5 Cara Tingkatkan Rasa Percaya Diri Anak Penderita Bibir Sumbing

Anak penderita bibir sumbing perlu dibantu dan didukung agar percaya diri dalam berkomunikasi.
Bantu dan dukung anak penderita bibir sumbing agar bisa percaya diri bersosialisasi.

Terlahir dengan bibir sumbing terkadang bisa membuat anak-anak merasa kurang percaya diri saat bergaul dengan teman sebayanya. Tidak sedikit dari mereka yang jadi antisosial dan kurang pergaulan, karena malu berkomunikasi dengan orang lain, akibat kesulitan dalam berbicara.

Sebagai orangtua, saudara, guru atau teman, Anda harus tahu bahwa terdapat berbagai macam cara yang bisa dilakukan, untuk mengembalikan, dan bahkan meningkatkan rasa percaya diri pada anak-anak dengan bibir sumbing. 

Bibir sumbing bukanlah disabilitas

Banyak yang beranggapan kalau bibir sumbing masuk ke dalam kelompok disabilitas. Anak-anak kecil yang memiliki bibir sumbing juga dipercaya mengalami kesulitan dalam proses belajar di sekolah. Padahal, itu semua hanya mitos.

Faktanya, bibir sumbing bukanlah sebuah disabilitas. Namun memang, anak-anak dengan bibir sumbing membutuhkan bantuan lebih untuk berkomunikasi, dibandingkan teman-teman seusianya. Akan tetapi perlu selalu diingat, bahwa anak-anak dengan bibir sumbing bisa belajar layaknya anak-anak sekolah pada umumnya. Bahkan, mereka mampu bersaing dari segi nilai.

Fakta ini harus terus ditekankan kepada anak-anak dengan bibir sumbing sejak dini. Agar di kemudian hari, mereka tidak salah persepsi dan memahami, bahwa sebenarnya bibir sumbing bukanlah sebuah disabilitas. Sebagai orang ua, saudara, guru dan sahabat, Anda harus ikut berperan dalam menyampaikan fakta ini kepada mereka yang berbibir sumbing.

Ciptakan lingkungan yang jujur

Untuk ayah dan ibu, jika memiliki anak-anak dengan bibir sumbing, biasakan bicara jujur dengan mereka. Terutama mengenai anomali wajah dan stigma tentang bibir sumbing di luar rumah. 

Jika anak-anak sudah memiliki informasi yang tepat tentang bibir sumbing, mereka jadi lebih percaya diri ketika berkomunikasi dengan teman-temannya. Bahkan ketika mereka ditanyai tentang kondisi bibir sumbingnya sekalipun. 

Selain itu, Anda juga bisa mengajarkan cara bergaul yang benar, seperti cara mengajak teman sebayanya untuk bermain, atau memulai obrolan. Dengan begitu, anak-anak dengan bibir sumbing diharapkan bisa lebih percaya diri dan tidak takut diejek saat bermain di luar rumah. 

Terlebih lagi, ciptakan lingkungan yang jujur di dalam rumah, agar anak-anak Anda mau berbagi tentang perasaannya. Hal ini diyakini bisa membuat anak-anak merasa aman saat ingin mengutarakan rasa takut, harapan, amarah, hingga kegelisahannya. 

Lawan tindakan bullying

Bully atau perundungan harus dilawan. Anak-anak dengan bibir sumbing biasanya menjadi korban bullying, entah itu di sekolahnya atau di tempat bermainnya. Biasanya, hal ini terjadi karena anak berbibir sumbing, memiliki suara yang sedikit berbeda dari anak-anak lainnya. Ditambah lagi, anak-anak yang suka melakukan perundungan, tidak mengerti kondisi bibir sumbing. 

Sebagai orangtua, sebaiknya Anda mengingatkan kepada anak untuk melapor jika ada yang mengejek atau melakukan tindakan perundungan terhadapnya. 

Selain itu, para guru juga memiliki peran penting dalam kasus ini, apalagi kalau kasus bullying terhadap anak dengan bibir sumbing terjadi di lingkungan sekolah. Ada beberapa cara untuk mengatasinya. Salah satunya, dengan memberikan pemahaman mengenai kondisi bibir sumbing kepada para murid.

Jika memahami kondisi bibir sumbing, diharapkan tidak ada lagi kasus bullying terhadap anak dengan kondisi fisik tersebut, sehingga kepercayaan dirinya pun dapat meningkat.

Ajarkan untuk menerima kritikan

Tersenyum” mungkin terdengar sepele. Namun dengan hal ini, kepercayaan diri anak dengan bibir sumbing bisa meningkat. Mengapa demikian? Sebab, tersenyum kepada orang-orang yang menatap dirinya, menunjukkan rasa percaya diri dan keyakinan, bahwa ia tidaklah berbeda dari orang lain.

Maka dari itu, orangtua disarankan untuk terus mengajarkan anak berbibir sumbing untuk selalu tersenyum, terutama saat ada orang lain yang menatapnya, karena ia berbeda.

Bekali anak dengan pengetahuan tentang bibir sumbing

Pembekalan tentang berbagai hal mengenai bibir sumbing pada anak yang memilikinya, sangatlah penting. Dengan memiliki informasi yang luas tentang kondisi yang dideritanya itu, sang anak jadi bisa menjelaskan kepada orang-orang di sekitarnya, jika diperlukan. 

Lebih dari itu, mengetahui informasi yang tepat tentang kondisi bibir sumbing, bisa membuat anak mematahkan mitos atau stigma tentang bibir sumbing, di tengah masyarakat. Ketika ada orang lain yang mengejek atau bertanya tentang kondisi bibir sumbingnya, anak mampu memberikan respons, untuk mengubah pandangan negatif mengenai bibir sumbing. 

Kesulitan yang dirasakan anak penderita bibir sumbing

Memiliki bibir sumbing tidak hanya membuat sang penderita sering mendapat ejekan atau perundungan dari orang-orang di sekelilingnya. Para penderita bibir sumbing juga memiliki beberapa kesulitan yang sudah dirasakan sejak masih kecil.

Berikut ini adalah beberapa kesulitan yang dirasakan anak penderita bibir sumbing:

  • Kesulitan saat makan
  • Kesulitan menelan, dengan potensi cairan atau makanan keluar dari hidung
  • Infeksi telinga kronis
  • Bersuara sengau

Tidak hanya itu, dengan menderita bibir sumbing, terdapat komplikasi yang bisa ditimbulkan, misalnya:

  • Gangguan pendengaran
  • Jika celah meluas melalui gusi bagian atas, perkembangan gigi bisa terpengaruh
  • Selain bersuara sengau, tapi penderita bibir sumbing juga bisa mengalami kesulitan dalam berbicara

Perlu diketahui, anak-anak dengan bibir sumbing sangat rentan terhadap ejekan dari teman sebayanya, misalnya mendapat tatapan dari orang tak dikenal karena dianggap berbeda, memperoleh pertanyaan yang menyinggung perasaan, dianggap berbeda hingga ditolak. 

Sebagai orang tua, sahabat atau guru, sudah sepatutnya Anda membantu dan terus mendukung tumbuh kembang anak agar di masa depan bisa jadi anak yang percaya diri walau memiliki kekurangan.

Cleft Lip & Palate Association. https://www.clapa.com/treatment/school-years-5-12/at-school/

Diakses pada 16 September 2019

 

Craniofacial Team of Texas. http://craniofacialteamtexas.com/cleft-lip-and-cleft-palate/self-esteem-coping/

Diakses pada 16 September 2019

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cleft-palate/symptoms-causes/syc-20370985

Diakses pada 16 September 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed