Cara Menyimpan ASI Perah yang Tepat


Cara menyimpan ASI yang baik dan benar mampu menjaga kualitas air susu. Simpanlah dengan memerhatikan suhu, wadah penyimpanan, hingga waktu pemerahan asupan bayi ini dilakukan

(0)
24 Jul 2019|Azelia Trifiana
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara menyimpan ASI perah berguna untuk menjaga kualitas air susuCara menyimpan ASI setelah diperah harus memerhatikan wadah dan suhunya
Cara menyimpan ASI diperlukan saat ibu memutuskan untuk memompa air susunya. Sangat wajar ketika ibu yang baru masuk ke fase menyusui merasa bingung bagaimana cara menyimpan ASI perah.Berbeda dengan menyusui langsung (direct breastfeeding), ASI perah diperoleh dari proses memerah dengan pompa ASI.  Tak hanya ibu bekerja, terkadang, ibu yang tidak bekerja pun ingin memerah ASI untuk menyimpan cadangan atau ketika produksi ASI miliknya melimpah. Satu hal yang pasti, cara penyimpanan ASI perah harus di wadah khusus untuk menyimpan ASI.Cara penyimpanan ASI yang tepat akan menjamin stok ASI dan menjaga kualitasnya. Jangan sampai ASI jadi terbuang sia-sia atau rusak hanya karena tidak tahu cara menyimpan ASI perah yang benar.

Cara menyimpan ASI perah

Sebelum mengetahui cara menyimpan ASI, siapkan pompanya
Saat ingin mengikuti cara menyimpan ASI, perlu diingat, tempat penyimpanan pun memengaruhi kualitas ASI yang disimpan. Hal pertama yang perlu dipersiapkan sebelum mengetahui cara menyimpan ASI perah adalah mempersiapkan peralatannya, di antaranya:
  • Pompa ASI (elektrik atau manual).
  • Botol kaca.
  • Kantong plastik khusus ASI.
  • Kulkas untuk menyimpan ASI.
Bagi ibu menyusui yang bekerja, kebutuhan cara penyimpanan ASI di atas harus dilengkapi dengan cooler bag, ice gel, dan peralatan lain, seperti nursing cover dan pengisi daya pompa. Siapkan pula sabun cuci khusus untuk membilas botol pompa atau botol kaca usai digunakan.Setelah mengetahui cara menyimpan ASI yang benar setelah dipompa, baik botol kaca maupun plastik khusus ASI, keduanya sama-sama benar. Itu hanya pilihan mana yang dirasa lebih praktis. Jika Anda menggunakan botol kaca, Anda perlu mencucinya. Namun, botol bisa dipakai kembali.Namun ketika menyimpan ASI perah dengan plastik khusus, artinya itu hanya bisa dipakai satu kali. Ingat, tidak ada plastik ASI yang bisa dipakai berulang. Plastik ASI pun harus benar-benar rapat dan tidak rawan bocor.Biasanya, plastik penyimpan ASI perah untuk memenuhi kebutuhan ASI eksklusif dilengkapi dengan klip segel dua lapis serta bagian di depan untuk menuliskan tanggal dan nama.Yang tak kalah penting, jangan lupa menjaga kebersihan. Selain wadah penampung ASI, alat pompa ASI pun juga harus dibersihkan. Selain itu, selalu cuci tangan sebelum pompa ASI dan menyimpannya.

Simpan sesuai tanggal

Cara menyimpan ASI di lemari pendingin tidak diletakkan di pintu
Setelah tuntas memerah ASI, cara menyimpan ASI juga harus memerhatikan waktu kapan ASI dipompa. Anda perlu menulis tanggal, jam, dan nama sebelum menyimpannya di kulkas khusus ASI.Fungsinya, agar Anda tahu berapa lama usia ASI perah tersebut. Ketika akan mengeluarkannya untuk Buah Hati Anda, upayakan memberikan yang paling lebih dulu diperah. Tujuannya, menghindari ASI perah kedaluwarsa tanpa diketahui.Untuk urusan menyimpannya, ada dua pilihan, yaitu di kulkas bawah (chiller) dan freezer. Menyimpan di kulkas bawah hanya dilakukan apabila ASI perah akan diberikan dalam waktu dekat atau kurang dari 5 hari.Namun jika Anda menyimpan ASI perah untuk jangka panjang, segera simpan di freezer khusus ASI. Jika tidak memiliki kulkas khusus ASI dan terpaksa menyimpan bersama dengan frozen food lainnya, pastikan posisinya benar-benar terlindungi. Anda bisa menggunakan container plastik sebagai cara penyimpanan ASI. Ini berguna agar terhindar dari kontaminasi. Sebaiknya, hindari meletakkan di bagian pintu. Sebab, bagian ini adalah yang paling sering dibuka tutup dan rentan mengalami perubahan suhu.

Daya tahan ASI perah

Kantong ASI menyentuh es batu sebagai cara menyimpan ASI
Selain cara menyimpan ASI, hal yang tak kalah penting adalah mengetahui berapa lama daya tahan ASI perah di kulkas. Berbeda letak penyimpanan, berbeda pula daya tahannya. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), inilah daya tahan ASI perah berdasarkan tempat dan suhu penyimpanannya:
  • Suhu ruangan, maksimal 25 derajat Celcius: 6-8 jam, wadah harus ditutup. Bila perlu, dibalut dengan handuk dingin.
  • Cooler bag tertutup, rentang suhu -15 hingga -4 derajat Celcius: 24 jam, asalkan es batu dan wadah ASI bersentuhan dan cooler bag tidak dibuka sama sekali.
  • Kulkas bagian bawah (chiller), dengan suhu 4 derajat Celcius: 5 hari, disimpan di dalam kulkas bagian belakang yang paling dingin.
Sementara itu, IDAI juga membagi tiga cara menyimpan ASI perah di kulkas jika didinginkan atau dibekukan di dalam freezer. Yang terpenting, letakkan ASI di freezer bagian belakang.Sebab, di bagian ini, suhu freezer berada dalam kondisi yang paling stabil. Inilah cara menyimpan ASI di dalam freezer:
  • Freezer dengan lemari es 1 pintu pada suhu -15 derajat Celcius: 2 minggu
  • Freezer dengan lemari es 2 pintu, pada suhu -18 derajat Celcius: 3-6 bulan.
  • Freezer dengan pintu di atas, pada suhu -20 derajat Celcius: 6-12 bulan.
Namun, jangan lupa, semakin lama Anda menyimpan ASI perah – entah itu di kulkas bawah atau freezer – semakin besar kemungkinan kandungan nutrisinya berkurang. ASI yang masih segar tetap mengandung nutrisi dan vitamin yang paling komplet.Terlebih, IDAI juga menyampaikan, penyimpanan ASI yang lebih lama daripada waktu yang telah dianjurkan mampu mengurangi kandungan lemak pada air susu ibu. Oleh karena itu, kualitas ASI pun menurun.

Bagaimana cara memberikan ASI perah pada bayi?

Pastikan hangatkan ASI ke botol susu dengan saksama
Setelah memahami cara menyimpan ASI perah, selanjutnya yang tak kalah krusial adalah mengetahui cara memberikan ASI perah pada bayi. Jangan sampai setelah rangkaian proses penyimpanan yang sudah sesuai prosedur, ASI perah jadi rusak hanya karena salah proses pencairan.Aturan utama memberikan ASI perah pada bayi adalah dengan menghindari perubahan suhu drastis. Contohnya, tidak langsung menghangatkan ASI perah dari kondisi beku. Tujuannya agar kandungan antibodi dalam ASI perah tidak rusak.Sebaiknya, turunkan dulu ASI beku dari freezer ke kulkas bagian bawah sehari sebelumnya. Dengan demikian, ketika akan diberikan pada bayi, ASI perah tersebut telah mencair dan siap untuk dihangatkan. ASI perlu dicairkan dengan suhu yang bertahap.Cara menghangatkannya pun tidak bisa sembarangan. Metode terbaik adalah dengan membiarkan ASI perah mencair di suhu ruangan.Namun, jika harus segera diberikan pada bayi, hangatkan ASI di mangkuk berisi air hangat terlebih dahulu.Setelah suhunya hangat, pindahkan ke botol susu anak untuk dikonsumsi. Penting diingat, ASI perah yang sudah dihangatkan tidak boleh dimasukkan kembali ke kulkas. Jika tidak habis dikonsumsi dalam waktu 24 jam, ASI perah harus dibuang.

Media pemberian ASI perah

Cara menyimpan ASI, hindari BPA sebab tak baik untuk otak
Bagi ibu bekerja atau ketika ibu tidak sedang bersama anaknya untuk menyusui langsung, metode pemberian ASI perah bisa menggunakan cup feeder atau botol susu. Carilah bahan yang tidak mengandung Bisphenol A (BPA).Menurut Food and Drug Administration (FDA), BPA berpotensi memberikan dampak buruk pada otak, perilaku, hingga kelenjar prostat janin, bayi, dan anak-anak.Itulah mengapa sangat direkomendasikan untuk memilih produk-produk untuk konsumsi anak yang bebas BPA. Selain itu, jika ada botol atau gelas plastik yang rusak atau retak, segera ganti dengan yang baru. Kerusakan itu dapat menjadi tempat berkembang biaknya kuman atau jika ada kandungan BPA, ada potensi larut ke makanan.Para ibu, tak perlu khawatir. Kini, merealisasikan cara menyimpan ASI perah yang ideal jadi semakin mudah berkat kemudahan teknologi dan fasilitas yang serba canggih. Jika ibu telah dimudahkan, “tugas” memberikan yang terbaik bagi sang buah hati pun jadi lebih leluasa.

Keuntungan pompa ASI

Manfaat dari cara menyimpan ASI didapat saat ibu memompanya
Rupanya, memompa ASI pun mampu memberikan keuntungan bagi ibu. Berdasarkan riset yang terbit pada jurnal The Journal of Perinatal Education, ibu yang memompa ASI dalam kurun waktu 1 jam setelah melahirkan akan menghasilkan ASI biasa lebih banyak setelah 3 minggu kelahiran.Selain itu, memompa ASI 1 jam setelah melahirkan juga membuat fase laktogenesis 2 muncul lebih cepat. Dalam hal ini, laktogenesis 2 adalah fase saat ASI biasa keluar setelah kolostrum. Saat fase ini, ASI sedang berlimpah dalam waktu 30-40 jam setelah melahirkan.

Catatan dari SehatQ

Cara menyimpan ASI berguna untuk ibu yang harus memompa air susunya. Sebab, seperti makanan dan minuman lainnya, ASI pun punya jangka daya tahan tertentu.Cara penyimpanan ASI juga harus memerhatikan wadah maupun suhu penyimpanannya. Hal ini dikarenakan keduanya mampu memengaruhi kandungan nutrisi di dalam ASI.Jika Anda ingin memulai memompa ASI dan mengetahui lebih lanjut terkait penyimpanannya, konsultasikan melalui chat dokter anak di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Jika Anda ingin melengkapi keperluan untuk ibu menyusui, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
produksi asicara menyimpan asiibu menyusuiasi perah
WebMD. https://www.webmd.com/children/bpa
Diakses pada 2 Juli 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-milk-storage/art-20046350
Diakses pada 2 Juli 2019
Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/x553833/whats-the-best-way-to-store-breastmilk
Diakses pada 2 Juli 2019
The Journal of Perinatal Education. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4720864/
Diakses pada 27 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait