Cara Membersihkan Pusar Bayi Tidak Boleh Sembarangan, Ini Panduan Lengkapnya


Pusar bayi harus dibersihkan secara rutin untuk menghindari infeksi. Cara membersihkan pusar bayi dan merawatnya selama tunggul belum puput tidak boleh dilakukan sembarangan.

(0)
21 Mar 2019|Aby Rachman
Cara membersihkan pusar bayi dapat dilakukan dengan menepuk-nepuknya dengan kain lembutcara membersihkan pusar bayi harus dilakukan dengan hati-hati
Cara membersihkan pusar bayi sangat penting untuk diketahui oleh para orangtua. Pasalnya, jika cara membersihkan pusar bayi tidak benar, risiko pusar berdarah atau terluka akan semakin besar dan dapat memicu infeksi.Cara terbaik untuk merawat pusar bayi adalah dengan menjaganya tetap bersih dan kering hingga tali pusat puput dengan sendirinya. Agar tetap bersih, Anda tidak perlu mencucinya dan hanya perlu menghindari area tersebut dari kotoran. Menjaga tunggul atau tali pusar tetap kering adalah cara terbaik untuk memberikan penyembuhan yang sehat dan alami.

Fungsi tali pusar

Bayi lahir dengan tali pusar yang menempel pada plasenta. Di dalam rahim ibu, tali ini akan mengirimkan oksigen dan nutrisi kepada bayi. Tali pusar ini juga akan membawa kotoran jauh dari bayi. Setelah dilahirkan, bayi dapat bernapas, makan, dan membuang kotoran sendiri. Oleh karena itu, keberadaan tali pusar sudah tidak dibutuhkan dan akan dipotong. Akan ada sekian sentimeter tali pusar tersisa dan disebut sebagai tunggul. Tunggul ini perlahan akan mengering dan lepas dengan sendirinya. Inilah yang nantinya akan disebut sebagai pusar bayi.Untuk memotong tali pusar bayi, dokter akan menjepitnya di dua tempat dan memotong di antara kedua klem tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mencegah banyaknya pendarahan. Tali pusar tidak memiliki saraf, sehingga tidak akan sakit jika dijepit layaknya memotong rambut atau kuku.Tali pusar yang masih tersisa maupun yang sudah puput harus dijaga kebersihannya agar tidak memicu infeksi. Bagaimana cara membersihkan pusar bayi yang baik dan benar? Berikut ulasan selengkapnya.

Cara membersihkan pusar bayi yang benar

Berikut adalah beberapa cara membersihkan pusar bayi yang baik dan benar untuk bayi baru lahir yang bisa Anda lakukan di rumah:

1. Siapkan peralatan

Agar membersihkan pusar bayi lebih efektif, siapkan dulu semua peralatan yang dibutuhkan. Sejumlah peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan pusar bayi adalah handuk atau lap bersih, kapas, popok dan air hangat.

2. Cuci tangan hingga bersih

Pastikan Anda sudah mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh pusar bayi agar tidak memicu infeksi. Cuci tangan menggunakan sabun agar kuman yang ada di tangan tidak teinfeksi pada pusar bayi.

3. Bersihkan pusar bayi dengan lembut

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pusar bayi yang masih tedapat tali pusat  umumnya tidak perlu secara terus menerus dibersihkan dengan air karena Anda harus menjaganya agar tetap kering. Jika pusar terlihat kotor, Anda dapat membersihkannya dengan kapas yang telah diberi air hangat.Rekatkan dulu kapas yang telah direndam air hangat agar tidak kuyup. Setelah dibersihkan, keringkan tali pusat dengan handuk agar tidak basah dan lembap.Sedangkan saat bayi sudah puput pusar, cara membersihkan pusar bayi umumnya dapat dilakukan saat mandi. Anda hanya perlu membersihkannya perlahan dengan kapas jika pusar bayi terlihat kotor.Bersihkan pusar dengan lembut dan hindari gerakan menggosok. Cara membersihkan pusar yang baik adalah dengan gerakan tap tap pusar tersebut hingga kotorannya hilang. Jika basah, tepuk-tepuk dengan lembut pusar bayi menggunakan kain lap yang lembut dan bersih. 

4. Pakaikan popok dengan benar

Lipat kain popok di sekitar pinggang ke bagian bawah untuk menjauhkannya dari tunggul. Beberapa jenis popok bayi baru lahir, telah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak akan mengenai tunggul. Popok yang menutupi pusar akan membuat tunggul menjadi lembab dan dapat memicu infeksi. Selain popok, pakaikan juga baju berbahan katun yang lembut dan bersih untuk menghindari iritasi.Cara membersihkan pusar bayi juga harus diperhatikan saat memandikan si kecil. Mandi dengan air hangat dan spons disarankan sambil menunggu tunggul terlepas dengan sendirinya.Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:
  1. Pastikan Anda telah cuci tangan telebih dahulu sebelum menyentuh pusar bayi
  2. Taruh handuk mandi yang kering di lantai yang hangat
  3. Baringkan bayi di atas handuk
  4. Basahi kain lap bersih dengan air hangat dan rekatkan agar tidak kuyup
  5. Bersihkan kulit bayi dengan sapuan lembut, hindari bagian pusar.
  6. Jika tunggul atau bagian pusar terlihat kotor, maka bersihkan dengan handuk atau kain lembut yang telah dibasahi air hangat dengan perlahan dan jangan sampai kuyup
  7. Fokus pada lipatan leher dan ketiak
  8. Biarkan kulit mengering secara alami, kemudian keringkan dengan handuk yang lembut dan pastikan tunggul tidak basah dan lembap
  9. Pakaikan baju berbahan katun yang bersih dan tidak ketat atau terlalu longgar
Saat tali pusar belum puput, hindari memandikan si Kecil dengan bak mandi. Ini karena dapat merendam tali pusat bayi dan membuatnya menjadi lembap. Anda dapat memandikan bayi dengan lap atau handuk dengan cara seperti yang telah disebutkan. Hindari penggunaan sabun dan jangan menggosok dengan keras karena bisa membuat pusar bayi berdarahSaat tali pusat bayi telah puput, barulah Anda dapat membandikan si Kecil menggunakan bak mandi. Usaplah pusar bayi secara perlahan. Jika pusar masih terlihat seperti luka terbuka, tunggu sampai sembuh sempurna sebelum Anda menggosoknya.

Keadaan Pusar Bayi yang Tidak Normal

Selain memperhatikan cara membersihkan pusar bayi, Anda juga harus mencermati kondisi pusar si Kecil. Kadang-kadang, pusar bayi bisa menunjukkan gejala hernia umbilical. Ini terjadi ketika usus dan lemak mendorong melalui otot perut di bawah pusar. Hernia umbilical ini biasanya tidak menyakitkan.Komplikasi potensial lainnya adalah omphalitis. Kondisi ini merupakan infeksi yang langka, namun mengancam jiwa. Bayi akan memerlukan penanganan darurat jika Anda mendapati kondisi berikut ini pada pusar:
  • Nanah
  • Kemerahan atau perubahan warna
  • Perdarahan persisten
  • Bau busuk
Jika Anda menemukan gejala seperti yang telah disebutkan, segera berkonsultasi ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih baik. 
pusar bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-belly-buttonParents. https://www.parents.com/baby/care/newborn/how-to-clean-babys-belly-button/Diakses pada November 2018IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-tali-pusat-bayi-baru-lahir Diakses pada 22 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait