logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Cara Tetap Sopan Saat Menghadapi Orangtua yang Selalu Merasa Benar

open-summary

Baik karena faktor usia dan posisi sebagai orang yang lebih berpengalaman, sering kali orangtua berlaku selalu merasa benar kepada anak. Ini kadang membuat Anda sebagai anak kesal. Berikut cara menghadapi orangtua yang selalu merasa benar.


close-summary

3.44

(39)

10 Sep 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Menghadapi orangtua yang selalu merasa benar membutuhkan pengendalian diri

Menghadapi orangtua yang selalu merasa benar membutuhkan kesabaran

Table of Content

  • Cara menghadapi orangtua yang selalu merasa benar
  • Catatan dari SehatQ

Bukan hal sepele mencapai kata kompromi antara dua orang yang rentang usianya bisa berbeda dua hingga tiga dekade. Katakanlah dalam konteks anak ketika menghadapi orangtua yang selalu merasa benar. Memaksakan pendapat dengan cara yang salah bisa dianggap tidak menghormati orangtua, namun terkadang perlu membuat orangtua tahu mana yang benar dan salah.

Advertisement

Kerap kali jika komunikasinya buntu, menghadapi orangtua yang selalu merasa benar hanya akan berakhir dengan pertengkaran. Padahal, perdebatan dengan bumbu emosi hanya akan membuat masing-masing pihak semakin mempertahankan pendapatnya tanpa mengabaikan masukan orang lain.

Cara menghadapi orangtua yang selalu merasa benar

Ayah dan ibu tua
Sampaikan pemikiran Anda pada orangtua dengan sopan

Namun bagaimanapun, menghadapi orangtua yang selalu merasa benar adalah hal yang pasti terjadi. Terlepas dari bagaimana sifat dan pola pengasuhan orangtua, akan ada saja friksi atau gesekan tentang beragam hal.

Lantas, bagaimana cara menghadapi orangtua yang selalu merasa benar?

1. Komunikasikan dengan terbuka

Banyak dari kita bukan cenayang yang bisa membaca pikiran orang lain.  Sampaikan apa yang ada di pikiran Anda kepada orang lain. Ini berlaku pada siapapun, bukan hanya ketika berkomunikasi dengan orangtua.

Gunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti. Bila perlu, tambahkan analogi-analogi sehingga membuat pemahamannya kian mudah dicerna. Ketika orangtua tetap merasa benar, jaga agar komunikasi tetap berjalan dengan kepala dingin, bukan emosi.

2. Pahami alasan mereka merasa benar

Bagaimanapun, orangtua telah hidup lebih dulu dibanding anak-anaknya. Mereka telah mengenyam pahit manis kehidupan jauh sebelum memiliki keturunan. Artinya, pasti ada alasan mengapa orangtua selalu merasa benar.

Sebelum mulai berdebat tentang perbedaan pendapat, pahami mengapa orangtua merasa selalu benar. Pahami apa motivasi yang membuat mereka bersikukuh setuju pada suatu prinsip.

Kemudian, sampaikan bahwa Anda memahami itu di awal pembicaraan. Contohnya lewat kalimat seperti, “Saya yakin Ayah/Ibu tahu betul betapa pentingnya masalah ini…” baru diikuti dengan argumen-argumen yang logis.

3. Gunakan intonasi yang tepat

Menggunakan intonasi atau nada suara tinggi ketika menghadapi orangtua yang selalu merasa benar hanya akan membuat suasana runyam. Jangankan mencerna apa yang disampaikan, emosi masing-masing pihak justru mudah tersulut sehingga tidak akan sampai di titik temu.

Alih-alih membentak atau menggunakan nada tinggi, sampaikan setiap kalimat dengan sopan. Tetap hargai posisi mereka sebagai orangtua yang wajib dihormati. Dengan menyampaikan pendapat secara sopan, dapat membuka hati orangtua untuk mengubah prinsip mereka.

4. Jangan tuding mereka keras kepala

Ketika berdebat tentang apapun, jangan pernah menuding mereka selalu keras kepala atau merasa benar. Ini bagaikan menyiram bensin ke kobaran api. Sebaliknya, sampaikan bahwa perbedaan pendapat ini muncul karena bentuk perhatian anak.

Contohnya ketika orangtua menolak untuk pindah kamar ke lantai dasar dan memaksa tetap naik turun tangga, jangan langsung menuding mereka keras kepala. Sebaliknya, sampaikan bahwa anak-anak merasa khawatir terhadap keselamatan mereka. Saran agar mereka pindah kamar ke lantai dasar muncul sebagai bentuk kasih sayang anak-anak untuk orangtua.

5. Tak segan validasi emosi

Ketika menyampaikan pendapat kepada orangtua yang selalu merasa benar, jangan segan melakukan validasi emosi diri sendiri. Sampaikan bahwa anak-anak merasa sayang, peduli, khawatir, dan ingin melindungi orangtua sebaik-baiknya. Semakin banyak emosi yang tervalidasi, maka orangtua akan merasa diperhatikan.

Minta tolong orangtua untuk membantu menghapus rasa khawatir anak-anak mereka dengan setuju terhadap hal yang tengah diperdebatkan. Bila perlu, tambahkan pula bahwa cucu-cucu mereka merasakan hal yang sama.

6. Turuti, namun tetap siaga

Jika beberapa cara menghadapi orangtua yang selalu merasa benar di atas tidak berhasil, turuti saja keinginan orangtua. Namun, tetap siaga ketika ada sesuatu yang terjadi di luar ekspektasi. Meskipun belum mencapai kata sepakat, sampaikan bahwa anak-anak siap menunggu hingga orangtua berubah pikiran.

Jangan lupa tekankan pula bahwa komunikasi terkait perdebatan ini akan selalu terbuka lebar. Kapanpun ingin menyampaikan hal lain, katakan bahwa Anda siap datang atau menerima telpon dari mereka.

Baca Juga

  • 10 Cara Meminta Maaf kepada Pacar yang Tulus Agar Si Dia Luluh Kembali
  • Mengenal Spooning Sex yang Mudah Dilakukan oleh Siapa Saja
  • 10 Tips Meredam Emosi agar Tidak Menyesal Setelah Memarahi Anak

Catatan dari SehatQ

Ada alasan mengapa orangtua terkadang merasa selalu benar. Di usia mereka, ada banyak ketidakpastian hingga perasaan frustrasi yang mungkin hinggap dan membuatnya terkesan “keras kepala”. Belum lagi gengsi mengakui bahwa usia tak lagi memungkinkan mereka untuk mandiri.

Pahami semua itu, jangan jadikan ini pemantik untuk bertengkar setiap saat. Jika anak-anak dapat menunjukkan kasih sayang dan kepedulian mereka, tidak menutup kemungkinan suatu saat orangtua akan menjadi lebih terbuka pikirannya.

Advertisement

parenting stressorangtuamenjalin hubungan

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved