Penanganan anak sakit secara rumahan dapat dilakukan apabila mereka demam, diare, atau muntah-muntah
Orangtua kadang tidak cukup peka untuk menyadari bahwa anak sakit

Badan demam, batuk, dan sakit tenggorokan. Anak-anak umumnya mengeluhkan gejala penyakit tersebut. Ada yang menular, tapi ada juga yang tidak.

Jika buah hati tampak lesu atau demam sepulang sekolah, Anda harus memastikan apakah anak memang benar-benar sakit. Pasalnya, gejala flu kerap diremehkan oleh sebagian orang sehingga bisa menularkan virus atau flu kepada anak-anak lain di sekolah.

Dikutip dari American Academy of Pediatrics, sebaiknya periksa tanda-tanda berikut untuk mengetahui bahwa mereka sakit atau tidak

1. Apakah Anak Demam?

Apabila suhu badan anak di atas 38 derajat celcius, ini merupakan gejala penyakit tertentu. Jadi, sebaiknya anak harus tinggal di rumah dan tidak perlu bersekolah sementara waktu.

2. Apakah Anak Cukup Fit untuk Sekolah?

Tanyakan pada anak, apakah ia sehat atau justru merasa kelelahan menghadapi banyak pelajaran. Hal ini penting untuk ditanyakan karena sebagian orangtua tidak menyadari bahwa anaknya lelah atau kurang fit.

3. Apakah Anak Terkena Flu atau Sakit Mata (Konjungtivis)?

Wabah yang paling sering menular ke anak di sekolah adalah sakit mata dan flu. Sebaiknya, anak harus istirahat di rumah sampai ia pulih agar tidak menular ke teman-teman yang lain.

Penanganan selanjutnya adalah ketika anak sakit, apa yang harus dilakukan orang tua? Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Penanganan ketika Anak Sakit

1. Demam

Demam merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan kuman atau bakteri yang menyerang. Gejala ini umumnya muncul ketika anak terkena flu. Jika demam mencapai 38 derajat celcius, sebaiknya anak harus beristirahat di rumah.

2. Diare

Selain demam, anak juga sering terkena diare akibat keracunan makanan, infeksi bakteri atau obat-obatan antibiotik. Diare bisa menyebabkan dehidrasi yang serius. Jadi, penanganan terbaik adalah memberikan anak banyak cairan untuk diminum dan bawa ke dokter untuk berkonsultasi.

3. Muntah

Jika Anda menyadari tanda-tanda anak sakit seperti muntah atau perutnya merasa mual, hal ini biasanya disebabkan oleh virus. Muntah adalah cara lain tubuh untuk menyingkirkan kuman.

Jika anak muntah lebih dari dua kali dalam 24 jam, sebaiknya mereka tidak bersekolah dulu dan tetap beristirahat di rumah.

4. Batuk dan Pilek

Saat Anda mengetahui anak sakit batuk dan pilek, sebaiknya anak harus tetap di rumah dan tidak bersekolah. Batuk serius seperti batuk rejan, bronkitis, atau croup bisa menular kepada anak-anak lain. Selain itu, batuk juga bisa menjadi gejala asma atau alergi tertentu.

5. Sakit Tenggorokan

Mengonsumsi jajanan kurang sehat atau makanan yang kurang higienis dapat membuat anak rentan terhadap sakit tenggorokan. Jika Anda mengetahui anak mengeluh sakit untuk menelan ludah atau sakit di bagian tenggorokan disertai demam, biarkan anak beristirahat di rumah dan tidak bersekolah dulu. Penanganan dari dokter umumnya akan diberi antibiotik.

6. Sakit Mata (Konjungtivitis)

Mata memerah, pedih, atau terasa nyeri terbakar, membuat anak merasa kurang nyaman. Sakit mata, yang juga dikenal sebagai pinkeye (konjungtivitis), sangat mudah menular kepada anak-anak lain. Jika Anda mengetahui anak sakit mata, anak harus tetap tinggal di rumah.

Jangan sepelekan penyakit umum pada anak. Bila Anda mengetahui anak sakit atau mengeluh kurang nyaman dengan tubuhnya, segera beri tindak lanjut atau biarkan anak beristirahat di rumah agar tidak menular ke teman-temannya di sekolah.

WebMD. https://www.webmd.com/children/guide/too-sick-for-school

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/too-sick.html

Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed