Cara Pakai Pembalut yang Benar dan Hal yang Harus Diperhatikan


Cara pakai pembalut yang benar adalah dengan membuka bungkus pembalut dan menempelkan sisi yang lengket langsung di pakaian dalam. Bagian depan dan belakangnya terkadang memiliki lebar berbeda, tergantung jenis pembalut.

(0)
29 Mar 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara pakai pembalut yang benar adalah dengan menempelkannya di pakaian dalam dengan rekat dan ganti 4 kali sehariCara pakai pembalut yang benar perlu diketahui untuk menurunkan risiko iritasi atau infeksi saat menstruasi
Untuk para remaja putri atau wanita dewasa yang belum terbiasa menggunakan pembalut, mengetahui cara pakai pembalut yang tepat penting untuk dilakukan. Pasalnya, kebiasaan penggunaan yang salah bisa memicu berbagai gangguan di vagina dan area sekitarnya.Dengan memasang pembalut secara tepat, maka darah yang keluar saat menstruasi bisa tertampung dengan sempurna dan kegiatan harian Anda pun berjalan lancar. Jika salah, maka darah bisa saja tembus ke pakaian dalam, membuat Anda perlu segera menggantinya.Selain cara memasang, Anda juga perlu memerhatikan frekuensi pergantian pembalut. Hal ini berkaitan dengan kebersihan yang perlu selalu dijaga selama haid berlangsung.

Cara pakai pembalut yang tepat

Pembalut adalah selapis tipis bahan yang ditempelkan ke celana dalam untuk menyerap darah dari vagina selama menstruasi berlangsung.Cara pakai pembalut yang benar adalah sebagai berikut ini.
  • Buka kemasan pembalut, termasuk lapisan yang menutupi perekatnya di bagian bawah dan sayap (jika menggunakan jenis bersayap).
  • Taruh pembalut di sisi yang memiliki perekat di tengah celana dalam
  • Untuk pembalut tanpa sayap, posisi depan dan belakangnya biasanya sama saja. Namun untuk pembalut yang menggunakan sayap, bagian belakangnya (dekat anus) lebih lebar.
  • Rekatkan semua bagian yang lengket agar tidak bergeser saat digunakan.
  • Saat pembalut sudah merekat sempurna ke celana dalam, gunakan celana dalam seperti biasa.
Ada banyak jenis pembalut. Sebagian menggunakan sayap, sebagian lagi tidak. Ukurannya pun bervariasi, mulai dari yang pendek hingga panjang.Perbedaan jenis ini bisa digunakan sesuai kebutuhan. Misalnya, saat darah yang keluar masih sedikit, Anda bisa menggunakan pembalut yang tipis dan kecil bernama pantyliner.Sementara itu saat volume darah tidak terlalu banyak, pembalut ukuran sedang dapat dipilih. Ketika volume darah sedang banyak-banyaknya, gunakanlah pembalut yang lebih tebal dan panjang. Pada kemasannya biasanya bertuliskan maxi pads atau super pads.Baca Juga: Cara Memilih Pembalut agar Terhindar Dari Iritasi 

Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan pembalut

Selain mengetahui cara pakai pembalut yang benar, beberapa hal di bawah ini juga penting diperhatikan.

1. Waktu ganti pembalut

Kapan waktu paling tepat mengganti pembalut? Idealnya, Anda mengganti pembalut sebanyak 4-5 kali sehari. Namun, frekuensi ini bisa berubah-ubah tergantung dari kegiatan harian, jumlah darah yang keluar, serta jenis pembalut yang digunakan.Anda disarankan untuk mengganti pembalut sebelum benar-benar penuh agar area kewanitaan tidak terlalu lembap. Ini akan mengurangi risiko infeksi vagina serta keluarnya aroma tidak sedap saat menstruasi.Frekuensi mengganti pembalut juga sebaiknya ditambah saat cuaca sedang panas, karena keringat yang banyak keluar bisa membuat kelembapan di area vagina meningkat. Begitupun sehabis berolahraga.

2. Cara membuang pembalut bekas

Setelah selesai digunakan, pembalut bekas tersebut perlu dibuang dengan:
  • Menggulung dan melipatnya
  • Membungkus pembalut bekas dengan tisu, kertas, plastik, atau bungkus lainnya sebelum memasukkannya ke tempat sampah
  • Tidak membuang pembalut langsung ke dalam toilet karena akan membuat mampet
Jangan lupa mencuci tangan hingga benar-benar bersih setelah mengganti pembalut.

3. Keuntungan dan kekurangan menggunakan pembalut

Selain pembalut, tampon dan menstrual cup juga bisa digunakan untuk menampung darah menstruasi. Namun di Indonesia, pembalut masih jadi pilihan paling umum.Menggunakan pembalut memiliki beberapa keuntungan dan kekurangan dibanding tampon maupun menstrual cup. Berikut ini penjelasannya.

• Kelebihan menggunakan pembalut

  • Cocok digunakan saat darah haid sedang banyak-banyaknya
  • Lebih mudah digunakan untuk remaja yang baru haid
  • Tersedia dalam banyak jenis dan pilihan sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi pribadi
  • Tidak ada risiko terjadinya toxic shock syndrome (komplikasi langka yang mengancam jiwa akibat infeksi bakteri jenis tertentu) seperti pada penggunaan tampon
  • Beberapa orang lebih nyaman karena tidak perlu memasukkan benda apapun ke dalam vagina

• Kekurangan menggunakan pembalut

  • Terasa mengganjal bagi beberapa orang
  • Terlihat jelas saat menggunakan jenis pakaian tertentu
  • Tidak bisa digunakan sambil berenang
  • Jika tidak digunakan dengan benar, mudah bergeser dan membuat darah haid tembus ke celana dalam
Cara pakai pembalut memang sangat mudah, tapi Anda tetap harus memerhatikan kebersihan serta waktu paling tepat untuk menggantinya. Pembalut yang tidak kunjung diganti bisa memicu berbagai gangguan di area vagina, mulai dari iritasi hingga infeksi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar hal-hal yang berkaitan dengan menstruasi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
siklus haidhaidmenstruasi
Planned parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/health-and-wellness/menstruation/how-do-i-use-tampons-pads-and-menstrual-cups
Diakses pada 15 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/tampons-vs-pads
Diakses pada 15 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/menstruation/how-often-should-you-change-your-pad
Diakses pada 15 Maret 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/teaching-girls-about-menstrual-pads-3288282
Diakses pada 15 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait