logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Penularan Hepatitis B Umum Terjadi Lewat 4 Cara Ini, Hati-hati!

open-summary

Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati. Penyakit ini menular melalui cairan tubuh karena hubungan seksual, jarum suntik, atau kontak dengan penderita.


close-summary

3.4

(47)

19 Apr 2019

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Cara penularan hepatitis B dapat melalui hubungan seksual

Penyakit hepatitis B menyerang hati manusia

Table of Content

  • Cara penularan Hepatitis B
  • Cara mencegah penularan hepatitis B

Cara penularan hepatitis B kerap kali menjadi pertanyaan bagi banyak orang. Hepatitis B adalah infeksi oleh virus hepatitis B (HBV) yang menyerang hati. Gejala hepatitis B biasanya timbul setelah satu hingga empat bulan setelah terinfeksi.

Advertisement

Gejalanya berupa demam, sakit perut, nyeri sendi, warna urine gelap, tidak nafsu makan, mudah lelah, mual, muntah, kulit dan mata menguning. Banyak yang merasa khawatir dengan bagaimana cara virus hepatitis B menular. Berikut penjelasan lengkapnya.

Cara penularan Hepatitis B

Berbeda dari flu, virus hepatitis B (HBV) tidak menular melalui bersin atau batuk. Virus hepatitis B menular melalui darah, air mani atau cairan tubuh yang lain.

Virus ini sangat cepat menular, bahkan tingkat penularannya lebih tinggi dibandingkan dengan HIV.

1. Hubungan seksual

Penularan hepatitis B dapat terjadi melalui hubungan seksual. Anda dapat terkena hepatitis B jika melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi tanpa menggunakan kondom.

Virus hepatitis B dapat menular jika darah, air mani, cairan vagina atau air liur orang tersebut masuk ke dalam tubuh Anda. Jadi, gunakanlah kondom agar terhindar dari penularan hepatitis B.

2. Kehamilan

Penularan hepatitis B juga dapat terjadi dari ibu yang positif terinfeksi HBV pada anaknya.

Ibu hamil yang terinfeksi hepatitis B dapat menularkan virus tersebut pada bayinya saat persalinan. Sang bayi pun akan berisiko terkena infeksi hepatitis B kronis.

Akan tetapi, telah tersedia vaksin hepatitis B bagi bayi yang baru lahir agar terhindar dari penularan.

Bila sedang hamil atau merencanakan kehamilan, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter untuk melakukan tes hepatitis B.

3. Jarum suntik

Penularan hepatitis B dapat terjadi melalui jarum suntik, bila Anda menggunakan jarum suntik bekas orang yang terinfeksi hepatitis B.

Jarum suntik tersebut telah terkontaminasi oleh darah orang yang terinfeksi. Oleh sebab itu, saat Anda memakainya maka virus tersebut dapat masuk ke dalam tubuh Anda.

Selain itu, akan timbul masalah jika penderita hepatitis B secara tidak sengaja, tertusuk jarum suntik. Pekerja medis harus mewaspadainya, karena bisa tertular.

4. Kontak dalam rumah

Penularan hepatitis B dapat terjadi melalui kontak di dalam rumah. Hal tersebut dapat terjadi bila di rumah Anda terdapat orang yang terinfeksi hepatitis B.

Virus hepatitis B dapat berada di luar tubuh dalam jangka waktu tertentu, bahkan menempel pada barang-barang tertentu.

Barang-barang dengan kandungan darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi, berpotensi menularkan virus hepatitis B. Barang-barang tersebut antara lain sikat gigi, pisau cukur, handuk, dan gunting kuku.

Baca Juga

  • Vaksin Polio, Garda Terdepan Perlindungan Anak dari Penyakit Polio
  • Fakta di Balik Anggapan Makanan Menyembuhkan Hepatitis B
  • Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Hasil Tes SGOT dan SGPT

Cara mencegah penularan hepatitis B

Infeksi hepatitis B dapat menjadi kronis bila berlangsung lebih dari 6 bulan. Ketika sudah memasuki kondisi kronis, maka risiko Anda terkena gagal hati, kanker hati atau sirosis, akan meningkat.

Oleh sebab itu, penularan hepatitis B harusl dihindari. Setelah membaca penjelasan di atas, Anda harus lebih waspada dengan kemungkinan penyebaran hepatitis B.

Mulailah pencegahan dari hal-hal kecil seperti, menggunakan kondom saat berhubungan seksual, menjauhi narkoba, maupun tidak menggunakan barang orang lain dengan sembarangan.

Selain itu, mendapatkan vaksin hepatitis B juga merupakan salah satu upaya dalam mencegah terjadinya penularan hepatitis B. Vaksin tersebut merupakan perlindungan yang aman dan efektif. Bila semua hal tersebut dilakukan, tentu risiko Anda tertular virus hepatitis B pun dapat berkurang.

Advertisement

vaksin bayi dan anakhepatitishepatitis b

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved