13 Cara yang Aman dan Efektif untuk Tangani Saraf Kejepit

Saraf kejepit dapat menimbulkan nyeri di area punggung, kaki, hingga tangan
Sakit punggung bawah adalah salah satu gejala saraf kejepit

Saat punggung, leher, atau kaki terasa sangat nyeri secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, kemungkinan saraf kejepit adalah biang keroknya. Saraf dikatakan terjepit saat jaringan di sekitarnya seperti tulang, otot, dan tendon, menekan terlalu kencang.

Tekanan tersebut lalu membuat fungsi saraf terganggu. Selanjutnya, akan muncul rasa kesemutan, nyeri, kebas, hingga melemahnya tubuh sebagai akibat dari kondisi ini.

Agar Anda tidak terus terganggu dengan kondisi saraf kejepit, kenali beragam cara untuk mengobatinya. Namun sebelumnya, ada baiknya jika Anda mengenali terlebih dulu penyebab dan gejalanya berikut ini.

Ini dia penyebab saraf kejepit

Istilah saraf kejepit, sebenarnya bisa dibilang tidak terlalu tepat dalam menggambarkan kondisi ini. Gangguan pada saraf terjadi karena adanya tekanan berlebih, yang penyebabnya bisa beragam.

Beberapa kondisi yang bisa menimbulkan gejala saraf kejepit, antara lain:

  • Cedera
  • Rheumatoid arthritis
  • Posisi tubuh yang salah namun terjadi secara berulang. Contohnya adalah salah posisi duduk saat bekerja.
  • Obesitas

Tekanan berlebih pada saraf diberikan oleh jaringan di sekitarnya, seperti tulang dan otot. Pembengkakan sumsum tulang belakang juga bisa menyebabkan saraf terjepit, karena saluran yang ada di tulang menjadi menyempit.

Saat saraf terjepit, fungsinya tidak dapat berjalan dengan normal. Namun umumnya, kondisi ini dapat membaik dalam waktu singkat. Pada kasus tertentu, tekanan pada saraf bisa berlangsung lama (kronis), hingga menyebabkan kerusakan saraf permanen.

Gejala saraf kejepit

Saraf terjepit umumnya hanya terjadi pada satu sisi tubuh. Meski begitu, kondisi ini bisa terjadi di lebih dari satu area. Misalnya, satu saraf di leher, dan saraf lainnya di tangan. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan yang ringan, hingga parah.

Gejala yang umum terjadi saat saraf terjepit antara lain:

  • Muncul rasa seperti terbakar.
  • Rasa kesemutan yang disertai dengan sensasi seperti tertusuk-tusuk jarum atau kesterum.
  • Muncul rasa nyeri di area saraf yang terjepit maupun menyebar ke area lain di sekitar lokasi saraf.
  • Kondisi ini dapat juga muncul di lokasi lain, jauh dari lokasi saraf yang terjepit. Misalnya, saraf yang terjepit di leher, namun rasa nyeri muncul di siku atau lengan.
  • Muncul rasa kebas di kulit.
  • Kaki atau tangan mengalami mati rasa.
  • Hilangnya kemampuan untuk merasakan sensasi panas, dingin, nyeri, atau sentuhan di sekitar area kulit.
  • Otot yang terkena dampaknya menjadi lemah.

Saat mengalami saraf kejepit, Anda bisa merasakan salah satu atau beberapa gejala di atas. Gejala saraf terjepit umumnya muncul secara perlahan, dan seringkali hilang-imbul. Keparahan gejala yang dirasakan pun bisa berubah-ubah, tergantung dari posisi tubuh Anda saat itu.

Terkadang, kondisi saraf kejepit juga dapat menyebabkan gangguan fungsional di tubuh. Pada kondisi ini, umumnya saraf yang terjepit berada di bagian punggung bawah.

Gangguan fungsional yang dapat terganggu antara lain kemampuan mengendalikan rasa ingin buang air kecil dan besar, hingga menyebabkan penderitanya mengompol.

Redakan gejala saraf kejepit dengan langkah ini

Ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah, untuk meredakan gejala saraf terjepit, sepertii bawah ini.

1. Perbanyak istirahat

Tidur dan istirahat yang cukup, sangat penting untuk mendukung penyembuhan penyakit saraf. Saat tidur, tubuh kita akan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi di dalamnya. Sehingga, jika kurang tidur, maka waktu perbaikan kerusakan pun akan berkurang.

Batasi kegiatan Anda. Sebab, memaksakan melakukan pekerjaan saat gejala masih muncul, bisa menyebabkan kondisi bertambah parah.

2. Ubah postur tubuh

Anda mungkin perlu mengubah postur tubuh Anda saat berdiri maupun duduk, untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul akibat saraf kejepit.

Menggunakan bantal, kursi yang dapat disesuaikan, dan sandaran leher saat duduk dapat membantu meringankan tekanan dan membuat saraf pulih. Cari posisi duduk ataupun berdiri yang bisa mengurangi rasa nyeri, dan ubahlah kebiasaan dengan cara baru tersebut.

3. Pastikan posisi tubuh aman dan nyaman saat bekerja

Buat tempat kerja Anda senyaman mungkin. Posisikan barang-barang agar lebih ergonomis. Buat layar komputer sejajar dengan mata, sehingga Anda tidak harus menunduk terlalu lama, yang bisa menyebabkan saraf di leher terjepit.

Anda juga dapat sesekali bekerja sambil berdiri agar tulang belakang tetap fleksibel, untuk mengurangi risiko terjadinya saraf kejepit.

4. Konsumsi obat pereda nyeri

Untuk meredakan nyeri yang timbul, Anda dapat mengonsumsi obat berjenis anti-inflamasi nonsteroid (AINS) seperti ibuprofen dan asam mefenamat. Jika mengonsumsi obat ini, perhatikan cara dan dosis konsumsinya dengan baik. Jangan mengonsumsinya secara berlebihan.

5. Lakukan pemanasan dan yoga

Melakukan pemanasan ringan dan yoga, bisa mengurangi tekanan pada saraf di area yang terganggu. Namun, jangan lakukan pemanasan secara berlebihan, karena dapat memperburuk gejala.

6. Pijat

Memijat area yang sarafnya terjepit, dapat membantu meredakan nyeri dan tekanan yang dirasakan. Memberikan sedikit tekanan dengan memijat area yang nyeri, bisa membantu mengurangi ketegangan otot, sehingga otot menjadi lebih rileks.

7. Naikkan kaki

Metode ini dapat Anda coba untuk mengatasi gejala saraf punggung bawah yang terjepit. Cobalah untuk menaikkan kaki Anda dan sandarkan di tembok, sehingga membentuk sudut 90 derajat. Tekuk lutut dan pinggang saat melakukannya.

8. Kompres dingin dan hangat

Kompres hangat bisa membantu membuat otot menjadi rileks, sehingga mengurangi tekanan ke saraf. Suhu panas yang diaplikasikan ke tubuh, juga akan membantu memperlancar aliran darah, sehingga proses penyembuhan bisa terbantu.

Kompres saraf yang terjepit dengan handuk hangat selama 10-15 menit. Sementara itu, kompres dingin dapat meredakan pembengkakan dan peradangan jaringan, sehingga membuat saraf tidak lagi tertekan. Kompres area saraf yang terjepit dengan handuk dingin selama 10-15 menit.

9. Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup dapat mengatasi saraf kejepit secara jangka panjang. Mulailah berolahraga secara teratur, dengan melakukan latihan-latihan ringan seperti jalan pagi, berenang, dan bersepeda.

Olahraga teratur dapat menjaga tubuh agar tetap fleksibel, sehingga berisiko lebih rendah mengalami gangguan saraf maupun tulang. Menurunkan berat badan berlebih juga bisa membantu meredakan saraf terjepit.

Pengobatan saraf kejepit oleh dokter

Jika saraf kejepit tidak juga reda meski sudah melakukan langkah-langkah di atas, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan penanganan untuk saraf kejepit, melalui:

1. Terapi fisik

Selama terapi fisik, Anda akan mempelajari cara untuk menguatkan dan meregangkan otot-otot di area tubuh yang mengalami penyakit saraf ini. Dengan begitu, tekanan di saraf berangsur-angsur akan berkurang.

2. Pemberian obat

Dokter bisa merekomendasikan obat pereda nyeri seperti ibuprofen, atau suntikan obat kortikosteroid, yang juga berfungsi untuk meredakan nyeri dan peradangan.

3. Pemasangan penyangga di tangan

Pemasangan bracket atau penyangga di tangan, dapat membantu mengatasi saraf kejepit yang terjadi di tangan. Penyangga tersebut akan membatasi pergerakan di area yang sarafnya terganggu, sehingga saraf dapat beristirahat dan membaik.

Peyangga ini akan mencegah Anda melakukan gerakan-gerakan yang bisa memperparah kondisi saraf kejepit.

4. Operasi

Apabila saraf tidak juga membaik meski Anda telah melakukan perawatan selama beberapa minggu bahkan bulan, dokter akan merekomendasikan operasi untuk menghilangkan tekanan, yang mengakibatkan saraf terjepit.

Jenis operasi yang dilakukan dapat berbeda, tergantung dari lokasi saraf yang terganggu.

Jika Anda mengalami gejala-gejala yang serupa seperti di atas, jangan tunda untuk segera menjalani perawatan untuk saraf kejepit. Semakin cepat perawatan dimulai, maka tingkat keberhasilannya pun akan makin baik.

E-Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/pinched_nerve/article_em.htm#pinched_nerve_facts
Diakses pada 13 September 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-are-pinched-nerves-189255
Diakses pada 13 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinched-nerve/symptoms-causes/syc-20354746
Diakses pada 13 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/guide/compressed-nerves#1
Diakses pada 13 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320045.php
Diakses pada 13 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pinched-nerve-remedies
Diakses pada 13 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed