logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

8 Cara Menurunkan Panas pada Bayi dengan Efektif

open-summary

Cara menurunkan panas pada bayi dapat dilakukan dengan memberi ASI yang cukup, mengompres air hangat, hingga mengonsumsi obat parasetamol atau ibuprofen.


close-summary

0

17 Agt 2022

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Cara menurunkan panas pada bayi dapat dilakukan dengan memberinya ASI yang cukup

Cara menurunkan panas pada bayi harus dilakukan dengan tepat

Table of Content

  • Cara mengetahui jika bayi demam
  • Cara menurunkan panas pada bayi
  • Hal yang harus dihindari ketika bayi panas
  • Kapan harus ke dokter?
  • Catatan dari SehatQ

Terkadang demam dianggap sebagai penyakit pada bayi. Padalah, ini merupakan gejala yang menandakan adanya penyakit tertentu. Meski hanya berupa gejala, cara menurunkan panas pada bayi juga perlu diperhatikan orangtua. 

Advertisement

Lantas, apa saja cara menurunkan demam pada bayi yang bisa dilakukan? Berikut penjelasan selengkapnya.

Cara mengetahui jika bayi demam

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), suhu tubuh normal bayi adalah 36,5 - 37 derajat Celcius. Bayi dianggap mengalami demam atau panas jika suhu tubuhnya mencapai lebih dari 37,5 derajat Celcius. 

Anda mungkin menganggap suhu tersebut sangat tinggi. Namun, bayi memang memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi daripada orang dewasa.

Anda harus mengukur suhu tubuh bayi terlebih dahulu menggunakan termometer untuk menentukan apakah mereka demam atau tidak. 

Panas pada bayi dapat disebabkan berbagai hal, seperti infeksi virus atau bakteri, sakit tenggorokan, demam setelah imunisasi, hingga terlalu lama berada di luar ruangan yang terik.

Demam menjadi tanda bahwa sistem kekebalan tubuh bayi sedang melawan infeksi yang terjadi dalam tubuh. 

Pada sebagian anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun, demam bisa menyebabkan kejang. Namun, kondisi ini umumnya tidak berbahaya.

Cara menurunkan panas pada bayi

Mulai dari memberikan ASI yang cukup hingga obat penurun panas, berikut adalah cara menurunkan demam pada bayi yang bisa Anda lakukan.

1. Memberinya ASI yang cukup

ASI membantu menurunkan panas pada bayi
Memberi ASI yang cukup untuk menurunkan panas bayi

Memberikan ASI yang cukup merupakan cara menurunkan panas bayi yang penting untuk dilakukan. Menjaga bayi tetap terhidrasi dapat membantu menurunkan panasnya. 

Usahakan untuk memberi ASI atau susu formula pada bayi dengan cukup dan rutin. Sementara itu, bayi yang sudah lebih besar harus minum lebih banyak air putih untuk membantu menurunkan demam.

Pastikan juga bayi memiliki tanda-tanda terhidrasi dengan baik, seperti mengeluarkan air mata ketika menangis, mulutnya lembap, dan popoknya basah.

Sebaliknya, bayi yang dehidrasi dapat menunjukkan tanda tidak buang air kecil sesering biasanya, mata cekung, bibir pecah-pecah, dan kulit sangat kering atau pucat.

2. Mengompres bayi

Cara menurunkan panas pada bayi dengan kompres cukup sering dilakukan para orangtua. Anda dapat menyiapkan kompres air hangat dan memerasnya hingga tidak ada air. 

Ketika bayi tertidur, Anda dapat mengompres bayi dengan meletakkan lap yang lembap tersebut di dahi, lipatan ketiak, leher, dan paha.

Terkadang, sebagian orangtua menganggap jika cara cepat menurunkan panas pada bayi tanpa obat adalah menggunakan kompres air. 

Faktanya, air yang terlalu dingin justru bisa menyebabkan bayi menggigil.

3. Memandikan bayi dengan air hangat

Cobalah mandikan bayi menggunakan air hangat sebagai cara mengatasi bayi demam. 

Suhu tubuh dapat segera turun ketika air menguap dari kulit bayi. Namun, air yang digunakan jangan terlalu panas ataupun terlalu dingin. 

Riset yang terbit pada jurnal Annals of Tropical Paediatrics menemukan, cara mengatasi demam pada bayi dengan mandi air hangat terbukti mengurangi demam selama 1-30 menit setelah mandi.

Saat melakukan cara menurunkan demam pada bayi ini, hindari menggunakan air dingin karena dapat menyebabkan suhu tubuh mereka naik dan menggigil. 

Setelah mandi, segera keringkan tubuh si kecil menggunakan handuk lembut dan pasangkan pakaian yang ringan.

4. Memakaikan bayi pakaian yang sejuk

Salah satu cara menurunkan demam pada bayi yang bisa Anda lakukan adalah memberikan pakaian yang ringan atau sejuk. 

Selain itu, gunakan juga seprai atau selimut yang ringan agar bayi tetap nyaman dan sejuk. Cara mengatasi panas pada bayi ini dapat membantu tubuhnya mendingin secara alami. 

Sebaliknya, memakaikan pakaian yang tebal pada bayi dapat mengganggu proses pendinginan alami tubuhnya.

5. Menjaga suhu kamar dan rumah

Cara menurunkan panas pada bayi ini dilakukan dengan cara memastikan suhu kamar dan rumah agar tetap sejuk. 

Hal tersebut dapat membantu melindungi bayi dari kepanasan yang membuat demamnya memburuk.

Anda juga dapat menggunakan kipas angin untuk menyejukkan udara sebagai cara meredakan panas pada bayi. Namun, jangan mengarahkannya secara langsung ke tubuh bayi.

6. Pastikan bayi beristirahat dengan cukup

bayi tidur
Pastikan bayi beristirahat dengan cukup agar segera pulih

Cara menurunkan demam pada bayi yang dapat Anda lakukan adalah memastikan mereka beristirahat dengan cukup. Biarkan si kecil berbaring di tempat tidurnya.

Jangan dulu mengajak mereka bermain atau pergi ke luar rumah. Selain itu, hindari kontak dengan orang lain sampai suhu tubuhnya kembali normal.

7. Membalurkan bawang merah pada tubuh bayi

Cara menurunkan panas pada bayi secara tradisional dapat Anda coba dengan membalurkan bawang merah pada tubuh si kecil. 

Obat panas alami untuk bayi ini disinyalir membantu menurunkan suhu tubuh dan meredakan nyeri yang disebabkan demam.

Anda hanya perlu mengiris bawang merah, kemudian gosokkan pada kaki si kecil selama 2 menit. Lakukan cara alami menurunkan panas pada bayi ini hingga dua kali sehari.

8. Memberi obat penurun panas

Anda dapat memberikan obat penurun panas bayi seperti parasetamol. Pemberian obat ini dianjurkan untuk bayi yang berusia lebih dari 3 bulan dengan takaran sesuai resep dokter. 

Sementara itu, jika bayi berusia lebih dari 6 bulan, Anda dapat memberikan ibuprofen

Namun, pastikan Anda mengikuti petunjuk dokter untuk menentukan dosis yang tepat dalam memberikan obat panas untuk bayi ini. 

Dosis obat demam bayi biasanya disesuaikan dengan berat badan bayi. Obat tersebut dapat membantu si kecil merasa lebih baik.

Jangan pernah memberikan aspirin untuk mengobati demam bayi. Sebab, obat tersebut dikaitkan dengan sindrom Reye, yaitu penyakit langka berbahaya yang dapat menyebabkan pembengkakan pada hati dan otak.

Baca Juga

  • Ini Cara Mengatasi Bayi Susah Makan yang Perlu Anda Coba
  • Cara Mengobati Iritasi pada Kemaluan Bayi Perempuan Akibat Ruam dan Jamur
  • Mengenal Berbagai Gejala Tifus yang Dapat Mengganggu Kesehatan Anda

Hal yang harus dihindari ketika bayi panas

Setelah melakukan berbagai cara menurunkan panas pada bayi di atas, demam ringan biasanya akan segera pulih. 

Selain melakukan upaya untuk menurunkan panas bayi, ada beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan jika mereka sedang demam.

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda hindari dalam cara menurunkan demam pada bayi.

  • Menunda perawatan medis untuk bayi baru lahir yang terkena panas, bayi yang mengalami panas terus-menerus, ataupun yang tampak sangat kesakitan.
  • Memberi obat penurun panas pada bayi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.
  • Memberi bayi obat penurun panas untuk orang dewasa.
  • Memakaikan pakaian yang berlebihan atau sangat tebal pada bayi.
  • Menggunakan es atau alkohol untuk menurunkan suhu tubuh bayi.

Hal-hal di atas hanya akan membuat panas yang dialami bayi semakin memburuk. 

Terkadang, panas pada bayi dapat disertai dengan gejala lain yang bisa membahayakan keselamatan mereka jika tidak segera ditangani.

Kapan harus ke dokter?

Selain mengetahui cara menurunkan panas pada bayi, Anda perlu mengamati kondisinya langsung saat mereka demam. 

Untuk itu, Anda perlu waspada jika muncul tanda-tanda berikut ini saat bayi demam.

Jika suhu tubuh si kecil saat demam tidak kunjung turun setelah 2 hari, segera bawa ke dokter anak untuk mendapatkan pertolongan. 

Selain itu, bawa juga ke dokter apabila bayi mengalami kenaikan suhu tubuh saat mereka belum mencapai usia 3 bulan. Hal tersebut bisa menandakan infeksi akibat daya tahan tubuh yang belum sempurna.

Catatan dari SehatQ

Cara menurunkan panas bayi biasanya menggunakan dua jenis obat, yaitu parasetamol dan ibuprofen. 

Tidak hanya itu, orangtua juga bisa memberikan perawatan berupa kompres, menjaga suhu pada ruangan, hingga memberikan minum yang cukup.

Jika bayi mengalami tanda-tanda lain, seperti muntah hingga kejang saat demam, demam lebih dari dua hari, ataupun mengalami demam di usia di bawah 3 bulan, segera berkonsultasi dengan dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

bayi & menyusuidemampenurun panas

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved