Cara Menyimpan ASI agar Kandungan Gizinya Tetap Terjaga

13 Jun 2019 | Oleh Nina Hertiwi Putri
Agar kandungan gizinya tidak hilang, perhatikan cara menyimpan ASI yang baik.
Anda harus memperhatikan cara menyimpan ASI, supaya gizinya tetap terjaga.

ASI sebaiknya diberikan kepada bayi dalam keadaan segar. Tetapi, dalam kondisi tertentu, tak menutup kemungkinan untuk memompa dan menyimpan ASI lebih dulu sebelum diberikan kepada bayi. Masalahnya, cara menyimpan ASI yang tidak benar dapat merusak kandungan gizinya sehingga berpotensi membahayakan kesehatan bayi. Supaya kandungan gizi pada ASI tetap terjaga, ibu perlu memerhatikan hal-hal berikut ini.

Cara Menyimpan ASI dengan Wadah Khusus

Toko perlengkapan bayi menawarkan berbagai macam tempat penyimpanan ASI. Biasanya, wadah untuk menyimpan ASI ini terbuat dari material plastik khusus. Ada juga yang berbentuk botol kaca kecil. Semua wadah tersebut dibuat dengan memenuhi standar keamanan tertentu. Jadi, jangan gunakan wadah sembarangan untuk menyimpan ASI. Apalagi menggunakan plastik biasa. Gunakan wadah khusus untuk menyimpan ASI, agar kualitas gizi dan kesegarannya selalu terjaga.

Berapa Lama ASI Dapat Disimpan?

Daya tahan ASI selama masa penyimpanan, juga bergantung pada suhunya. Berikut ini panduan penyimpanan ASI berdasarkan suhunya, baik dalam ruangan maupun lemari pendingin, dengan menggunakan wadah khusus.

Suhu ruangan < 25 derajat Celcius:

6-8 jam

> 4 derajat Celcius:

maksimal 5 hari

-15 derajat Celcius (dalam freezer):

maksimal 2 minggu

Lalu, bagaimana cara menyimpan ASI supaya tidak merusak kandungan gizinya?

Cara Menyimpan ASI yang Baik dan Benar

Menyimpan ASI sembarangan dapat merusak kandungan gizinya, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan bayi apabila mengonsumsinya. Supaya hal ini tidak terjadi, lakukan langkah-langkah berikut ini.

  • Sebelum menyimpan ASI, pastikan wadah yang digunakan sudah steril.
  • Setelah ASI dimasukkan dalam wadah penyimpanan, segera dinginkan dalam waktu kurang dari 1 jam.
  • Beri label untuk memudahkan Anda mengingat tanggal kedaluwarsa ASI.
  • Tuliskan jam dan tanggal pada label, dan tempelkan di wadah penyimpanan ASI.
  • Tak perlu penuhi wadah penyimpanan. Isi secukupnya saja, karena jika tidak habis, maka ASI harus dibuang.
  • Jangan mencampur ASI yang sudah tersimpan dengan ASI baru.

Setelah mengetahui cara aman menyimpan ASI, sekarang saatnya mempelajari bagaimana cara menyajikannya bagi bayi.

Cara Menyajikan ASI yang Telah Disimpan

ASI yang disimpan di kulkas biasanya akan mengendap. Jangan khawatir, kondisi ini termasuk normal. Jika demikian, kocok wadah hingga ASI tercampur dan tidak ada endapan. Bagaimana jika ASI membeku? Tips berikut ini dapat Anda ikuti.

  • Keluarkan ASI dari lemari pendingin. Supaya lebih cepat mencair, siram ASI dalam wadah tertutup dengan air dingin yang mengalir. Pastikan tidak ada air yang masuk ke dalam wadah dan tercampur dengan air susu.
  • Jika cara tersebut dirasa kurang cepat, rendam ASI dalam wadah tertutup dengan air hangat. Hindari mencairkan ASI menggunakan microwave atau alat lain, dengan temperatur tinggi. Hal ini dapat merusak kandungan gizinya.
  • Saat menghangatkan ASI, pilihlah ASI dengan tanggal penyimpanan yang paling lama terlebih dahulu.
  • Hindari menyimpan kembali ASI yang telah dicairkan.

Cara menyimpan ASI di atas memang aman, tapi alangkah baiknya jika pemberian ASI dilakukan secara langsung. 

Referensi

Ameda. https://www.ameda.com/milk-101-article/how-to-store-breast-milk-safely/
Diakses pada November 2019

Healhtline. https://www.healthline.com/health/parenting/reheating-breast-milk#storing-breast-milk
Diakses pada 27 Februari 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top