logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Bubur Bayi, Ketahui Bubur Organik Buatan Sendiri dan Bubur yang Instan

open-summary

Bubur bayi menjadi salah satu rekomendasi resep menu MPASI yang perlu Anda coba. Cara membuat bubur yang sehat bisa dilakukan dengan mudah di rumah, Anda juga bisa membeli bubur instan yang telah teruji


close-summary

9 Mar 2020

| Aditya Prasanda

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Bubur bayi penuh gizi ternyata bisa dibuat dari buah pisang

bubur bayi bisa disiapkan di rumah untuk si Kecil maupun membeli dalam bentuk instan

Table of Content

  • Apa saja bahan makanan untuk variasi menu bubur bayi organik?
  • Bagaimana cara membuat bubur bayi sendiri di rumah?
  • Apa saja hal yang perlu dihindari saat membuat bubur bayi organik?
  • Bolehkah memberikan bubur bayi instan untuk bayi?
  • Tips memilih bubur bayi instan
  • Catatan dari SehatQ

Bubur bayi tentu mudah Anda temukan, mulai dari dijual di pinggir jalan hingga di toko dalam bentuk bubur instan. Harganya yang relatif murah, lebih praktis, dan mudah dikonsumsi Si Kecil, tentu menjadi pertimbangan tersendiri untuk memilihnya.

Advertisement

Tak heran, banyak ibu yang memilih bubur yang di pinggir jalan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI)

Namun, Anda juga harus mewaspadai risiko kontaminasi kuman maupun logam berat dari polusi kendaraan bermotor pada bubur yang dijual di pinggir jalan.

Lantas di usia berapa bulan bayi bisa makan bubur nasi dan bagaimana cara membuatnya sendiri di rumah? Berikut ulasan selengkapnya.

Apa saja bahan makanan untuk variasi menu bubur bayi organik?

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ketika bayi menginjak usia 6 bulan Anda sudah mulai dapat memberikan MPASI berupa makanan padat. Banyaknya energi tambahan yang diperlukan dari MPASI adalah sebanyak 200 kilo kalori per hari. Menu MPASI yang bisa Anda berikan salah satunya adalah bubur bayi, seperti bubur organik.

Supaya Si Kecil tidak bosan, Anda perlu berkreasi untuk membuat variasi menu bubur organik. Ada beras merah, pisang, wortel, dan brokoli yang bisa menjadi pilihan bahan makanan bayi berupa bubur. 

Berikut rekomendasi bubur bayi 6 bulan pertama yang bisa Anda buat sendiri di rumah:

1. Beras merah

no caption
Beras merah bisa menjadi bahan bubur organik untuk bayi.

Menu bubur bayi 6 bulan pertama, yaitu bubur organik berbahan beras merah. Beras merah hanya mengalami pengelupasan lapisan kulit paling luar dan tanpa penggilingan yang memakan proses panjang seperti beras putih.

Dengan demikian, beras merah memiliki kandungan vitamin, mineral, asam lemak dan serat yang lebih kaya ketimbang beras putih.

Kandungan antioksidan, protein, lemak, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, asam folat, kalsium, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, natrium, dan zink dalam beras merah bermanfaat untuk kesehatan Si Kecil.

Untuk membuatnya menjadi bubur, olah beras merah menjadi nasi, kemudian haluskan menjadi bubur. Campurkan bersama potongan kecil sayur-sayuran pilihan. Lalu, aduk hingga rata.

2. Pisang

Pisang merupakan salah satu buah yang sering dijadikan pilihan para ibu untuk memberikan MPASI terbaik.

Beberapa jenis pisang untuk bayi di antaranya seperti pisang Ambon, pisang susu merah, dan pisang mas, karena memiliki tekstur lembut yang mudah dikunyah dan dicerna bayi sehingga baik untuk sistem pencernaannya.

Karena kelembutan teksturnya, Anda dapat memberikan potongan pisang tersebut kepada Si Kecil secara langsung. Selain dikonsumsi secara langsung, Anda juga dapat mengolah jenis pisang untuk bayi menjadi bubur maupun sebagai campuran makanan lainnya.

Ini cara membuat bubur bayi organik dari buah pisang:

  • Kupas dan potong pisang menjadi potongan kecil.
  • Haluskan menggunakan garpu atau blender.
  • Tuangkan di dalam wadah kecil seperti mangkuk.
  • Tambahkan ASI atau susu formula. Lalu, aduk hingga rata.
  • Bubur pisang siap disajikan.

Buah pisang mengandung begitu banyak nutrisi dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan.

Kandungan antioksidan flavonoid, kalium, zat besi, vitamin B6, vitamin C, magnesium serta serat dalam pisang dapat melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan kulit dan mata, menjaga fungsi organ dalam seperti lambung hingga mencegah terjadinya risiko kanker, stroke dan penyakit jantung.

Untuk bayi, nutrisi dalam pisang tak hanya membantu setiap organ dan sistem dalam tubuh Si Kecil berfungsi normal, tapi juga berperan sebagai sumber elektrolit alami bagi tubuh yang juga melancarkan pencernaan.

3. Wortel

Wortel merupakan sayur untuk bayi yang mengandung serat, beta karoten, vitamin A, B6, K1, mineral kalium serta berbagai senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan Si Kecil dan cocok untuk menu MPASI.

Kandungan vitamin A, dan antioksidan lutein dalam wortel bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata serta meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil. Sementara itu, serat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan bayi. Wortel juga mengandung kalium yang berperan meningkatkan kesehatan tulang.

Untuk disantap Si Kecil, wortel dapat dicampur pada bubur bayi 6 bulan pertama maupun diblender dan dijadikan smoothies yang lebih mudah dicerna.

4. Brokoli

Brokoli mengandung begitu banyak nutrisi seperti serat, vitamin C, vitamin K, zat besi dan kalium yang bermanfaat bagi kesehatan Si Kecil.

Sayur untuk bayi ini bermanfaat meningkatkan kekebalan tubuh, melancarkan pencernaan, membantu proses pertumbuhan, dan meningkatkan kesehatan mata serta menjaga kesehatan tulang buah hati Anda.

Seperti jenis sayur untuk bayi lainnya, brokoli juga mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin yang menghindarkan Si Kecil dari risiko gangguan penglihatan.

Untuk menyajikannya, brokoli dapat dipotong kecil-kecil maupun dihaluskan sebagai menu campuran bubur bayi 6 bulan pertama.

Bagaimana cara membuat bubur bayi sendiri di rumah?

Membeli bubur yang sudah siap disantap Si Kecil, tentu bisa menghemat waktu. Namun, Anda tidak bisa memastikan kandungan nutrisi di dalamnya. Bahaya MPASI instan dari kandungan pengawetnya juga sangat banyak, mulai dari berpotensi menyebabkan mual, diare, muntah, konstipasi, kolik, hingga gangguan gizi.

Oleh karena itu, menyiapkan sendiri bubur organik sendiri di rumah, bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil.

Selain itu, tentu Anda bisa memastikan kebersihan makanan sehat untuk bayi karena mengolahnya dengan tangan sendiri. Berikut ini langkah-langkahnya.

  • Pastikan tangan dan peralatan masak yang Anda gunakan bersih, dengan mencuci dan membilasnya terlebih dahulu.
  • Bersihkan buah dan sayuran, lalu potong kecil-kecil.
  • Panggang atau kukus buah dan sayur menggunakan microwave hingga lunak.
  • Mengukus buah maupun sayur menggunakan microwave dapat mempertahankan nutrisi buah dan sayur.
  • Haluskan buah dan sayur meggunakan food processor atau blender.
  • Campurkan sedikit tambahan cairan seperti air, ASI atau susu formula pada adonan.
  • Jika Si Kecil sudah siap menyantap makanan bertekstur, buah dan sayur dapat dihaluskan dengan cara ditumbuk.
  • Tempatkan makanan ke dalam wadah kedap udara, kemudian simpan di dalam lemari es atau freezer.
  • Hangatkan makanan ketika jam makan tiba, kemudian biarkan dingin sebelum dikonsumsi Si Kecil.

Cara sederhana lainnya untuk membuat bubur organik, yaitu dengan menghaluskan buah sebagai pilihan rasa, seperti alpukat, pisang dan pir, yang kemudian bisa langsung dilahap Si Kecil.

Apa saja hal yang perlu dihindari saat membuat bubur bayi organik?

no caption
Untuk mencegah sembelit, jangan tambahkan madu maupun
gula pada bubur organik untuk bayi Anda.

Bolehkah memberikan bubur bayi instan untuk bayi?

Sebenarnya, pemberian bubur bayi instan tetap diperbolehkan. Terbukti, ada banyak merek bubur bayi 6 bulan pertama dalam kkemasan yang sudah lolos uji dari Badan Pengawasan obat dan Makanan (BPOM) dan sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Memang, muncul temuan bahwa adanya bahan logam berbahaya di dalam bubur instan, seperti arsen dan timbal.

Hanya saja, sebenarnya, kedua kandungan tersebut juga bisa ditemukan pada tanaman yang ditanam di atas tanah langsung, seperti wortel, ubi jalar, dan beras. 

Terlebih, kadarnya pun terlalu rendah sehingga tidak membahayakan Si Kecil.

Selain itu, bubur instan juga mencantumkan daftar kandungan gizi di dalam satu takaran penyajian. 

Hal ini membuat Anda bisa mengukur jumlah asupan Si Kecil dalam sehari. Jadi, risiko memberikan makanan terlalu banyak atau terlalu sedikit pun berkurang.

Bahkan, bubur instan juga sudah mendapatkan nutrisi tambahan (fortifikasi) yang bisa menyempurnakan kebutuhan asupan gizi bayi.

Namun, ada pula kebaikan memberikan bubur bayi buatan sendiri. Bila memilih bahan dan mengolah dengan tepat, nutrisi bubur pun 77% lebih baik daripada bubur bayi instan.

Tips memilih bubur bayi instan

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memilih bubur bayi 6 bulan pertama yang instan adalah:

  • Perhatikan teksturnya, semakin bertambah usia bayi, maka tekstur makanannya semakin kasar. Tekstur makanan 8 bulan tentu lebih kasar daripada saat usia 6 bulan.
  • Perhatikan kadar gula dan garam pada kemasan, terlalu banyak konsumsi gula dan garam berisiko mengganggu kesehatan Si Kecil.
  • Pastikan membeli sesuai kebutuhan, agar bubur bayi instan tidak disimpan terlalu lama dan berisiko merusak gizi yang terkandung.

Catatan dari SehatQ

Jika tidak sempat membuat bubur untuk bayi sendiri di rumah, Anda bisa mengonsumsi bubur yang dijual dipasaran. Namun, tetap perhatikan kandungan gizi yang terdapat dalam produk makanan tersebut.

Selain itu, selalu perhatikan reaksi tubuh anak setelah mengonsumsi bubur. Apabila ada reaksi alergi berupa gatal-gatal maupun muntah, segera bawa Si Kecil ke dokter untuk menjalani pemeriksaan. Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

makanan sehatmpasiresep mpasibuah dan sayuran

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved