Cara membuat tape singkong tidak sulit dan bisa dilakukan sendiri di rumah
Tape singkong merupakan salah satu makanan khas Indonesia

Tape atau tapai merupakan salah satu makanan tradisional yang digemari karena memiliki rasa yang manis. Makanan ini dipercaya kaya akan vitamin, kalsium, dan fosfor yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan.

Meski tape singkong melalui proses fermentasi dan mengandung sedikit alkohol, makanan tidak berbahaya bagi tubuh. Pasalnya, makanan yang difermentasi mengandung banyak bakteri baik.

Cara membuat tape

Selain dapat dibeli di pasar, Anda pun dapat membuat tape singkong sendiri di rumah. Cara membuat tape juga tidak sulit dan mudah dipahami. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda ikuti dalam cara membuat tape.

Bahan:

  • 2 kg singkong
  • 2 keping ragi tape

Cara membuat tape:

  1. Kupas singkong dan cuci hingga bersih
  2. Potong singkong sekitar 5-10 cm
  3. Kukus singkong hingga matang selama kurang lebih 20 menit
  4. Tumbuk ragi tape hingga halus
  5. Pindahkan singkong di wadah yang memiliki tutup
  6. Taburi ragi hingga merata dan tutup rapat
  7. Simpan di tempat yang hangat dan biarkan selama 2-3 hari.

Setelah 2-3 hari fermentasi, Anda bisa cek kembali untuk memastikan apakah rasa tape tersebut sudah sesuai dengan selera Anda. Semakin lama proses fermentasi, maka akan semakin asam tape singkong yang Anda buat.

Manfaat tape singkong untuk kesehatan

Bahan utama tape, yakni singkong, mengandung vitamin A, vitamin B1, vitamin B12, kalsium, dan fosfor. Berkat kandungan tersebut, berikut manfaat tape singkong untuk kesehatan.

  • Sumber energi

Singkong mengandung karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi, begitu juga dengan tape sebagai olahan singkong. Karbohidrat dari tape dapat dimanfaatkan tubuh menjadi sumber energi dan membantu mengolah protein.

  • Baik untuk pencernaan

Kandungan probiotik dan asam laktat dalam tape singkong dapat menangkal bakteri dan meningkatkan performa bakteri baik dalam sistem pencernaan Anda. Selain itu, dengan mengonsumsi tape singkong secara berkala dipercaya dapat melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit.

  • Mencegah anemia

Jika Anda mengalami anemia dan kesulitan untuk meningkatkan tekanan darah, cobalah konsumsi tape singkong. Proses fermentasi tape dapat meningkatkan kandungan vitamin B12 yang bermanfaat dalam membantu produksi sel darah merah agar terhindar dari anemia.

  • Sumber probiotik

Proses fermentasi yang menghasilkan banyak mikroorganisme merupakan proses yang efektif dalam menciptakan probiotik. Kandungan air dalam singkong dapat berperan penting dalam memerangi bakteri dan virus dalam sistem pencernaan Anda.

  • Memelihara otot dan saraf

Kandungan thiamin yang didapatkan dari proses fermentasi singkong disebut dapat meningkatkan fungsi sistem saraf dan otot. Hal inilah yang membuat orang-orang akan merasa sedikit lebih bugar dan berenergi setelah mengonsumsi tape singkong.

Porsi wajar konsumsi tape

Walaupun ada banyak manfaat tape untuk kesehatan, Anda perlu ingat bahwa ada batasan untuk mengonsumsinya, batasan paling banyak konsumsi tape singkong dalam sehari adalah 50 gram. Batasan ini juga berbeda-beda bagi setiap orang. Jika perut terasa tidak nyaman meskipun tidak mengonsumsi hingga 50 gram, sebaiknya hentikan konsumsi tape.

Tape singkong sebaiknya tidak dikonsumsi oleh bayi, anak-anak, atau remaja yang mengalami gangguan kekebalan tubuh. Selain itu, proses pembuatan tape juga perlu diperhatikan karena proses fermentasi yang kurang bersih akan mengundang virus atau bakteri.

Health line
https://www.healthline.com/nutrition/cassava#section10
Diakses pada 8 April 2020

Dr health benefits
https://drhealthbenefits.com/food-bevarages/processed-food/health-benefits-tapai
diakses pada 8 April 2020

Cookpad
https://cookpad.com/id/resep/2249949-membuat-sendiri-tape-singkong-homemade
Diakses pada 8 April 2020

Artikel Terkait