Cara Penggunaan Inhaler yang Benar untuk Obati Asma

(0)
13 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara menggunakan inhaler yang benar bisa turunkan risiko terjadinya efek sampingCara menggunakan inhaler yang tepat adalah posisi alat harus tegak
Orang yang mengidap asma, perlu tahu betul cara penggunaan inhaler yang tepat. Sebab jika salah, risiko terjadinya efek samping akibat penggunaan inhaler akan meningkat. Selain itu, dengan teknik yang tepat, frekuensi kekambuhan asma juga bisa berkurang.Anda mungkin sudah cukup sering melihat orang lain menggunakan inhaler. Entah itu dalam tayangan iklan komersial, film, atau kehidupan sehari-hari. Namun, apakah yang Anda lihat itu bisa dijadikan contoh cara menggunakan inhaler?

Cara menggunakan inhaler tanpa spacer

Setiap inhaler memiliki dua bagian utama, yaitu canister (tabung berisi cairan obat) dan mouthpiece (corong yang menghubungkan tabung obat ke mulut).Canister tersebut dilengkapi dengan tekanan tertentu, sehingga ketika Anda menekan inhaler, obat yang ada di dalamnya akan menyemprot langsung ke dalam mulut lalu menuju paru-paru.Saat pengidap asma menggunakan inhaler dengan cara yang tepat, maka obat yang keluar dari canister bisa masuk ke paru-paru dengan maksimal. Maka dari itu, kenali langkah-langkahnya berikut ini.
  • Lepas tutup inhaler dan pegang dalam posisi tegak.
  • Posisikan tubuh tegak, bisa sambil duduk atau berdiri.
  • Kocok inhaler.
  • Posisikan kepala sedikit mendongak, lalu ambil dan buang napas dalam-dalam.
  • Masukkan ujung corong inhaler ke dalam mulut.
  • Tekan ujung inhaler untuk mengeluarkan obat dari canister sambil bernapas secara perlahan.
  • Bernapaslah perlahan selama 3-5 detik.
  • Tahan napas selama 10 detik agar obat bisa benar-benar masuk ke paru-paru.
  • Embuskan napas dengan perlahan.
  • Ulangi bila perlu, dengan jeda setidaknya 1 menit sebelum mengisap inhaler kedua kalinya.

Cara menggunakan inhaler dengan spacer

Spacer adalah alat menyerupai tabung yang digunakan untuk mempermudah masuknya obat dari inhaler ke dalam saluran pernapasan. Dengan dipasangnya spacer pada inhaler, maka obat asma bisa masuk secara perlahan.Alat ini biasanya digunakan oleh pengidap asma yang baru belajar menggunakan inhaler, seperti anak-anak.Cara menggunakan inhaler dengan spacer tidak terlalu berbeda jauh dari inhaler biasa, yaitu sebagai berikut.
  • Periksa inhaler dan spacer, pastikan keduanya bersih dan tidak ada kotoran yang tersisa.
  • Duduk atau berdiri dalam posisi tegak. Posisikan kepala seperti biasa, tidak terlalu mendongak atau menunduk.
  • Embuskan napas sebanyak-banyaknya.
  • Pegang inhaler pada posisi yang tegak, dan masukkan ujung spacer ke dalam mulut (tanpa menggigit ujung spacer).
  • Tekan ujung inhaler untuk mengeluarkan obat dari canister.
  • Hirup obat tersebut secara perlahan, kurang lebih 3-5 detik.
  • Setelah itu, tahan napas selama 10 detik.
  • Lepas inhaler dari mulut dan buang napas.
  • Ulangi bila perlu, dengan jarak antarpenggunaan masing-masing 1 menit.

Cara menggunakan inhaler dry powder

Berbeda dari inhaler biasa yang menggunakan obat berbentuk cair, dry powder inhaler berisi obat berbentuk bubuk. Berikut ini cara penggunaannya.
  • Lepas atau geser tutup inhaler.
  • Duduk atau berdiri dalam posisi tegak.
  • Masukkan ujung inhaler ke dalam mulut.
  • Isap obat tersebut selama 2-3 detik.
  • Lepaskan inhaler dari mulut lalu tahan napas selama 4-10 detik.
  • Embuskan napas secara perlahan.
Setelah menggunakan inhaler, pastikan Anda membersihkan permukaan isapnya menggunakan tisu atau kain bersih untuk menjaga inhaler tetap kering.

Cara membersihkan inhaler

Inhaler perlu dibersihkan setidaknya setiap satu minggu sekali. Sebab jika dibiarkan begitu saja, obat di dalamnya akan menumpuk dan menyumbat alat tersebut. Sehingga, inhaler tidak akan bisa bekerja dengan baik.Berikut ini cara membersihkan inhaler sesuai jenisnya.

• Cara membersihkan inhaler biasa

Langkah membersihkan inhaler ini perlu Anda perhatikan agar alat ini bisa awet digunakan. Berikut ini caranya.
  • Lepas canister dan tutup inhaler dari bagian mouthpiece.
  • Jangan cuci canister atau merendamnya di dalam air.
  • Bilas bagian mouthpiece di bawah aliran air hangat selama 30-60 detik.
  • Lalu, keringkan bagian mouthpiece menggunakan lap kering dan bersih untuk menghilangkan sisa-sisa obat yang menumpuk.
  • Keringkan bagian mouthpiece hingga tidak ada air yang tersisa sama sekali.
Apabila Anda perlu menggunakan alat ini padahal ada bagian yang belum kering, maka segera lap semampunya, lalu ganti canister pada inhaler dengan yang baru.Sebelum digunakan, semprotkan dahulu inhaler tersebut sebanyak dua kali ke udara. Jika semprotannya sudah lancar, barulah tempatkan di mulut.

• Cara membersihkan inhaler dry powder

Cara membersihkan inhaler dry powder sebenarnya bisa berbeda-beda, tergantung dari merek dan instruksi di kemasan. Namun intinya, jangan pernah mencuci inhaler bubuk ini menggunakan air dan sabun.Saat akan membersihkannya, Anda cukup menyekanya menggunakan kain bersih yang kering. Sebagai langkah selanjutnya, Anda bisa menyesuaikan dengan instruksi pada kemasan alat.

Efek samping penggunaan inhaler

Sama seperti metode pengobatan lainnya, penggunaan inhaler juga bisa menimbulkan efek samping. Namun, jenis efek samping yang mungkin timbul bisa berbeda, tergantung dari bahan aktif yang terkandung di dalamnya.

• Efek samping inhaler steroid

Pada inhaler yang berisi obat-obatanan kortikosteroid, yang mungkin muncul antara lain:Pada penggunaan inhaler steroid jangka panjang, kenaikan berat badan juga dapat terjadi karena obat ini bisa meningkatkan nafsu makan. Risiko terjadinya pneumonia pun bisa meningkat.

• Efek samping inhaler non-steroid

Penggunaan inhaler yang berisi obat non-steroid seperti salbutamol bisa memberikan efek samping yang berbeda dari inhaler dengan isi obat golongan steroid.Efek samping yang mungkin muncul di antaranya:
  • Menggigil
  • Detak jantung meningkat sementara, tapi tanpa nyeri dada
  • Pusing
  • Kram otot
Kondisi yang sudah disebutkan di atas jarang terjadi, dan sekalipun muncul, bisa reda dengan sendirinya setelah tubuh terbiasa dengan obat tersebut.Namun pada beberapa orang, penggunaan inhaler non-steroid juga bisa memicu munculnya efek samping yang cukup parah, seperti:
  • Nyeri otot, lemas, dan gangguan detak jantung
  • Pingsan
  • Nyeri dada
  • Pusing yang parah
Efek samping di atas juga sangat jarang terjadi. Namun jika Anda mengalaminya setelah menggunakan obat ini, segera cari pertolongan medis terdekat.Pada dasarnya, penggunaan inhaler merupakan pilihan perawatan yang aman untuk para pengidap asma. Manfaat yang didapatkan oleh pengguna inhaler jauh lebih besar dibanding dengan risiko efek samping yang telah disebutkan di atas.Sehingga, apabila dokter meresepkan inhaler, jangan sampai lupa untuk menggunakannya. Dengan begitu, kegiatan sehari-hari pun bisa dijalani tanpa masalah pernapasan yang mengganggu.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penggunaan inhaler maupun penanganan asma, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
asmapenyakit pernapasansesak napas
Family Doctor. https://familydoctor.org/how-to-use-a-metered-dose-inhaler/
Diakses pada 15 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/asthma/guide/when-to-use-inhaler
Diakses pada 15 September 2020
Asthma UK. https://www.asthma.org.uk/advice/inhalers-medicines-treatments/using-inhalers/
Diakses pada 15 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325472
Diakses pada 15 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/inhaled-steroids
Diakses pada 15 September 2020
NHS. https://www.nhs.uk/medicines/salbutamol-inhaler/
Diakses pada 15 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait