Cara Menurunkan Panas yang Bisa Dilakukan di Mana Saja

Cara menurunkan panas bisa dilakukan dimana saja, termasuk dengan mencukupkan kebutuhan cairan
Saat badan terasa panas, pastikan Anda mencukupkan kebutuhan cairan tubuh

Adakalanya temperatur tubuh naik dan badan panas, entah karena demam atau faktor lain. Suhu tubuh yang tinggi tentunya bikin diri tak nyaman, terlebih jika ada urusan yang perlu diselesaikan. Beruntung, ada beberapa cara menurunkan panas yang bisa dilakukan di mana saja, termasuk di rumah dan di kantor.

Cara menurunkan panas secara alami

Ini cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan panas agar tak ganggu aktivitas:

1. Rendam kaki di air dingin

Untuk menurunkan panas, Anda bisa mencoba merendam kaki di air yang dingin setidaknya selama 20 menit. Tips ini dapat membantu mendinginkankan badan dan mendorong Anda untuk lebih rileks.

Untuk menambah sensasi menenangkan, Anda bisa mencampurkan beberapa tetes minyak atsiri yang disukai, seperti minyak peppermint.

2. Konsumsi sayur dan buah dengan kandungan air yang tinggi

Untuk menurunkan panas, Anda juga bisa mengonsumsi beberapa makanan yang tinggi kandungan airnya. Anda bisa mengonsumsinya langsung atau membuatnya menjadi smoothie buah dan sayur. Tambahkan sedikit es batu untuk sensasi yang lebih menyejukkan.

Beberapa contoh makanan dengan kandungan air yang tinggi, yaitu:

  • Semangka
  • Stroberi
  • Jeruk
  • Timun
  • Seledri
Cara menurunkan panas dengan buah semangka
Buah semangka kaya dengan kandungan air untuk bisa dikonsumsi saat badan terasa panas

3. Minum air kelapa

Air kelapa mengandung berbagai vitamin, mineral, dan elektrolit. Kandungan tersebut membantu kita untuk lebih segar dan berenergi ketika tubuh lemas karena suhu tubuh yang naik.

Air kelapa segar menjadi pilihan yang baik dibandingkan air kelapa kemasan. Apabila Anda membeli produk kemasan, perhatikan dengan saksama label komposisinya, terutama kandungan gula.

4. Kenakan pakaian yang lebih ringan

Apabila suhu tubuh panas namun Anda tetap harus beraktivitas, cobalah untuk mengenakan bahan pakaian alami, seperti katun dan linen. Pasalnya, panas dapat keluar dari tubuh lebih mudah dengan bahan-bahan alami tersebut, dibandingkan dengan kain sintetis seperti akrilik dan nilon.

5. Oleskan lidah buaya

Punya tanaman lidah buaya di rumah atau kantor? Ambil gelnya untuk dioleskan ke bagian kulit. Sebab, gel lidah buaya dapat membantu menurunkan panas. Untuk hasil yang optimal, tempatkan gel lidah buaya tersebut ke lemari es sebelum dioleskan.

Cara menurunkan panas dengan lidah buaya
Lidah buaya dapat dioleskan ke kulit untuk menurunkan panas

6. Jangan banyak bergerak

Individu yang suhu tubuhnya naik disarankan untuk tidak banyak bergerak dan menghindari aktivitas fisik. 

Penyebab suhu badan naik dan terasa panas

Ada beragam faktor yang membuat tubuh menjadi panas. Beberapa di antaranya, yaitu:

  • Demam dan infeksi
  • Menderita hipertiroidisme, yaitu kondisi ketika tubuh menghasilkan hormon tiroid terlalu banyak
  • Menghabiskan waktu di cuaca yang panas
  • Mengenakan baju berbahan sintetis
  • Mengonsumsi makanan pedas, berminyak, dan makanan kering
  • Mengonsumsi minuman berkafein dan beralkohol
  • Menjalani aktivitas fisik yang intens
  • Gejala penyakit tertentu, seperti arthritis, leukemia, dan gangguan saraf
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, opioid, dan antihistamin
  • Dehidrasi atau kekurangan cairan

Normalnya, suhu tubuh orang dewasa antara 36.6 hingga 37.4 derajat Celcius. Suhu tubuh yang normal tersebut biasanya diatur oleh hipotalamus dan sistem saraf otonom tubuh.

Catatan dari SehatQ

Cara menurunkan panas di atas bisa diterapkan sendiri di rumah. Apabila suhu tubuh masih tinggi dan Anda tidak juga merasa fit, Anda sangat disarankan untuk segera menemui dokter. Sebab, panas yang tak kunjung hilang dapat menjadi tanda gawat darurat tertentu.

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-reduce-body-heat
Diakses pada 31 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/19-hydrating-foods
Diakses pada 31 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326235.php
Diakses pada 31 Januari 2020

Artikel Terkait