Cara Menurunkan Panas pada Bayi yang Mudah, Cepat dan Efektif


Cara menurunkan panas pada bayi bisa dilakukan dengan memberikan obat parasetamol dan ibuprofen untuk anak. Harap diwaspadai jika anak mengalami tanda-tanda seperti muntah dan kejang saat demam

(0)
08 Oct 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara menurunkan panas pada bayi bisa dengan parasetamol dan ibuprofen anakCara menurunkan panas pada bayi dilakukan dengan obat maupun menjaga lingkungan di sekitarnya
Terkadang demam dianggap sebagai penyakit pada bayi. Padalah, ini merupakan gejala yang menandakan adanya penyakit tertentu. Meski hanya berupa gejala, namun cara menurunkan panas pada bayi juga perlu diperhatikan orangtua. Anda harus tetap tenang agar bisa menenangkan bayi dan mencoba menurunkan panasnya.Lantas apa saja cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan panas pada bayi? Berikut penjelasan selengkapnya.

Cara mengetahui jika bayi demam

Jika suhu mencapai 37,5 derajat celcius, artinya bayi demam
Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), suhu tubuh normal bayi adalah 36,5 - 37 derajat Celcius. Bayi dianggap mengalami demam atau panas jika suhu tubuhnya mencapai lebih dari 37,5 derajat Celcius. Anda mungkin menganggap suhu tersebut sangat tinggi. Namun, bayi memang memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi daripada orang dewasa.Anda harus mengukur suhu tubuh bayi terlebih dahulu menggunakan termometer untuk menentukan apakah ia demam atau tidak. Panas pada bayi dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti infeksi virus atau bakteri, sakit tenggorokan, demam setelah imunisasi, atau terlalu lama berada di luar ruangan yang terik.

Berbagai cara menurunkan panas pada bayi

Sementara, jika si kecil berusia lebih dari 3 bulan dan hanya mengalami demam ringan, maka Anda dapat melakukan perawatan di rumah untuk menurunkan panas tubuh bayi. Beberapa cara menurunkan demam pada bayi yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Memberi parasetamol atau ibuprofen

Cara menurunkan panas pada bayi dengan parasetamol
Sebagai salah satu cara menurunkan panas bayi, Anda dapat memberikan obat pereda nyeri dan panas seperti parasetamol (asetaminofen). Pemberian obat ini dianjurkan untuk bayi yang sdah berusia lebih dari 3 bulan dengan takaran sesuai resep dokter. Sementara, jika bayi berusia lebih dari 6 bulan, Anda dapat memberinya ibuprofen.Namun, pastikan bahwa Anda mengikuti petunjuk dokter untuk menentukan dosis yang tepat. Dosis biasanya disesuaikan dengan berat badan bayi. Obat dapat membantu bayi Anda merasa lebih baik jika panasnya lebih tinggi dan membuatnya tidak nyaman.

2. Memakaikan bayi pakaian tipis

Baju tipis digunakan sebagai cara menurunkan panas pada bayi
Salah satu cara untuk mengatasi demam pada bayi yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan pakaian yang ringan atau tipis pada si Kecil. Selain itu, gunakan juga sprei atau selimut yang ringan agar bayi tetap nyaman dan sejuk.Ini dapat berfungsi sebagai cara mengatasi demam pada bayi. Dalam hal ini, tubuhnya mendingin secara alami. Sebaliknya, memakaikan pakaian yang tebal pada bayi dapat mengganggu pendinginan alami tubuhnya.

3. Menjaga suhu kamar dan rumah

Kamar sejuk sebagai cara menurunkan panas pada bayi
Cara menurunkan panas pada bayi ini dilakukan dengan cara memastikan suhu kamar dan rumah agar tetap sejuk. Ini dapat membantu melindungi bayi dari kepanasan yang membuat demam pada anak memburuk.Anda dapat menggunakan kipas angin untuk menyejukkan udara. Namun, jangan mengarahkannya secara langsung ke bayi.

4. Mengompres bayi

Kompres hangat sebagai cara menurunkan panas pada bayi
Cara menurunkan panas pada bayi dengan kompres cukup banyak dilakukan para orangtua. Anda dapat menyiapkan kompres air hangat, dan memerasnya hingga tidak ada air. Ketika bayi tertidur, Anda dapat mengompres bayi dengan meletakkan lap yang lembap tersebut di dahi bayi.

5. Memandikan bayi dengan air hangat

Mandi air hangat sebagai cara mengatasi demam pada bayi
Cobalah mandikan bayi Anda menggunakan air hangat sebagai cara mengatasi demam pada bayi. Jangan terlalu panas ataupun terlalu dingin. Ketika air menguap dari kulitnya, suhu tubuh dapat segera turun.Riset yang terbit pada jurnal Annals of Tropical Paediatrics menemukan, cara mengatasi demam pada bayi dengan mandi air hangat terbukti mengurangi demam selama 1-30 menit setelah mandi.Saat melakukan cara menurunkan demam pada bayi ini, hindari menggunakan air dingin. Sebab, hal ini dapat membuat suhu tubuh bayi naik dan menggigil. Setelah mandi, segera keringkan tubuh bayi menggunakan handuk lembut dan kenakan pakaian yang ringan.

6. Memberinya minum yang cukup

Beri ASI yang cukup adalah cara menurunkan panas pada bayi
Ini merupakan cara menurunkan panas bayi yang penting untuk dilakukan. Menjaga bayi tetap terhidrasi dapat membantu panasnya cepat pulih. Usahakan untuk memberi ASI atau susu formula pada bayi dengan cukup dan rutin.Selain itu, pastikan bayi memiliki tanda terhidrasi, seperti mengeluarkan air mata ketika menangis, mulutnya lembap, dan popoknya basah.

Hal yang perlu diwaspadai saat bayi demam

Bayi rewel harus diwaspadai saat bayi demam
Selain mengetahui cara menurunkan panas pada bayi, orang tua perlu mengamati kondisi buah hati langsung saat ia demam. Untuk itu, harap waspada jika muncul tanda tanda ini saat bayi demam:Jika suhu tubuh pada bayi saat demam tidak kunjung turun setelah 2 hari, segera bawa ke dokter anak untuk mendapatkan pertolongan. Selain itu, bawa juga ke dokter anak apabila bayi mengalami kenaikan suhu tubuh saat ia belum mencapai usia 3 bulan. Dalam hal ini, demam pada usia bayi tersebut  adalah pertanda bayi mengalami infeksi akibat daya tahan tubuhnya yang belum sempurna.

Hal yang harus dihindari ketika bayi panas

Jangan beri obat dewasa sebagai cara menurunkan panas pada bayi
Setelah melakukan berbagai cara tersebut, demam ringan pada bayi biasanya akan segera pulih. Selain melakukan upaya untuk menurunkan panas bayi, ada beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan jika bayi sedang panas.Beberapa hal yang harus Anda hindari, di antaranya:
  • Menunda perawatan medis untuk bayi baru lahir yang terkena panas, bayi yang mengalami panas terus-menerus, ataupun yang tampak sangat kesakitan.
  • Memberi obat penurun panas pada bayi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.
  • Memberi bayi obat penurun panas untuk orang dewasa.
  • Memakaikan pakaian yang berlebihan atau sangat tebal pada bayi.
  • Menggunakan es atau alkohol untuk menurunkan suhu tubuh bayi.
Seluruh hal di atas hanya akan membuat panas yang dialami bayi semakin memburuk. Terkadang, panas pada bayi dapat disertai dengan gejala lain yang bisa membahayakan keselamatan mereka jika tidak segera ditangani.

Catatan dari SehatQ

Cara menurunkan panas bayi biasanya menggunakan dua jenis obat, yaitu parasetamol dan ibuprofen. Tidak hanya itu, agar panas turun, orang tua juga bisa memberikan perawatan berupa kompres, menjaga suhu pada ruangan, hingga memberikan minum yang cukup.Jika bayi mengalami tanda-tanda lain, seperti muntah hingga kejang saat demam, demam lebih dari dua hari, ataupun mengalami demam di usia di bawah 3 bulan, segera berkonsultasi dengan dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
penyakit anakdemam
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-bring-down-baby-fever
Diakses pada 08 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-fever-101
Diakses pada 08 Oktober 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/404_how-can-i-reduce-my-childs-fever-without-using-medicine_10338495.bc
Diakses pada 08 Oktober 2019
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/how-to-reduce-a-fever-in-a-baby-284390
Diakses pada 08 Oktober 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000319.htm
Diakses pada 8 Juni 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/fever/Pages/Treating-a-Fever-Without-Medicine.aspx
Diakses pada 8 Juni 2020
Annals of Tropical Paediatrics. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9425385/
Diakses pada 21 Oktober 2020
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/demam-kapan-harus-ke-dokter Diakses pada 28 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait