Lakukan cara merawat rambut dengan tepat dan telaten agar terhindar dari kebotakan
Rambut rontok terjadi ketika terdapat lebih dari 100 helai rambut yang gugur per hari

Sebagian besar kebotakan pada pria disebabkan oleh faktor keturunan. Banyak di antara mereka yang mengalami kondisi ini memilih untuk membiarkannya saja. Tetapi banyak juga yang berusaha keras untuk mencegah hingga menutupi kebotakan.

Bagi yang memiliki gen botak, ada cara-cara merawat rambut tertentu yang minimal bisa memperlambat proses kebotakan. Namun sebelum membahas mengenai penanganannya, mari kenali dulu tanda-tanda yang mengelompokkan Anda sebagai penderita rambut rontok.

Kapan seseorang dianggap mengalami rambut rontok?

Kebotakan biasa diawali dengan kerontokan rambut yang lebih banyak dari biasanya. Seseorang dianggap mengalami rambut rontok ketika terdapat lebih dari 100 helai rambut yang gugur dalam sehari. 

Rambut rontok dapat terjadi secara perlahan-lahan maupun mendadak. Demikian pula dengan dampaknya yang bisa sementara atau permanen.

Kondisi kerontokan rambut bisa meliputi beberapa jenis dan berlainan penyebabnya. Berikut penjelasannya:

1. Penipisan rambut di puncak kepala

Ini adalah pola kebotakan yang paling sering terjadi. Pada pria, proses kebotakan bisa dilihat dari garis rambut di dahi yang semakin mundur dan penipisan rambut di puncak kepala.

Perempuan juga bisa mengalaminya, tapi jarang sekali berakhir dengan kebotakan yang sama sekali tanpa rambut seperti pria. Pada perempuan, yang terjadi adalah rambut di kulit kepala yang semakin jarang dan helai-helainya menjadi lebih tipis. 

2. Muncul area pitak

Ada juga kebotakan-kebotakan kecil yang terjadi pada beberapa area di kulit kepala alias pitak. Kadang-kadang, pitak tidak hanya terjadi di kulit kepala, tapi juga di area jenggot atau alis mata.

Kondisi pitak bisa terjadi karena faktor keturunan, mengalami penyakit di kulit kepala, atau akibat penggunaan obat-obatan tertentu.

3. Rambut rontok dalam jumlah banyak yang terjadi secara mendadak

Rambut rontok umumnya disadari ketika keramas atau menyisir rambut, di mana jumlah rambut yang rontok lebih banyak dari biasanya. Rambut juga menjadi mudah rontok ketika tertarik.

Kerontokan rambut tidak bisa menyebabkan kebotakan, tapi juga dapat membuat rambut menipis secara keseluruhan. Kondisi ini bisa terjadi akibat stres, perubahan hormon, atau penggunaan obat-obatan tertentu. 

Bila Anda mengalami kerontokan rambut seperti di atas, ada beberapa pencegahan yang mungkin efektif dalam mencegah kerontokan yan parah.

Cara merawat rambut agar tidak mudah rontok

Sebenarnya, jenis kebotakan yang terjadi karena faktor genetik amat sulit dicegah. Tetapi hal-hal berikut ini bisa Anda lakukan supaya rambut tidak cepat rontok:

  • Hindari mengikat rambut terlampau kencang.
  • Gosok kulit kepala dengan lembut saat mencuci rambut.
  • Gunakan sisir bergigi jarang untuk menyisir rambut terutama saat basah. 
  • Hindari tata rambut yang banyak menggunakan catok panas, curling iron, serta bahan kimia.
  • Lindungi rambut dari paparan sinar matahari secara langsung, misalnya memakai topi ketika bepergian.
  • Berhentilah merokok.

Supaya rambut tumbuh sehat sekaligus menunda terjadinya proses kebotakan bagi orang yang memiliki faktor keturunan botak, cara merawat rambut berikut ini boleh dipraktekkan:

1. Pijat kulit kepala

Pijat kulit kepala setidaknya satu kali tiap hari akan menstimulasi pertumbuhan rambut. Pasalnya, pijat ini bisa menimbulkan rasa rileks, mengurangi stres, serta melancarkan aliran darah yang membawa nutrisi ke kulit kepala.

Pijat kepala bisa dilakukan sambil menggunakan minyak penyubur rambut atau masker rambut. Mudah, bukan?

2. Menggunakan lidah buaya

Sejak lama, lidah buaya dipercaya memiliki khasiat menyuburkan rambut dan mencegah kerontokan. Daging bening dari lidah buaya yang dingin berefek menyejukkan kulit kepala, melembapkan rambut, mengurangi ketombe, serta mengurangi kelebihan minyak di kepala.

Anda bisa mengupas dan mengoleskan daging bening dan getah dari tanaman yang juga disebut aloe vera ini. Jika tidak tersedia, Anda bisa menggunakan gel yang mengandung lidah buaya, atau memakai sampo dan conditioner dengan kandungan lidah buaya. 

3. Menggunakan minyak kelapa

Gunakan minyak kelapa untuk pijak kulit kepala dan oleskan merata ke seluruh rambut. Meski begitu, minyak ini sebaiknya digunakan dengan melihat jenis rambut Anda terlebih dulu.

Jika rambut cenderung berminyak, gunakan minyak kelapa beberapa jam sebelum keramas. Sementara untuk rambut yang cenderung kering, Anda bisa memakai minyak kelapa sebagai pelembap rambut. 

Walau belum jelas benar bagaimana minyak kelapa memengaruhi pertumbuhan rambut, minyak ini sudah digunakan untuk meningkatkan kesehatan dan keindahan rambut sejak zaman dulu.

4. Mengkonsumsi suplemen penyubur rambut

Beberapa suplemen ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan. Biasanya, suplemen ini mengandung asam lemak, vitamin, dan mineral yang berfungsi membantu regenerasi sel serta memperkuat sel-sel tubuh.

Contoh suplemen yang bermanfaat bagi kesehatan rambut meliputi minyak ikan dan viviscal. Namun sebelum menggunakannya, selalu konsultasikan dulu ke dokter agar manfaatnya bisa optimal.

Cara merawat rambut seperti di atas mungkin tidak akan menampakkan hasil dengan segera. Perlu ketelatenan dan kesabaran untuk rutin melakukannya demi mendapatkan rambut yang sehat dan tidak mudah rontok.

Bagi yang memiliki faktor keturunan mengalami kebotakan, mungkin perlu ditambah perawatan khusus dari dokter untuk mencegah maupun mengatasi proses kebotakan.

Mayo clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hair-loss/symptoms-causes/syc-20372926
Diakses pada 16 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/regrow-hair-naturally#massage
Diakses pada 16 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed