Castor oil adalah olahan dari biji castor
Castor oil adalah minyak yang diolah dari biji castor

Castor oil adalah salah satu jenis minyak nabati yang sudah digunakan sejak zaman Mesir Kuno. Di masa kini, minyak esensial yang memiliki beragam manfatat ini tetap dipakai sebagai obat herbal, bahan kosmetik, bahkan bahan industri.

Minyak castor terbuat dari ekstrak biji tanaman Ricinus communis. Biji-biji ini sebetulnya mengandung enzim beracun yang disebut ricin.

Tetapi enzim ricin akan hilang saat proses ekstraksi minyak dari biji castor yang mesti dipanaskan. Dengan ini, castor oil menjadi aman untuk digunakan.

Apa saja manfaat castor oil?

Sederet manfaat castor oil adalah sebagai berikut:

  • Sebagai laksatif alami

Dalam dunia pengobatan, salah satu manfaat castor oil adalah sebagai laksatif alami. Minyak ini dapat meningkatkan pergerakan usus yang membantu dalam mendorong sisa-sisa makanan keluar dari saluran pencernaan.

Tergolong sebagai jenis laksatif stimulan, minyak castor bekerja cukup cepat dan sering digunakan untuk mengatasi konstipasi.

Ketika diminum, castor oil akan diproses di usus kecil hingga melepaskan asam ricinoleic, Asam ini kemudian diserap oleh usus dan menimbulkan efek laksatif yang kuat.

Dalam dosis kecil, castor oil aman digunakan untuk mengatasi konstipasi. Namun dalam dosis besar, minyak ini akan menyebabkan kram perut, mual, muntah, dan diare.

Meski aman untuk menangani konstipasi yang sesekali terjadi, castor oil tidak disarankan sebagai pilihan obat sembelit yang berkepanjangan atau kronis.

Karena itu, selalu konsultasikan ke dokter telrbih dulu sebelum menggunakan castor oil untuk pengobatan sembelit supaya keamanannya lebih terjamin. 

  • Sebagai pelembap alami

Kandungan asam ricinolec dalam castor oil adalah asam lemak yang bersifat humektan. Ini berarti, minyak castor menjaga kelembapan kulit dengan mencegah menguapnya air dari lapisan terluar kulit. Karena itu, castor oil sering digunakan dalam produk kosmetik untuk melembapkan kulit.

  • Membantu dalam menyembuhkan luka

Mengoleskan castor oil pada luka akan menstimulasi pertumbuhan jaringan yang menjadi pembatas antara luka dan lingkungan luar. Dengan ini, risiko infeksi bisa dikurangi.

Castor oil juga melembapkan luka, sehingga mengurangi proses menumpuknya sel kulit mati yang mengeras dan bisa menghalangi penyembuhan luka.

  • Memiliki efek antiperadangan

Asam ricinoleic yang terkandung dalam castor oil juga memiliki khasiat antiperadangan. Riset-riset membuktikan bahwa jika digunakan secara topikal, minyak ini mampu meredakan radang dan mengurangi rasa sakit.

Manfaat castor oil sebagai antiradang dan pereda nyeri sangat bermanfaat bagi mereka yang menderita peradangan kronis. Misalnya, rematik dan psoriasis.

  • Mengurangi jerawat

Jerawat merupakan gangguan pada kulit yang bisa muncul sebagai blackhead, jerawat bernanah, atau benjolan besar yang sakit di kulit wajah maupun tubuh. Gangguan kulit ini umum terjadi di masa remaja dan bisa membawa dampak buruk terhadap kepercayaan diri karena sangat mengganggu penampilan.

Castor oil adalah salah satu minyak esensial dipercaya bisa mengurangi kemunculan jerawat. Mengoleskan minyak castor pada kulit dapat membantu dalam mengurangi peradangan yang menimbulkan jerawat.

Jerawat juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri di kulit, salah satunya Staphylococcus aureus. Karena memiliki efek antimikroba, castor oil juga dapat membantu dalam melawan pertumbuhan bakteri ketika dioleskan ke kulit.

  • Menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala

Castor oil adalah pelembap alami. Karenanya, minyak ini kerap digunakan sebagai kondisioner untuk rambut yang kering atau rusak.

Mengoleskan minyak castor pada rambut secara rutin dapat membantu dalam melembapkan helai-helai rambut, memperkuat batang rambut, sekaligus membuat rambut lebih lentur sehingga tidak mudah patah.

Castor oil juga bermanfaat bagi mereka yang mengalami masalah ketombe akibat kulit kepala kering dan bersisik. Karena berkhasiat yang meredakan peradangan, castor oil bisa membantu dalam menghilangkan ketombe akibat dermatitis seboroik.

Tips penggunaan dan efek samping castor oil

Jika dioleskan pada kulit, biasanya butuh waktu agak lama agar castor oil bisa terserap sepenuhnya. Mencampur minyak castor dan minyak lain (seperti minyak zaitun) dengan perbandingan 1:1 bisa mempercepat proses penyerapan ini.

Secara umum, castor oil adalah minyak yang aman digunakan. Namun pemakaiannya tetap memiliki efek samping, terutama yang berkaitan dengan reaksi alergi.

Beberapa keluhan yang sering timbul ketika memakai castor oil adalah ruam, iritasi, pembengkakan, dan gatal-gatal pada kulit.

Karena itu, Anda perlu berhati-hati ketika ingin menggunakan minyak castor. Konsultasikan dulu ke dokter bila Anda berniat memakainya. Jika Anda mengalami reaksi alergi setelah mengoleskan castor oil, segera periksakan diri ke dokter kulit.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/castor-oil
Diakses pada 23 april 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319844#what-is-castor-oil
Diakses pada 23 april 2020

Artikel Terkait