Mudah Asal Konsisten, Ini 10 Cara Mengatasi Tenggorokan Kering

Terlalu banyak berteriak maupun terlalu sering berbisik justru membuat tenggorokan terasa kering
Tenggorokan kering yang tidak diatasi dengan baik akan memicu terjadinya iritasi pada pita suara

Setiap hari, kita berkomunikasi dengan mengeluarkan suara. Apa jadinya jika suara tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena masalah seperti nodul dan polip pita suara? Rupanya, salah satu kunci pencegahannya adalah dengan memahami cara mengatasi tenggorokan kering.

Pita suara berbentuk seperti jaringan otot yang lentur dan terletak bersisian di kotak suara. Sama seperti jaringan lainnya dalam tubuh manusia, pita suara juga bisa mengalami iritasi atau bahkan rusak.

Iritasi pada pita suara tidak akan dirasakan oleh penderitanya hingga gejalanya jadi kian parah. Biasanya, hal ini dialami oleh orang yang sehari-hari menggunakan suaranya dengan kencang dan harus berteriak.

Pernah merasa tenggorokan kering saat terus menerus berteriak? Itu adalah sinyal tubuh untuk mengistirahatkan pita suara. Jika suara terus menerus disalahgunakan, bukan tidak mungkin pita suara akan mengalami iritasi.

Cara mengatasi tenggorokan kering

Sebelum memeriksakan diri ke dokter, salah satu langkah antisipasi yang perlu diketahui adalah bagaimana cara mengatasi tenggorokan kering dan masalah iritasi lain di tenggorokan.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan sendiri di rumah:

1. Mengistirahatkan pita suara

Hindari berbicara berlebih atau bahkan berteriak. Sebisa mungkin gunakan bahasa tubuh atau media lain untuk berkomunikasi dengan orang lain.

2. Tidak berbisik

Ada yang mengira lawan dari berteriak – yaitu berbisik – adalah cara untuk mengurangi iritasi pita suara. Ini salah besar. Nyatanya, berbisik akan menimbulkan gesekan lebih besar lagi pada pita suara.

3. Tidak berdeham

Meskipun besar keinginan untuk berdeham, sebisa mungkin hindari keinginan untuk berdeham. Menahan batuk ini akan meningkatkan peradangan pada pita suara dan memperburuk iritasi di tenggorokan.

4. Banyak minum

Salah satu cara mengatasi tenggorokan kering yang paling ampuh adalah dengan banyak minum. Cara ini akan membantu melembabkan tenggorokan dan meredakan gejala iritasi pita suara. Minum sedikitnya 8 gelas air setiap hari. Cairan dapat mengurangi dan mengencerkan lendir di tenggorokan.

5. Hindari kafein dan alkohol

Rupanya, konsumsi kafein dan alkohol dapat menyebabkan tenggorokan menjadi semakin kering

6. Gunakan humidifier

Memasang humidifier atau pelembap udara di kamar dapat membantu melegakan saluran pernapasan

7. Mandi air hangat

Ternyata, uap yang dihirup saat mandi air hangat dapat melembapkan tenggorokan dan membantu melegakan saluran pernapasan

8. Berhenti merokok

Cara mengatasi tenggorokan kering lainnya yang tak kalah jitu adalah berhenti merokok. Merokok dapat membuat tenggorokan kering dan rentan iritasi.

9. Mengunyah permen karet

Mengunyah permen karet atau permen pelega pernapasan dapat menstimulus produksi saliva. Dengan demikian, tenggorokan akan jadi lebih lega dan nyaman.

10. Hindari alergen

Jika ada hal yang menjadi pemicu alergi atau alergen di sekitar Anda, sebisa mungkin hindari karena itu dapat memperburuk iritasi pita suara.

Cara-cara mengatasi tenggorokan kering di atas sangat bisa dilakukan oleh diri sendiri, bahkan tanpa harus mengeluarkan tenaga ekstra. Satu hal yang mutlak diperlukan: komitmen.

Tahan keinginan untuk mengonsumsi atau melakukan hal yang justru berlawanan dengan tujuan utama: mengatasi tenggorokan kering. Sayangi pita suara Anda, satu-satunya hal yang membuat Anda mudah berkomunikasi dan berbicara.

Profesi yang rentan salahgunakan pita suara

Ada banyak kondisi atau bahkan profesi yang membuat seseorang kerap menyalahgunakan pita suaranya. Jika hanya terjadi sesekali seperti saat harus berteriak-teriak dan bernyanyi di tengah pesta yang luar biasa bising, konsekuensinya mungkin hanya keesokan harinya suara menjadi lebih serak.

Namun ada beberapa profesi yang rentan menyalahgunakan pita suara. Parahnya lagi, hal ini terjadi terus menerus. Beberapa profesi tersebut di antaranya:

  • Guru atau pelatih olahraga
  • Penyanyi
  • Aktor
  • Pekerja di tempat bising (restoran/pub)

Banyak lagi pekerjaan lain yang mengharuskan orang untuk terus menerus berteriak atau memaksakan pita suaranya bekerja ekstra keras. Biasanya, mereka diminta untuk mengistirahatkan suaranya selama beberapa waktu untuk mengantisipasi iritasi pada pita suara.

Gejala gangguan pita suara

Secara garis besar, gangguan pita suara bisa dikategorikan menjadi dua masalah yang cukup sering terjadi, yaitu tumbuhnya nodul dan polip pada pita suara. Ketika terjadi, penderitanya akan merasakan beberapa gejala seperti:

  • Suara hilang dan tak kunjung kembali
  • Sulit menelan
  • Merasa ada benjolan di tenggorokan
  • Rasa nyeri
  • Batuk berdarah
  • Suara muncul namun serak
  • Mengeluarkan suara nyaring saat bernapas

Tenggorokan kering dan gangguan pita suara

Pita suara memungkinkan setiap individu untuk mengeluarkan suara saat udara mengalir melewatinya. Ketika diam atau tidak bersuara, pita suara akan terpisah. Namun ketika seseorang bersuara, kedua pita elastis ini akan bergerak bersamaan.

Apabila suara yang keluar dari mulut seseorang cenderung serak, artinya ada masalah dan perlu diketahui cara mengatasi tenggorokan kering. Apabila dibiarkan, seseorang tidak akan bisa mengeluarkan suara atau nada sesuai dengan keinginannya.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang juga menyebabkan tenggorokan terganggu dan suara yang keluar menjadi serak, seperti:

  • Naiknya asam lambung
  • Kebiasaan merokok
  • Kerap mengonsumsi minuman alkohol atau kafein berlebih
  • Menyalahgunakan pita suara karena berteriak
  • Alergi
  • Menghirup substansi beracun
  • Batuk berlebihan

Pada beberapa kasus, suara serak ini mungkin tidak dianggap sebagai hal serius karena bisa kembali seperti sedia kala setelah beberapa hari. Namun tidak demikian halnya apabila sudah ada tanda-tanda polip dan nodul pada pita suara. Ciri-ciri utamanya adalah tidak kunjung membaik setelah 10 hari.

Ketika hal ini terjadi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Nantinya, dokter akan melihat secara seksama kondisi pita suara untuk menentukan diagnosis.

American Speech Language Hearing Association. https://www.asha.org/public/speech/disorders/Vocal-Cord-Nodules-and-Polyps/
Diakses 15 Juli 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15424-vocal-cord-lesions-nodules-polyps-and-cysts
Diakses 15 Juli 2019

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/vocal-cord-disorders-a-to-z
Diakses 15 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/hoarseness
Diakses 15 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed