Ini Cara Membuat Sendiri Bubur Organik untuk Bayi di Rumah

Bubur organik untuk bayi yang penuh gizi, ternyata bisa dibuat dari pisang.
Anda bisa lho, menyiapkan sendiri bubur organik untuk bayi yang menyehatkan.

Saat ini, Anda tidak akan kesulitan menemukan bubur organik untuk bayi yang dijual di pinggir jalan. Harganya yang relatif murah, lebih praktis dan mudah dikonsumsi Si Kecil, tentu menjadi pertimbangan tersendiri untuk memilihnya.

Tak heran, banyak ibu yang memilih bubur organik di pinggir jalan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI). Namun, Anda juga harus mewaspadai risiko kontaminasi kuman maupun logam berat dari polusi kendaraan bermotor yang terjadi.

Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk mulai mencoba mengolah sendiri bubur organik untuk bayi di rumah. Bagaimana caranya?

Cara membuat bubur organik untuk bayi

Membeli bubur organik untuk bayi yang sudah siap disantap Si Kecil, tentu bisa menghemat waktu. Namun, Anda tidak bisa memastikan kandungan nutrisi di dalamnya. Oleh karena itu, menyiapkan sendiri bubur organik untuk bayi, bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil.

Selain itu, tentu Anda bisa memastikan kebersihannya, karena mengolahnya dengan tangan sendiri. Berikut ini langkah-langkahnya.

  1. Pastikan tangan dan peralatan masak yang Anda gunakan bersih, dengan mencuci dan membilasnya terlebih dahulu.
  2. Bersihkan buah dan sayuran, lalu potong kecil-kecil.
  3. Panggang atau kukus buah dan sayur menggunakan microwave hingga lunak.
  4. Mengukus buah maupun sayur menggunakan microwave dapat mempertahankan nutrisi buah dan sayur.
  5. Haluskan buah dan sayur meggunakan food processor atau blender.
  6. Campurkan sedikit tambahan cairan seperti air, ASI atau susu formula pada adonan.
  7. Jika Si Kecil sudah siap menyantap makanan bertekstur, buah dan sayur dapat dihaluskan dengan cara ditumbuk.
  8. Tempatkan makanan ke dalam wadah kedap udara, kemudian simpan di dalam lemari es atau freezer.
  9. Hangatkan makanan ketika jam makan tiba, kemudian biarkan dingin sebelum dikonsumsi Si Kecil.

Selain itu, ada pula cara sederhana untuk membuat bubur organik, yaitu dengan menghaluskan buah, seperti alpukat, pisang dan pir, yang kemudian bisa langsung dilahap Si Kecil.

Variasi menu bubur organik untuk Si Kecil

Supaya Si Kecil tidak bosan, Anda perlu berkreasi untuk membuat variasi menu bubur organik. Ada beras merah, pisang, wortel, dan brokoli yang bisa menjadi pilihan bahan bubur.

1. Beras merah

Beras merah bisa menjadi bahan bubur organik untuk bayi.

Menu bubur organik yang pertama yaitu bubur organik berbahan beras merah. Beras merah hanya mengalami pengelupasan lapisan kulit paling luar dan tanpa penggilingan yang memakan proses panjang seperti beras putih.

Dengan demikian, beras merah memiliki kandungan vitamin, mineral, asam lemak dan serat yang lebih kaya ketimbang beras putih. Kandungan antioksidan, protein, lemak, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, asam folat, kalsium, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, natrium, dan zink dalam beras merah bermanfaat untuk kesehatan Si Kecil.

Untuk membuatnya menjadi bubur organjk, olah beras merah menjadi nasi, kemudian haluskan menjadi bubur. Campurkan bersama potongan kecil sayur-sayuran pilihan.

2. Pisang

Pisang merupakan salah satu buah yang sering dijadikan makanan pendamping ASI terbaik. Beberapa jenis pisang untuk bayi di antaranya seperti pisang Ambon, pisang susu merah, dan pisang mas, karena memiliki tekstur lembut yang mudah dikunyah dan dicerna bayi.

Karena kelembutan teksturnya, Anda dapat memberikan potongan pisang tersebut kepada Si Kecil secara langsung. Selain dikonsumsi secara langsung, Anda juga dapat mengolah jenis pisang untuk bayi menjadi bubur maupun sebagai campuran makanan lainnya.

Ini cara membuat bubur pisang:

  • Kupas dan potong pisang menjadi potongan kecil.
  • Haluskan menggunakan garpu atau blender.
  • Tuangkan di dalam wadah kecil seperti mangkuk.
  • Tambahkan ASI atau susu formula.
  • Bubur pisang siap disajikan.

Buah pisang mengandung begitu banyak nutrisi dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan antioksidan flavonoid, kalium, zat besi, vitamin B6, vitamin C, magnesium serta serat dalam pisang dapat melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan kulit dan mata, menjaga fungsi organ dalam seperti lambung hingga mencegah terjadinya risiko kanker, stroke dan penyakit jantung.

Untuk bayi, nutrisi dalam pisang tak hanya membantu setiap organ dan sistem dalam tubuh Si Kecil berfungsi normal, tapi juga berperan sebagai sumber elektrolit alami bagi tubuh yang juga melancarkan pencernaan.

3. Wortel

Wortel merupakan sayur untuk bayi yang mengandung serat, beta karoten, vitamin A, B6, K1, mineral kalium serta berbagai senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan Si Kecil.

Kandungan vitamin A, dan antioksidan lutein dalam wortel bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata serta meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil. Sementara itu, serat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan bayi. Wortel juga mengandung kalium yang berperan meningkatkan kesehatan tulang.

Untuk disantap Si Kecil, wortel dapat dicampur bubur maupun diblender dan dijadikan smoothies yang lebih mudah dicerna.

4. Brokoli

Brokoli mengandung begitu banyak nutrisi seperti serat, vitamin C, vitamin K, zat besi dan kalium yang bermanfaat bagi kesehatan Si Kecil. Sayur untuk bayi ini bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh, melancarkan pencernaan, membantu proses pertumbuhan, dan meningkatkan kesehatan mata serta menjaga kesehatan tulang buah hati Anda.

Seperti jenis sayur untuk bayi lainnya, brokoli juga mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin yang menghindarkan Si Kecil dari risiko gangguan penglihatan. Untuk menyajikannya, brokoli dapat dipotong kecil-kecil maupun dihaluskan sebagai menu campuran bubur bayi.

Ingat, hindari ini saat membuat bubur organik untuk bayi

Untuk mencegah sembelit, jangan tambahkan madu maupun
gula pada bubur organik untuk bayi Anda.

Hal lain yang harus diperhatikan saat menyajikan bubur organik untuk bayi adalah tidak memberinya gula maupun madu.

Tidak sedikit orangtua yang mengira menambah gula ataupun madu akan mempertajam cita rasa makanan, sehingga Si Kecil lebih mudah mengonsumsi bubur organik. Faktanya memberikan madu malah memperbesar risiko keracunan makanan yang disebut sebagai kondisi botulisme.

Botulisme merupakan penyakit yang disebabkan racun bakteri Clostridium botulinum. Gejala penyakit ini dapat muncul sekitar 12-36 jam setelah mengonsumsi makanan yang tercemar.

Saat bayi mengalami botulisme, beberapa gejala yang bisa muncul antara lain:

  • Tampak lemah dan lesu
  • Sembelit
  • Sulit bernapas
  • Dalam kasus berat dapat menyebabkan kejang

Jika anak mengalami gejala botulisme, segera periksakan ke dokter terdekat. Sebab jika dibiarkan, botulisme dapat menyebabkan lumpuhnya otot pernapasan. Lebih parah, jenis keracunan ini dapat menyebabkan kelumpuhan total.

Catatan dari SehatQ:

Selalu perhatikan reaksi tubuh anak setelah mengonsumsi bubur organik. Apabila ada reaksi alergi berupa gatal-gatal maupun muntah, segera bawa Si Kecil ke dokter untuk menjalani pemeriksaan.

Baby Center.
https://www.babycenter.com/0_baby-food-basics_9194.bc
Diakses pada 4 Maret 2020

Baby Center.
https://www.babycenter.com/101_how-to-make-your-own-baby-food_10415266.bc
Diakses pada 4 Maret 2020

Medical News Today.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/173943#symptoms
Diakses pada 4 Maret 2020

Medicine Net.
https://www.medicinenet.com/botulism/article.htm
Diakses pada 4 Maret 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/healthiest-rice
Diakses pada 4 Maret 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/health/childrens-health/homemade-baby-food-recipes#4--6-months
Diakses pada 4 Maret 2020

Lumen Learning.
https://courses.lumenlearning.com/microbiology/chapter/temperature-and-microbial-growth/
Diakses pada 4 Maret 2020

WebMD.
https://www.webmd.com/parenting/baby/features/making-baby-food#1
Diakses pada 4 Maret 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/health/food-nutrition/benefits-of-bananas#1
Diakses pada 4 Maret 2020

Moms Junction.
https://www.momjunction.com/articles/yummy-fruit-purees-baby_0085485/#gref
Diakses pada 4 Maret 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/foods/carrots#plant-compounds
Diakses pada 4 Maret 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/foods/broccoli#plant-compounds
Diakses pada 3 Maret 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/health/parenting/when-can-babies-eat-honey#signs-of-botulism
Diakses pada 3 Maret 2020

Artikel Terkait