Cara Merawat Luka Besar Pasca Operasi dengan Benar, Hati-Hati Infeksi


Cara merawat luka besar pasca operasi bisa dilakukan dengan menjaganya tetap kering dan bersih, membatasi aktivitas pada area luka, pakai plester dengan ukuran yang sesuai, serta menerapkan pola hidup sehat. Luka yang tidak dirawat akan memicu terjadinya infeksi.

(0)
11 Dec 2020|Bayu Galih Permana
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Merawat luka besar akan mempercepat proses penyembuhanMenggunakan plester besar dapat membantu menjaga luka tetap bersih dan steril
Luka besar bisa saja muncul pasca operasi akibat bekas sayatan pisau pada kulit selama proses pembedahan. Sebenarnya, ukuran luka pasca operasi bervariasi, bisa juga berukuran kecil atau sedang, tergantung seberapa parah kondisi yang Anda alami.Untuk mengatasi luka pasca operasi, dokter umumnya akan menutup luka menggunakan jahitan. Namun, dalam beberapa kasus, luka akan dibiarkan terbuka tanpa jahitan untuk sembuh. Supaya terhindar dari risiko infeksi, penting bagi Anda untuk tahu bagaimana cara merawat luka pasca operasi dengan benar.

Mengapa luka besar perlu dirawat?

Merawat luka besar akan mempercepat proses penyembuhan. Lama pemulihan luka pasca operasi bergantung pada tindakan perawatan yang Anda lakukan. Perawatan yang benar dan tepat dapat membuat luka pasca operasi pulih dalam waktu cepat.Apabila tak dirawat dengan baik, luka tersebut berpotensi mengalami infeksi. Infeksi pada luka dapat menyebabkan masalah serius pada kesehatan. Sejumlah faktor juga turut meningkatkan risiko infeksi pada luka, di antaranya: 
  • Perokok 
  • Penderita penyakit kronis seperti diabetes
  • Orang dewasa yang telah berusia lanjut (lansia)
  • Orang dengan kelebihan berat badan (obesitas)
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Menjalani operasi pembedahan perut
  • Menjalani operasi pembedahan darurat
  • Menjalani operasi pembedahan yang lebih dari 2 jam
Apabila mengalami infeksi pada luka, segeralah konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Penanganan sedini mungkin dapat mencegah infeksi bertambah parah.

Dampak buruk jika luka besar dan luka pasca operasi tidak dirawat dengan benar

Luka besar yang tidak dirawat dengan benar akan menyebabkan kemerahan dan infeksi
Luka besar yang tidak dirawat akan menjadi merah dan radang
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perawatan luka besar yang kurang tepat dapat memicu terjadinya infeksi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), infeksi menyerang bagian-bagian tubuh yang mengalami luka, mulai dari kulit, jaringan bawah kulit, dan implan.Ketika luka operasi mengalami infeksi, Anda mungkin akan merasakan kemunculan sejumlah gejala. Beberapa gejala yang mungkin muncul, antara lain:
  • Demam
  • Luka terasa lembek
  • Luka terlihat kemerahan
  • Luka menjadi terasa lebih menyakitkan
  • Luka mengalami peradangan atau bengkak
  • Luka menimbulkan aroma yang tidak sedap
  • Muncul cairan, nanah, atau darah pada luka
Infeksi umumnya akan muncul 2 atau 3 hari setelah Anda menjalani operasi. Dalam beberapa kasus, gejala infeksi mungkin baru muncul dalam hitungan minggu atau bulan pasca operasi. Jika Anda merasakan adanya gejala infeksi pada luka, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Bagaimana perawatan luka besar dan luka operasi yang tepat?

Beberapa tindakan perawatan bisa Anda lakukan untuk mempercepat proses pemulihan dan penyembuhan luka. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan Anda telah melakukan tindak perawatan luka besar dengan benar.Berikut ini sejumlah cara perawatan luka besar dan luka pasca operasi yang tepat:

1. Menjaga luka tetap kering

Dalam waktu 24 jam setelah operasi, jangan biarkan luka Anda terkena cairan. Untuk menjaga luka supaya tetap kering, Anda sebaiknya tidak mandi pada hari pertama setelah menjalani operasi bedah. Konsultasikan  dengan dokter apabila Anda ingin mandi pasca operasi.Setelah 24 jam, hindari mandi dengan cara berendam. Mandi dengan cara berendam dapat membuat luka menjadi lembek dan terbuka kembali. Selain itu, jaga supaya luka Anda tidak terkena produk mandi seperti sabun atau shampo.

2. Membatasi aktivitas pada tempat luka

Agar luka tidak terbuka kembali, batasi aktivitas pada bagian tubuh Anda yang mengalami luka. Sebagai contoh, jika luka ada pada tangan, hindari beraktivitas menggunakan tangan yang terdapat luka bekas operasi.Untuk mempercepat proses penyembuhan, dokter biasanya akan meminta untuk menghindari aktivitas-aktivitas seperti mengangkat benda maupun melakukan olahraga berat selama satu bulan pasca operasi. Apabila luka terbuka kembali, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan.

3. Menjaga luka tetap bersih

Sebagai upaya mempercepat proses penyembuhan dan mencegah infeksi, selalu jaga area sekitar luka tetap bersih. Untuk membersihkan luka, Anda bisa menggunakan kasa atau kain yang telah direndam dalam air sabun.Hindari membersihkan luka dengan pembersih kulit, sabun antibakteri, obat antiseptik, losion, krim, dan produk herbal. Penggunaan benda-benda tersebut dapat berpotensi merusak kulit yang mengalami luka serta memperlama proses penyembuhan.

4. Memilih plester yang sesuai untuk luka besar

Luka besar sebaiknya ditutup dengan plester yang sesuai
Menutup luka dengan plester akan menjaga luka tetap steril
Menggunakan plester dapat membantu menjaga luka tetap bersih dan steril. Plester mencegah kotoran-kotoran yang berpotensi menempel pada luka. Selain itu, plester juga dapat membantu melindungi luka dari cairan, terutama ketika mandi.Cairan meningkatkan risiko luka Anda terbuka kembali. Oleh sebab itu, pastikan Anda memilih plester dengan ukuran yang sesuai untuk luka besar Anda dan terbuat dari bahan yang kedap air. Pastikan juga plester tidak menyakitkan saat dilepas. 

5. Menerapkan pola hidup sehat

Penerapan pola hidup sehat bisa membantu mempercepat proses penyembuhan luka pasca operasi. Tidak hanya mempercepat proses penyembuhan luka, cara ini baik untuk menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan.Sejumlah tindakan pola hidup sehat yang bisa Anda terapkan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan luka, di antaranya:
  • Berhenti merokok supaya asupan oksigen ke jaringan kulit dan anggota tubuh lain tidak terhambat
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi, pastikan juga untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Nutrisi yang dianjurkan untuk membantu penyembuhan luka, diantaranya protein, zinc, dan vitamin C.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal karena obesitas dapat meningkatkan risiko infeksi pada luka
  • Mengontrol asupan gula yang masuk ke tubuh agar tidak berlebihan, khususnya bagi penderita diabetes

Catatan dari SehatQ

Luka besar pasca operasi perlu mendapatkan perawatan yang benar. Apabila tidak ditangani dengan tepat, hal tersebut berpotensi menghambat proses penyembuhan luka dan memicu terjadinya infeksi.Cara mengatasi luka yang benar bisa dilakukan dengan menjaganya tetap kering dan bersih, membatasi aktivitas pada area luka, menggunakan plester dengan ukuran yang sesuai, serta menerapkan pola hidup sehat. Jika luka Anda tidak kunjung membaik dan malah mengalami infeksi, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
penyembuhan lukainfeksi luka pasca operasibekas lukaadv hansaplast
Healthline. https://www.healthline.com/health/surgical-wound
Diakses pada 7 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/surgical-wound-care
Diakses pada 7 Desember 2020
Drugs. https://www.drugs.com/cg/wound-healing-and-your-diet.html
Diakses pada 7 Desember 2020
Bupa. https://www.bupa.co.uk/health-information/muscles-bones-joints/surgical-wounds
Diakses pada 7 Desember 2020
Hansaplast. https://www.hansaplast.id/products/perawatan-luka/sensitive-xl
Diakses pada 7 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait