Cara Merawat Tali Pusar Bayi yang Baik dan Benar hingga Puput


Cara merawat tali pusar bayi yang benar agar cepat kering hingga puput penting diketahui oleh para orangtua baru untuk mencegah terjadinya infeksi dan iritasi pada kulit bayi.

(0)
17 Jan 2020|Anita Djie
Kenali cara perawatan tali pusar bayi yang benar agar tidak menyebabkan infeksiPerawatan tali pusar bayi yang baik dan benar wajib diketahui oleh orang tua baru
Perawatan tali pusar bayi atau tali pusat bayi adalah hal yang wajib diketahui oleh orang tua baru. Pasalnya, perawatan yang salah dapat menimbulkan infeksi pada kulit bayi. Normalnya, tali pusat akan mengering dan lepas dengan sendirinya sekitar tiga minggu setelah kelahiran. Namun, orangtua tetap perlu mengetahui cara yang benar untuk merawat tali pusat si Kecil agar bayi tetap sehat dan terhindar dari infeksi.

Cara merawat tali pusar bayi sebelum puput

Bagi Anda yang baru pertama kali memiliki anak mungkin akan bingung tentang bagaimana cara merawat tali pusar pada bayi baru lahir. Pada dasarnya, perawatan tali pusat itu sederhana namun, terdapat pelakuan khusus yang harus diperhatikan.Berikut cara merawat tali pusat bayi yang yang baik dan benar sebelum puput pusar.

1. Selalu bersihkan tali pusar dengan benar

Bersihkan tali pusat dengan kapas yang telah dibasuh air hangat dan sabun yang tidak mengiritasi kulit bayi.Peras air dari kapas terlebih dahulu sebelum membasuhnya ke bagian dalam dan kulit sekitar tali pusat. Lap secara perlahan kulit tali pusat yang basah, kotor, atau lengket sebelum dikeringkan dengan kain yang lembut secara perlahan.Bila bayi memiliki tinja yang berantakan, kemungkinan tinja bisa masuk ke dalam tali pusat. Jika terdapat tinja di tali pusat, bersihkan dengan air dan sabun.Merawat tali pusat dengan kapas yang dibasuh alkohol bukanlah langkah yang tepat karena alkohol dapat mengeringkan kulit dan memicu iritasi. Setelah sudah dibersihkan dan dikeringkan, biarkan tali pusat tetap terbuka dan terkena udara agar cepat kering.

2. Mandikan anak dengan sponge

Selama belum mengalami puput pusar, mandikan bayi dengan sponge yang telah dibasahi untuk membersihkan pusar bayi. Setelah dibersihkan, keringkan tali pusat secara perlahan dengan handuk yang lembut untuk menghindari iritasi. Hindari merendam bayi dalam bak mandi agar tidak terkena air secara berlebihan yang dapat membuat tali pusar terlalu lembap.

3. Jaga tali pusar tetap kering

Perawatan tali pusat yang utama lainnya adalah menjaganya agar tetap kering. Biarkan tali pusat terpapar dengan udara luar dan bersihkan dengan lembut jika terlihat basah.Berikan bayi pakaian yang longgar agar tidak menempel dan memberikan akses sirkulasi udara yang lebih baik. Jika terlalu kering, Anda bisa mengelap tali pusat dengan sponge yang basah secara perlahan.

4. Jangan tutupi tali pusar dengan popok

Saat akan memakaikan popok bayi, hindari diaper atau popok menutupi tali pusat. Anda bisa menggulung ataupun menggunting popok yang menutupi tali pusar bayi. Anda juga bisa menggulung dan menempelkan micropore pada ujung popok yang menutup tali pusat. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya air seni maupun tinja ke dalam tali pusar.

5. Biarkan tali pusar lepas dengan sendirinya

Anda mungkin memiliki keinginan untuk melepas tali pusat, tetapi biarkan tali pusat lepas dengan sendirinya. Melepas atau menarik paksa tali pusat berpotensi menimbulkan perdarahan secara terus-menerus yang bisa memicu infeksi.Bentuk dan warna tali pusat bisa berbeda-beda pada tiap anak. Seiring dengan tanggalnya tali plasenta, warnanya akan berubah dari putih kekuningan menjadi cokelat, abu-abu, ungu, atau biru hingga mengering dan menjadi hitam sebelum akhirnya lepas.Orangtua mungkin akan menyadari adanya bengkak atau kemerahan di tempat tali pusar sebelumnya berada. Kadangkala beberapa tetes darah bisa keluar dari pusar bayi saat tali pusat terlepas. Umumnya, hal ini akan berlangsung hingga dua minggu.

Kapan tali pusar bayi lepas atau puput?

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tali pusar atau tali pusat pada bayi baru lahir akan kering dan lepas dengan sendirinya dalam satu minggu. Namun, beberapa kasus dapat membutuhkan lebih banyak waktu, yakni hingga 10-14 hari setelah bayi lahir. Bila tali pusat tidak kunjung lepas setelah tiga minggu berlalu, biarkan daerah tersebut tetap kering dan diaper tidak menutupi bagian tali plasenta. Jika tidak kunjung lepas dalam enam minggu, konsultasikan dengan dokter.

Cara merawat tali pusar bayi setelah puput agar cepat kering

Untuk merawat tali pusar bayi yang baru lepas atau setelah puput pusar agar cepar kering sebenarnya tidak membutuhkan perawatan khusus. Anda hanya perlu memastikan kebersihan bagian pusar bayi dan menjaganya agar tetap kering. Biyarkan pusar terbuka dan jika menggunakan diaper pastikan bagian pusar bayi tidak lembap. Adapun tips perawatan yang bisa dilakukan setelah bayi puput pusar adalah sebagai berikut:
  • Pastikan Anda telah mencuci tangan hingga bersih sebelum membesihkan pusar bayi agar tidak menyebabkan infeksi
  • Bersihkan sisa tali pusar yang sudah puput paling tidak dua kali sehari setelah selesai mandi menggunakan air hangat
  • Jangan menutup bagian pusar dengan apapun termasuk memberi bedak, betadine maupun alkohol
  • Perhatikan pemakaian popok dan baju bayi. Jangan pakai pokok hingga menutupi bagian pusar dan pilih baju yang nyaman serta lembut untuk membantu pusar cepat kering dan terhindar dari iritasi. 

Catatan dari SehatQ

Meskipun sudah tidak perlu menerapkan perawatan tali pusat, tetap orangtua perlu waspada jika Jika tempat tali pusat bayi tidak kunjung sembuh setelah dua minggu.Hal tersebut bisa mengindikasikan adanya infeksi di tempat tali plasenta berada. Indikasi dari adanya infeksi bisa berupa:
  • Pusar bayi bedarah terus menerus
  • Keluarnya cairan berwarna kuning keputihan atau nanah.
  • Daerah tempat tali pusat bengkak dan kemerahan.
  • Demam.
  • Penurunan nafsu makan, bayi mudah kesal, dan lemas.
  • Adanya benjolan yang lunak atau berisi cairan di tempat tali pusat berada atau sekitarnya.
  • Bayi terlihat kesakitan.
  • Bayi menangis ketika daerah tali pusat disentuh.
  • Perut bengkak.
  • Tali pusat berbau tidak sedap.
Apabila bayi mengalami gejala di atas, segera kunjungi dokter untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
bayi & menyusuiibu dan anaktali pusat bayi
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/first-year-of-life/umbilical-cord/
Diakses pada 17 Januari 2020
HealthlinkBC. https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/tp22060spec
Diakses pada 17 Januari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/umbilical-cord/art-20048250
Diakses pada 17 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-umbilical-cord#1
Diakses pada 17 Januari 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/baby-growth/umbilical-cord-care.aspx
Diakses pada 17 Januari 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-tali-pusat-bayi-baru-lahir Diakses pada 21 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait