Penularan hepatitis C biasanya diakibatkan oleh berhubungan seksual tanpa pelindung
Terdapat berbagai cara penularan hepatitis C, salah satunya adalah melalui darah penderita hepatitis C.

Di seluruh dunia diperkirakan ada 170 juta orang terinfeksi hepatitis C. Sampai sekarang belum ada vaksin untuk mencegah penularan hepatitis C.

Hepatitis C adalah keadaan peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C. Bukan hanya menyebabkan peradangan, infeksi virus hepatitis C dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius.

Hepatitis C terbagi menjadi akut dan kronis. Penyakit hepatitis C akut jarang menimbulkan komplikasi serius. 15-65% orang yang mengalami hepatitis akut akan sembuh sendiri dalam 6 bulan tanpa pengobatan, namun 60-80% dapat berkembang menjadi kronis.

[[artikel-terkait]]

Gejala hepatitis C

Pasien dengan hepatitis C akut biasanya tidak mengalami gejala apa pun atau hanya mengalami gejala ringan. Bila bergejala, gejala yang mungkin dialami penderita hepatis C akut antara lain:

  • demam
  • merasa lemah dan kelelahan
  • urine berwarna gelap seperti teh
  • feses berwarna pucat
  • nyeri perut
  • nafsu makan menurun
  • muntah
  • nyeri sendi
  • warna kekuningan pada kulit

Kebanyakan orang dengan hepatitis C kronis juga tidak mengalami gejala apapun sampai terjadi kerusakan hati berat yang disebut sebagai sirosis hati. Gejala awal hepatitis C kronis adalah rasa lelah, nyeri otot, dan penurunan nafsu makan.

Ketika sudah terjadi kerusakan hati berat atau sirosis hati dapat terjadi gejala seperti:

  • penurunan berat badan
  • gangguan pembekuan darah (gampang berdarah dan lebam)
  • perut membesar akibat penumpukan cairan dalam perut
  • pada wanita dapat terjadi gangguan menstruasi
  • pada pria dapat terjadi penurunan gairah seks dan pembesaran payudara

Komplikasi serius hepatitis C kronis adalah menyebabkan kanker hati dan penumpukan zat racun pada otak yang menyebabkan gangguan berpikir bahkan hingga koma.

Penularan hepatitis C

Penularan hepatitis C ketika darah seseorang yang terinfeksi virus Hepatitis C masuk ke tubuh orang yang sehat.

Aktivitas yang berisiko tinggi menyebabkan penularan virus hepatitis C adalah:

  • penggunaan jarum suntik obat bersama
  • penggunaan jarum/alat tusuk yang digunakan untuk membuat tato bersama
  • mendapat donor darah dari orang yang menderita Hepatitis C.
  • penggunaan alat-alat kesehatan yang tidak steril

Aktivitas yang berisiko sedang menyebabkan penularan virus hepatitis C adalah:

  • penggunaan bersama alat-alat kebersihan pribadi seperti alat cukur, sikat gigi, penggunting kuku, pembalut bekas pakai, atau apapun yang bisa terkontaminasi darah.
  • hubungan seksual dengan tidak memakai kondom. Penularan hepatitis C dapat terjadi terutama bila dilakukan saat menstruasi. Risiko penularan tinggi pada orang yang menderita HIV/AIDS atau infeksi menular seksual lain.
  • bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita hepatitis C. Terdapat risiko kecil seorang ibu menularkan hepatitis C ke bayinya sebelum atau selama melahirkan. Risiko penularannya meningkat bila Ibu menderita HIV/AIDS

Perlu diketahui bahwa hal-hal berikut tidak menyebabkan penularan hepatitis C:

  • batuk pilek
  • kontak tubuh biasa seperti berpelukan atau bersalaman
  • berciuman
  • menyusui (kecuali bila puting susu berdarah)
  • menggunakan alat makan Bersama
  • digigit nyamuk

Pastikan untuk menghindari aktivitas-aktivitas yang berisiko mengakibatkan penularan hepatitis C.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-c/symptoms-causes/syc-20354278
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cirrhosis/symptoms-causes/syc-20351487
Diakses pada 23 April 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5021643/
Diakses pada 23 April 2019

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-c
Diakses pada 23 April 2019

CDC. https://www.cdc.gov/hepatitis/hcv/cfaq.htm
Diakses pada 23 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/chronic-hepatitis-c#signs-and-symptoms
Diakses pada 23 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/complications-hep-c#1
Diakses pada 23 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed