Casual Dating, Apakah Baik atau Buruk?


Casual dating adalah perilaku baik kencan maupun interaksi seksual di luar hubungan jangka panjang. Strategi semacam ini cukup umum dilakukan remaja hingga yang baru dewasa. Artinya, dalam hubungan dating ini tidak ada ikatan komitmen apapun.

0,0
09 May 2021|Azelia Trifiana
Casual dating tidak memiliki ikatan komitmenCasual dating tidak memiliki ikatan komitmen
Casual dating adalah perilaku baik kencan maupun interaksi seksual di luar hubungan jangka panjang. Strategi semacam ini cukup umum dilakukan remaja hingga yang baru dewasa. Artinya, dalam hubungan dating ini tidak ada ikatan komitmen apapun.Tiadanya komitmen ini tidak lantas menjadi alasan untuk tidak melakukan aktivitas seperti halnya orang yang punya ikatan khusus. Jadi, casual dating bisa jadi pembenaran untuk tetap berkencan atau bahkan berhubungan seksual di luar komitmen.

Risiko dari casual dating

Bergantung pada usia dan tujuan, casual dating bisa menjadi strategi yang berbeda-beda, seperti:
  • Cara menyenangkan bersosialisasi
  • Langkah awal sebelum berkomitmen jangka panjang
  • Hubungan seksual tanpa komitmen
Kemudian mengulik lebih jauh seputar risiko casual dating, banyak yang menudingnya berbahaya bahkan bisa menyebabkan perceraian. Para psikolog dan sosiolog meyakini bahwa casual dating dan tinggal bersama sebelum menikah akan meningkatkan risiko perceraian.Namun, tentu hal ini tidak bisa dikaitkan secara langsung karena banyak faktor yang juga turut berpengaruh. Di sisi lain, ada pula studi yang menunjukkan fakta sebaliknya.Artinya, casual dating bisa saja jadi pemicu perceraian. Namun, ini juga bergantung pada karakter setiap individu serta kualitas hubungan yang telah ada sebelumnya.Pengaruh hubungan casual terhadap kesehatna mental juga ada, utamanya bagi yang melakukannya di bawah tekanan seperti pengaruh lingkungan atau alkohol.

Apakah casual dating memuaskan?

Kata memuaskan dalam hal ini perlu dibedakan menjadi dua, secara seksual dan emosional. Apabila casual dating melibatkan hubungan seksual, Canadian Journal of Human Sexuality mencatat bahwa kepuasannya cukup tinggi.Meski demikian, menjadi lebih rumit ketika membahas kepuasan secara emosional. Ketika seseorang tidak membayangkan masa depannya hidup bersama dengan rekannya casual dating saat ini, maka kepuasan emosional akan lebih rendah.Sebaliknya, jika casual dating ini menjadi titik awal sebelum menjalankan komitmen jangka panjang, tidak menutup kemungkinan kepuasannya akan sama seperti pasangan yang sudah menikah atau tinggal bersama tanpa menikah.Jadi, kepuasan secara emosional bergantung pada tujuan jangka panjang.

Apakah casual dating menyenangkan?

Ada pula persepsi bahwa casual dating rentan menyebabkan dampak negatif secara psikologis seperti self-esteem rendah, kecemasan berlebih, hingga depresi. Selain itu, ada pula riset selama satu tahun di Amerika Serikat yang menemukan dampaknya secara fisik.Pada orang-orang yang melakukan casual dating karena paksaan, ini benar adanya. Paksaan ini dalam arti tuntutan dari lingkungan sekitarnya, pengaruh penyalahgunaan obat, hingga pengaruh konsumsi alkohol berlebihan.Di sisi lain, ketika seseorang terlibat dalam casual dating karena keinginannya sendiri, mereka bisa merasa lebih senang.Jadi, apakah hubungan semacam ini bisa melukai atau tidak tentu bergantung pada alasan awal mengapa mereka memulainya. Begitu pula dengan norma. Ketika merasa bahwa apa yang dilakukannya buruk, maka rasa bersalah akan terus menghantui.Sebaliknya bagi orang yang punya pembenaran atas apa yang dilakukannya, maka rasa bahagia akan menyertai terlepas dari tidak adanya komitmen dalam hubungan ini.

Tips melakukan casual dating dengan baik

Sebenarnya, tidak ada aturan resmi bagaimana seseorang seharusnya melakukan casual dating. Namun, beberapa hal ini bisa membantu agar situasi tidak memburuk:

1. Bersikap jujur dan terbuka

Pastikan kedua belah pihak tahu bahwa hubungan kalian ini bersifat casual. Diskusikan apa yang boleh dan tidak dilakukan. Jangan ada paksaan atau tekanan untuk membawa hubungan ke arah yang serius. Ketika Anda juga mempertanyakan tentang batasan seksual, sampaikan pula kepada pasangan agar semuanya jelas.

2. Buat batasan

Meski casual, bukan berarti tidak ada batasan antara diri Anda dan pasangan. Buat batasan yang jelas, orang seperti apa yang akan Anda pilih sebagai pasangan dalam casual dating. Batasan ini juga termasuk seputar aktivitas seksual yang aman.

3. Rasa cemburu

Ini yang rentan menimbulkan gesekan: Rasa cemburu. Di satu sisi, tidak ada hak untuk merasa cemburu karena tiadanya komitmen serius dalam casual dating. Namun ketika sudah melibatkan perasaan, tentu sulit menghalau rasa cemburu.Ketika Anda merasa sulit mengendalikan rasa cemburu, mungkin itu tanda bahwa Anda sebaiknya berada dalam hubungan serius. Orang yang rentan terjebak dalam codependence relationship juga sebaiknya tidak memulai casual dating.

4. Nikmati

Bukan hanya seksual saja, casual dating bisa menjadi wadah menyenangkan untuk melakukan banyak aktivitas bersama. Mulai dari teman berbincang di kafe, menonton konser, makan malam, berolahraga bersama, atau berbelanja. Namun, sebaiknya jangan lewati batas seperti memperkenalkannya sebagai pasangan dalam acara keluarga atau momen resmi.

5. Respek satu sama lain

Pada tiap hubungan – terlepas dari adanya komitmen atau tidak – respek adalah kunci menghargai orang lain. Sebagai contoh, ketika mencoba berkenalan dengan orang baru untuk memulai casual dating namun ternyata tidak cocok, akhiri dengan baik-baik dengan tetap menghormatinya.Ini juga berlaku ketika hubungan sudah saatnya berakhir. Lakukan dengan penuh respek sehingga relasi tetap terjaga di masa mendatang.

Catatan dari SehatQ

Sebenarnya, orang yang tahu apakah casual dating akan melukai atau tidak adalah diri Anda sendiri. Apa pemicu awalnya? Mengapa memilih dia? Apa tujuan jangka panjang? Seluruh variabel itu menjadi penentu kebahagiaan dan kepuasan dalam casual dating.Apapun jenis hubungan yang Anda miliki, tetap terapkan batasan yang jelas. Selalu perlakukan pasangan dengan respek, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, tidak akan ada pihak yang terluka.Masing-masing orang dalam suatu hubungan juga harus tahu bahwa casual dating berbeda dengan hubungan serius. Jadi, siapkan mental dan nikmati kebebasan yang menyertainya.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara menjaga kesehatan mental dalam sebuah hubungan casual, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hubungan sekshubungan seksualmenjalin hubungan
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/casual-dating-and-relationships-4175437
Diakses pada 23 April 2021
Archives of Sexual Behavior. https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs10508-013-0255-1
Diakses pada 23 April 2021
University of Toronto Press Journals. https://www.crossref.org/iPage?doi=10.3138%2Fcjhs.242-A5
Diakses pada 23 April 2021
Wiley Online Library. https://onlinelibrary.wiley.com/resolve/doi?DOI=10.1111/padr.12063
Diakses pada 23 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/casual-dating#role-of-sex
Diakses pada 23 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait