Cara Minum Kopi yang Benar agar Tubuh Lebih Sehat


Kopi memiliki popularitas, sebagai minuman sehat yang dapat menaikkan mood dan daya kerja. Walau menyehatkan, Anda harus memahami beberapa cara minum kopi yang benar agar lebih menyehatkan, dan tidak menjadi bumerang. Cara tersebut, mulai dari memperhatikan pemanis yang dicampurkan, takaran, dan jam minum kopi.

0,0
09 Oct 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Ada beberapa cara minum kopi agar lebih menyehatkan, termasuk dengan memerhatikan jam minum kopi, jumlah cangkir kopi, dan pemanis yang dicampurkanKopi sebaiknya tidak diminum setelah jam 2 siang
Menyeruput secangkir kopi di pagi hari, tentu menjadi kegiatan favorit bagi banyak orang. Apakah Anda termasuk orang yang rutin minum kopi saat menyongsong hari?
Kopi memang menjadi salah satu minuman yang menyehatkan, apabila Anda tahu cara minum kopi yang benar. Kopi merupakan salah satu minuman, yang kaya dengan molekul antioksidan. Selain itu, beberapa penelitian juga membuktikan manfaat minum kopi, dalam melawan beragam penyakit.

Cara minum kopi yang benar dan sehat

Cara minum kopi yang sehat, termasuk dengan memperhatikan jam minum kopi, jumlah cangkir, hingga bahan alami yang bisa ditambahkan. Selain, perhatikan pula pemanis yang Anda campurkan setiap menyeruput kopi.Berikut cara minum kopi, agar menjadi aktivitas yang lebih menyehatkan untuk Anda.

1. Hindari minum kopi setelah jam 2 siang

Aturan minum kopi yang perlu diperhatikan pertama adalah perihal jam yang baik untuk minum kopi. Anda sangat disarankan untuk tidak memesan minuman kopi setelah jam 2 siang.Walau kafein dapat berperan sebagai stimulan otak, meminumnya setelah jam 2 siang dapat mengganggu tidur di malam hari. Efek ini harus menjadi perhatian, terlebih jika Anda kerap melewati malam-malam sulit tidur.Sebagai alternatif, cobalah untuk mengonsumsi minuman dengan kandungan kafein yang lebih sedikit, jika membutuhkan stimulan di atas jam 2 siang. Teh hijau, dapat menjadi minuman alternatif untuk menenangkan pikiran.Baca juga: Ini Waktu Terbaik Minum Kopi, Jangan Saat Kortisol Sedang Tinggi-Tingginya

2. Tidak meminumnya terlalu banyak

Sebagai pecinta kopi, Anda tentu sudah memahami khasiat minuman ini dalam meningkatkan mood dan daya kerja. Namun, walau menyehatkan, Anda tetap harus memperhatikan jumlah cangkir kopi yang dikonsumsi.Hasil riset beberapa waktu lalu, yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition merekomendasikan, aturan minum kopi adalah maksimal 6 cangkir  dalam satu hari.

3. Kurangi atau hindari gula sebagai pemanis

Cara minum kopi yang benar rupanya adalah dengan tidak menambahkan pemanis apapun. Bagi sebagian orang, cara minum kopi tanpa mencampurkan beberapa sendok gula sangat sulit dilakukan.Konsumsi gula sudah seharusnya Anda batasi, karena dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Terlebih saat ini, Anda mungkin sulit mengontrol konsumsi gula dari minuman kekinian yang kian menjamur.Sebagai pengganti gula, Anda bisa menambahkan beberapa pemanis alami yang lebih menyehatkan. Stevia, salah satunya, yang tersedia dalam beberapa merek di Indonesia.

4. Taburkan sedikit bubuk jahe ke cangkir kopi Anda

Jahe merupakan bumbu masak, yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Selain sering ditambahkan ke dalam segelas teh, jahe juga bisa Anda masukkan ke dalam secangkir kopi.Jahe mengandung molekul antioksidan dan senyawa antiradang, sehingga sangat baik untuk kesehatan tubuh. Selain itu, rempah ini juga memiliki popularitas untuk mengatasi mual, menurunkan kolesterol, dan meringankan masalah pencernaan.Caranya juga sangat mudah. Anda cukup menaburkan kurang dari 1 sendok teh bubuk jahe, ke dalam secangkir kopi.

5. Pilih jenis kopi yang lebih sehat

Salah satu cara minum kopi yang sehat adalah dengan memilih jenis kopi organik. Kopi organik adalah kopi yang berasal dari biji yang ditanam tanpa bahan kimia, seperti pestisida.Menurut penelitian, pestisida sintetis dan bahan kimia dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, sehingga lebih baik memilih jenis kopi yang organik.

6. Seduh kopi dengan kertas filter

Jika Anda kerap mengonsumsi kopi bubuk, sebaiknya gunakan kertas filter sebelum meminumnya. Kopi yang diseduh mengandung senyawa cafestol yang bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.Oleh sebab itu, untuk mengurangi kadar kolesterol dalam kopi, Anda bisa menggunakan kertas filter untuk menyaring kopi sebelum diminum. Menyeduh kopi dengan cara ini dapat menurunkan jumlah cafestol, sehingga dapat efektif menghilangkan kafein dan antioksidan.

Bahaya minum kopi terlalu banyak setiap hari

Jika dikonsumsi berlebihan tanpa aturan minum, kopi bisa menimbulkan berbagai efek samping yang berbahaya. Salah satu bahaya minum kopi setiap hari secara berlebihan adalah:
  • Mengganggu aktivitas harian karena mengalami sulit tidur dan kerap gelisah, serta cemas
  • Mengancam kesehatan lambung dan organ pencernaan
  • Meningkatkan risiko penyakit jantung pada orang dengan mutasi genetik tertentu
  • Merusak kesehatan gigi dan gusi
Untuk menghindari bahaya kopi tersebut, Anda bisa melakukan berbagai cara menikmati kopi sehat, seperti dengan memilih waktu yang baik untuk minum kopi, hingga membuat kopi yang lebih sehat.Cara minum kopi yang enak dan sehat adalah dengan tidak menambahkan banyak gula atau tidak memakai gula sama sekali.Baca juga: Bolehkah Minum Kopi Setelah Makan? Ini Penjelasannya

Catatan dari SehatQ

Beberapa studi telah membuktikan, khasiat kopi untuk kesehatan dan menurunkan risiko berbagai penyakit. Walau begitu, Anda harus memperhatikan cara minum kopi yang menyehatkan, termasuk jam minum kopi, jumlah cangkir, hingga pemanis yang dicampurkan.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter seputar kesehatan kopi, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kopihidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/coffee-worlds-biggest-source-of-antioxidants
Diakses pada 9 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/vitamin-coffee-natural-boost
Diakses pada 9 Oktober 2019
The American Journal of Clinical Nutrition. https://academic.oup.com/ajcn/article-abstract/109/3/509/5369955?redirectedFrom=fulltext
Diakses pada 9 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait