigi yang direkomendasikan oleh dokter?

1. Penilisin dan amoxicillin

Obat antibiotik untuk sakit gigi yang umum diresepkan oleh dokter adalah kelompok penisilin. Penisilin dan amoxicillin adalah jenis antibiotik yang masuk dalam golongan ini.

Keduanya bekerja dengan membunuh bakteri penyebab infeksi dalam tubuh atau mencegah pertumbuhannya. Beberapa dokter gigi mungkin ada yang meresepkan amoxicillin dengan kombinasi asam klavulanat untuk membantu menghilangkan lebih banyak bakteri penyebab infeksi.

Umumnya, dosis amoxicillin yang dianjurkan untuk mengobati infeksi gigi adalah 500 miligram (mg) untuk setiap delapan jam, atau 1,000 miligram untuk setiap dua belas jam.

Namun, sebelum meminum obat ini, pastikan memberi tahu dokter apabila Anda memiliki alergi terhadap antibiotik golongan penisilin atau obat jenis apa pun. Dengan begitu, dokter mungkin akan merekomendasikan antibiotik untuk sakit gigi lain, seperti clindamycin atau erythromycin.

2. Clindamycin

Jika Anda memiliki alergi terhadap antibiotik kelompok penisilin untuk mengobati sakit gigi, dokter mungkin akan meresepkan clindamycin.

Sebuah hasil studi yang dilakukan International Dental Journal melaporkan bahwa beberapa peneliti merekomendasikan clindamycin sebagai obat antibiotik pilihan untuk mengobati infeksi gigi. Hal ini karena bakteri kemungkinan lebih kecil untuk menolak clindamycin dibandingkan obat-obatan golongan penisilin.

Hentikan konsumsi obat clindamycin dan segera periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami efek samping yang serius. Beberapa di antaranya, seperti dehidrasi, demam, diare berdarah, dan kram perut.

3. Erythromycin

Selain clindamycin, erythromycin mungkin dapat diberikan sebagai antibiotik untuk sakit gigi bagi Anda yang mempunyai alergi terhadap antibiotik jenis penisilin.

Erythromycin dapat mengobati sakit gigi akibat abses gigi atau gingivitis (penyakit gusi). Jenis obat ini hadir dalam bentuk sirup dan tablet, erythromycin berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab infeksi.

Efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi erythromycin adalah muntah, sakit perut, hingga diare. Namun, segera periksakan diri dengan dokter apabila Anda mengalami diare berdarah.

4. Azithromycin

Azithromycin juga merupakan antibiotik untuk sakit gigi yang bekerja dengan melawan bakteri penyebab infeksi.

Meski cukup efektif dalam mengobati sakit gigi, biasanya dokter gigi akan meresepkan azithromycin bagi pasien yang memiliki alergi terhadap antibiotik kelas penisilin dan clindamycin.

5. Metrodinazole

Metrodinazole adalah jenis obat antibiotik lainnya yang mungkin diresepkan oleh dokter untuk mengobati sakit gigi. Ikuti petunjuk minum obat yang tertera dalam label obat atau diskusikan dengan dokter gigi terlebih dahulu sebelum Anda mengonsumsinya.

Aturan minum antibiotik untuk sakit gigi yang dianjurkan

Minumlah obat antibiotik sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.

 Lama waktu mengonsumsi obat antibiotik tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan seberapa efektif antibiotik membunuh bakteri. Menurut hasil penelitian, biasanya ini dapat memakan waktu kurang lebih seminggu lamanya.

Tergantung jenis obat antibiotik, biasanya Anda perlu meminumnya sebanyak dua hingga empat kali dalam sehari.

Agar antibiotik dapat bekerja secara optimal, penting untuk mengonsumsi seluruh obat ini sesuai yang telah diresepkan oleh dokter. Anda tidak boleh menambahkan atau mengurangi dosis obat tanpa mendapat persetujuan dari dokter.

Jadi, jangan berhenti minum obat antibiotik meski gejala yang Anda alami sudah hilang atau saat kondisi Anda mulai membaik. Sebaliknya, tetap lanjutkan minum obat antibiotik sesuai yang diresepkan dokter untuk mencegah infeksi penyakit muncul kembali.

Jika Anda tidak menghabiskan obat antibiotik yang diresepkan, beberapa jenis bakteri mungkin dapat bertahan hidup dan menjadi resisten sehingga menjadi sulit untuk mengobati infeksi.

Cara lain meredakan sakit gigi selain minum obat antibiotik

Obat antibiotik untuk sakit gigi hanya dapat diperoleh melalui resep dokter. Selain mengonsumsi obat-obatan tersebut, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu meredakan sakit gigi, seperti:

  • Berkumur dengan air larutan garam hangat.
  • Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang dingin dan panas.
  • Hindari makan makanan yang bertekstur keras karena dapat menyebabkan gigi semakin terasa nyeri.
  • Mengunyah makanan menggunakan sisi gigi yang berlawanan atau tidak terasa nyeri
  • Gosok gigi menggunakan sikat gigi berbulu halus.
  • Minum obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau acetaminophen.

Catatan dari SehatQ

Cara terbaik dalam mengatasi sakit gigi adalah dengan memeriksakan kondisi gigi Anda ke dokter gigi. Dokter akan memberikan penanganan yang sesuai dengan penyebab sakit gigi Anda. Mulai dari prosedur medis tertentu hingga pemberian obat antibiotik tertentu.

Jika Anda mendapat resep obat antibiotik untuk sakit gigi, jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter bila Anda belum paham betul mengenai cara minum obat antibiotik.

Selain itu, tanyakan pula ke dokter mengenai berapa banyak obat antibiotik yang harus Anda minum setiap harinya.

Jika Anda mengalami keluhan tertentu setelah minum obat antibiotik untuk sakit gigi, segera temui dokter. Dokter mungkin dapat mengubah dosis atau jenis obat yang Anda minum.

Web Md. https://www.webmd.com/oral-health/guide/toothaches
Diakses pada 19 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/antibiotics-for-tooth-infections
Diakses pada 19 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/clindamycin-oral-capsule
Diakses pada 19 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325470.php
Diakses pada 19 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2909496/
Diakses pada 19 November 2019

Wiley Online Library. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/idj.12146
Diakses pada 19 November 2019

Net Doctor. https://www.netdoctor.co.uk/medicines/infection/a6676/erythromycin/
Diakses pada 19 November 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a689011.html
Diakses pada 19 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed