6 Cara Merawat Bayi Prematur Ini Penting dan Perlu Anda Terapkan

Selain lewat inkubator, cara merawat bayi prematur juga bisa dilakukan oleh ibu dan ayah
Bayi prematur membutuhkan cara perawatan yang tepat untuk menjami pertumbuhannya

Bayi prematur merupakan bayi yang lahir sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu, sementara bayi pada umumnya lahir di usia kandungan 40 minggu. Kondisi ini membuat bayi prematur membutuhkan perawatan yang khusus setelah kelahirannya.

Tak hanya didasari oleh hal tersebut, bayi prematur juga memiliki beragam risiko mengalami masalah kesehatan. Oleh sebab itu, cara merawat bayi prematur tentu harus dilakukan dengan baik dan benar.

Ciri-ciri bayi prematur

Tidak seperti bayi normal yang lahir pada usia kandungan yang cukup, ukuran tubuh atau berat badan bayi prematur biasanya jauh lebih kecil. Bayi yang lahir prematur rata-rata memiliki berat badan sekitar 2 kg saja, sementara bayi yang lahir pada usia kandungan yang cukup bulan rata-rata memiliki berat badan lebih dari 2,5 kg. Semakin awal bayi lahir, maka ukuran tubuhnya bisa semakin kecil.

Bayi prematur bahkan tidak memiliki lemak pelindung sehingga akan merasa kedinginan meski berada pada suhu kamar normal. Oleh sebab itu, setelah bayi prematur lahir maka ia harus ditempatkan di ruang inkubator agar tetap hangat.

Bayi prematur juga berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi, anemia, penyakit kuning, dan sesak napas. Sistem pernapasan bayi prematur yang belum sempurna, tak jarang membuatnya kesulitan bernapas. Bayi prematur juga berisiko mengalami gangguan kognitif, motorik, dan kesehatan perilaku.

Selain itu, beberapa bayi prematur memiliki penyakit mata, di mana retina tidak berkembang sepenuhnya. Lalu, tidak seperti bayi lain yang menangis dengan kencang, bayi prematur biasanya menangis dengan pelan. Namun, setiap bayi dapat memiliki kondisi yang berbeda sehingga diperlukan bantuan dokter untuk memahami kondisi yang dialami bayi.

Cara merawat bayi prematur

Karena kelahiran prematur, ada berbagai risiko masalah kesehatan yang mungkin terjadi sehingga bayi prematur memerlukan perawatan khusus. Terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan dalam merawat bayi prematur, di antaranya:

  • Cari tahu tentang kondisi bayi prematur Anda

Ketidakpastian mengenai kondisi bayi prematur Anda dapat berbahaya. Oleh sebab itu, Anda harus mencari tahu mengenai kondisi bayi Anda sejelas mungkin pada dokter. Tanya mengenai hal yang Anda tidak tahu, dan selalu konsultasikan bila ada perubahan pada keadaan bayi prematur Anda. Semakin banyak Anda tahu mengenai kondisinya, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk merawatnya.

  • Memberi bayi prematur ASI

ASI mengandung protein yang dapat membantu melawan infeksi dan meningkatkan pertumbuhan. Meski bayi mungkin mengalami kesulitan untuk menyusu dari payudara Anda, namun Anda tetap dapat memberinya ASI melalui botol khusus.

Usahakan untuk memompa 6-8 kali sehari sehingga kebutuhan ASI bayi prematur terpenuhi. Selain itu, tanyakan pula pada dokter mengenai kebutuhan vitamin tambahan untuk bayi prematur.

  • Melakukan perawatan metode kanguru

Perawatan metode kanguru adalah alternatif pengganti inkubator dan merupakan cara efektif untuk memenuhi kebutuhan bayi. Dengan metode ini, ibu dan bayi akan melakukan kontak kulit ke kulit karena bayi diletakkan di dada dalam waktu yang lama dan ditahan oleh kain yang diikatkan pada punggung ibu.

Cara ini membuat bayi mendapatkan kehangatan, terhindar dari hipotermia, memudahkan pemberian ASI, perlindungan dari infeksi, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta mempererat hubungan antara ibu dan bayi.

  • Memberi bayi imunisasi

Anda harus memberi bayi imunisasi agar terhindar dari berbagai infeksi ataupun masalah kesehatan yang mengintainya, misalnya berikan bayi Anda suntikan flu karena ia lebih rentan terserang flu daripada bayi yang lahir dengan usia kehamilan yang cukup.

Imunisasi untuk bayi prematur dapat diberikan di waktu yang sama dengan bayi pada umumnya. Selain itu, untuk mencegah bayi sakit, menjaga kebersihan juga sangatlah diperlukan. Sebaiknya, cuci tangan terlebih dahulu sebelum memegang bayi.

  • Memberi bayi waktu yang cukup untuk tidur

Tidur merupakan kebutuhan bagi setiap orang, terutama bayi. Berilah bayi prematur waktu yang cukup untuk tidur. Tidur dapat membuat sistem kekebalan tubuh bayi menjadi lebih kuat. Jangan menempatkan bayi pada posisi tengkurap ketika ia tidur karena berisiko mengalami kematian mendadak (SIDS).

  • Memerhatikan pertumbuhan dan perkembangan bayi

Pertumbuhan dan perkembangan bayi harus diperhatikan. Hal ini berkaitan dengan kemajuan atau kemunduran yang terjadi pada kondisi bayi, seperti pendengaran, penglihatan, gerak, dan lainnya. Anda dapat mencatat pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada bayi prematur. Hal ini bisa Anda konsultasikan pada dokter agar pertumbuhan dan perkembangannya bisa semakin baik.

Meski sibuk merawat bayi prematur Anda, namun Anda juga harus ingat bahwa Anda juga memiliki kebutuhan sendiri. Dengan tidak lupa merawat diri sendiri, akan membantu Anda untuk tetap fit dalam merawat bayi prematur dengan baik.

Anda mungkin memerlukan lebih banyak waktu untuk pulih setelah melewati proses persalinan. Cobalah untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan beristirahatlah dengan cukup. Selain itu, saling memberi dukungan bersama pasangan dan keluarga juga akan berpengaruh positif pada keadaan Anda.

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/preemie/Pages/Caring-For-A-Premature-Baby.aspx
Diakses pada 31 Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/premature-baby/art-20046286
Diakses pada 31 Juli 2019

Family Doctor. https://familydoctor.org/caring-for-your-premature-baby/
Diakses pada 31 Juli 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/perawatan-metode-kanguru-pmk-meningkatkan-pemberian-asi
Diakses pada 31 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed