Cara Menurunkan Darah Tinggi pada Ibu Hamil Ini Perlu Dilakukan untuk Cegah Komplikasi


Cara menurunkan tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang bisa lakukan adalah dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin. Sebab, jika dibiarkan, hipertensi akan memicu preeklampsia.

0,0
06 Oct 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil dimulai dari pola hidup sehatCara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil sebaiknya berdasarkan pada pemeriksaan tekanan darah rutin
Cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil perlu dilakukan.Hal ini untuk mengurangi risiko hipertensi dalam kehamilan dan risiko komplikasi kehamilan yang berbahaya bagi ibu dan janinnya, yaitu preeklampsia.Pada ibu hamil, kondisi ini bisa mengakibatkan kerusakan ginjal, hati, otak, serta sistem peredaran darah.Sementara pada bayi, preeklampsia bisa menyebabkan terpisahnya plasenta dari rahim, kelahiran prematur, hingga lahir mati.Mengingat seriusnya dampak yang dapat ditimbulkan, maka perlu dilakukan sejumlah cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil.Semakin cepat cara-cara ini diterapkan, semakin kecil risiko kehamilan mengalami komplikasi. Sehingga, kesehatan ibu dan bayi dapat senantiasa terjaga.

Cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil

Cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil harus dilakukan sesuai dengan arahan dari dokter. Hal ini bertujuan agar proses mengobati tekanan darah bisa sesuai dengan kondisi pada proses kehamilan ibu.Selain itu, ibu hamil juga perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur supaya tekanan darah dapat terkontrol.Apabila tubuh telah menunjukkan gejala darah tinggi atau ibu hamil telah mengidap darah tinggi, ikuti petunjuk dokterSelain itu, lakukan cara mengatasi hipertensi pada ibu hamil untuk membantu menurunkan tekanan darah yang satu ini:

1. Minum obat darah tinggi

Konsumsi obat penurun tekanan darah yang terpantau dokter bantu atasi hipertensi
Konsumsi obat penurun tekanan darah yang terpantau dokter bantu atasi hipertensi
Konsumsi obat-obatan hipertensi dalam kehamilan yang diresepkan dokter secara teratur sesuai anjuran merupakan cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil yang bisa Anda lakukan. Obat-obatan yang diresepkan tentunya akan disesuaikan dengan kondisi kehamilan sehingga ibu hamil tidak perlu khawatir.Jika Anda sebelumnya pernah memiliki darah tinggi, dokter mungkin akan meresepkan aspirin dosis rendah sebagai cara mengatasi hipertensi saat hamil.Obat ini akan diberikan pada akhir trimester awal.

2. Tetap aktif

Jaga selalu kebugaran tubuh sebisa mungkin merupakan cara mengatasi hipertensi pada ibu hamil yang bisa Anda mulai sesegera mungkin.Jangan ragu untuk meminta petunjuk atau saran dari dokter mengenai jenis aktivitas atau latihan yang bermanfaat sebagai cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil.

3. Jaga asupan makanan

Konsumsi makanan sehat dengan kandungan nutrisi lengkap sangat baik untuk ibu hamil dan janin dalam kandungan. Bahkan, ini juga bisa dijadikan sebagai cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil.Konsultasikan dengan dokter kandungan terkait jenis makanan atau pun minuman berupa jus penurun darah tinggi yang sebaiknya dikonsumsi atau dihindari ketika mengalami hipertensi dalam kehamilan.

4. Kurangi asupan garam

Konsumsi garam picu tekanan darah melonjak
Konsumsi garam picu tekanan darah melonjak
Mengonsumsi makanan tinggi garam terbukti menyebabkan hipertensi. Hal ini dikarenakan garam mampu menyebabkan tubuh menampung air lebih banyak.Sebab, aliran pada pembuluh darah pun meningkat sehingga tekanan darah pun ikut naik.Untuk itu, mengurangi asupan garam merupakan cara menurunkan tekanan darah pada ibu hamil.

5. Konsumsi biji-bijian

Makanan yang tergolong dalam biji-bijian kaya akan kalium. Kalium terbukti mampu membantu menurunkan tekanan darah.Salah satu jenis biji-bijian tinggi kalium adalah kacang merah. Selain itu, biji-bijian utuh juga tinggi serat berguna sebagai cara mengatasi hipertensi pada ibu hamil.

6. Pilih makanan dengan asam lemak esensial

Makanan dengan asam lemak esensial, seperti alpukat, minyak zaitun, dan ikan merupakan cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil yang terbukti.Asam lemak esensial pun penting untuk menurunkan tekanan darah pada ibu hamil. Hal ini pun dibuktikan dalam riset dari JSciMed Central.

7. Gaya hidup sehat

Hindari rokok saat hamil agar tidak hipertensi
Hindari rokok saat hamil agar tidak hipertensi
Usahakan untuk mendapat istirahat yang cukup, mengelola stres dengan baik, serta menjauhi kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa memperparah hipertensi dalam kehamilan, seperti merokok.Cara mengatasi hipertensi pada ibu hamil selalu bermula menjauhi pantangan ibu hamil ini.Asap rokok mampu meningkatkan risiko plak pada pembuluh darah. Hal ini mampu meningkatkan tekanan darah.Selain itu, atau mengonsumsi alkohol juga menimbulkan risiko yang serupa untuk ibu hamil.

8. Olahraga

Aktif bergerak cenderung membuat tekanan darah terkontrol. Sementara, tidak begitu aktif bergerak mampu meningkatkan risiko hipertensi.Oleh karena itu, agar tidak mengidap tekanan darah tinggi, cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil dengan olahraga ibu hamil perlu dilakukan secara konsisten.

9. Menjaga berat badan

Jaga berat badan bantu kurangi risiko tekanan darah tinggi saat hamil
Jaga berat badan bantu kurangi risiko tekanan darah tinggi saat hamil
Kelebihan berat badan rupanya mampu meningkatkan risiko hipertensi saat hamil.Untuk itu, jagalah berat badan Anda dengan makan secukupnya serta fokus dengan gaya hidup yang sehat.Ini pun juga bisa menjadi cara menurunkan tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang efektif.

Cara mengatasi preeklampsia

Apabila hipertensi dalam kehamilan sudah menjadi preeklampsia, cara mengatasi hipertensi pada ibu hamil yang harus dilakukan adalah persalinan. Persalinan sering kali mampu menyembuhkan preeklampsia.Jika usia kandungan di bawah 37 minggu, tim medis akan memantau perkembangan kondisi Anda dan bayi secara ketat dengan prosedur-prosedur berikut:
  • Bagi ibu hamil: tes darah, tes urine, minum obat darah tinggi dan pencegah kejang. Suntikan steroid mungkin diberikan untuk membantu paru-paru bayi lebih cepat berkembang.
  • Bagi bayi: ultrasonografi, pemantauan detak jantung, dan pemeriksaan pertumbuhan bayi.
Jika preeklampsia tergolong parah, tim medis mungkin akan menyarankan agar bayi segera dilahirkan. Salah satunya melalui bantuan induksi persalinan.Apabila usia kandungan telah mencapai 37 minggu atau lebih, dokter akan menyarankan dilakukan persalinan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut (eklampsia). Dokter akan melakukan induksi persalinan dan memberikan obat untuk menghindari kejang.Persalinan akan dilakukan saat kondisi hipertensi dalam kehamilan cukup terkontrol.Pada umumnya, hipertensi dalam kehamilan yang mengalami preeklampsia akan membaik sekitar 6 minggu setelah melahirkan.Namun, jika kondisi tidak kunjung membaik, Anda harus segera mendapatkan penanganan khusus dari tim medis.

Jenis hipertensi dalam kehamilan

Saat hamil, tekanan darah tinggi terdiri dari hipertensi kronis, hipertensi gestasional, dan preeklampsia
Saat hamil, tekanan darah tinggi terdiri dari hipertensi kronis, hipertensi gestasional, dan preeklampsia
Hipertensi dalam kehamilan terjadi ketika nilai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih, dan tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih.Jika kondisi ini tetap bertahan setelah dua kali pengukuran dengan jeda 4-6 jam, maka perlu ditindaklanjuti dengan cara mengatasi hipertensi pada ibu hamil.Berikut adalah tiga jenis hipertensi dalam kehamilan yang bisa terjadi.

1. Hipertensi gestasional

Hipertensi gestastional terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Penderita hipertensi dalam kehamilan ini biasanya mengalami gejala-gejala lain.Kondisi ini umumnya tidak membahayakan ibu atau bayi dalam kandungan dan dapat membaik 12 minggu setelah persalinan.Meski demikian, kondisi ini meningkatkan risiko kembalinya hipertensi di masa yang akan datang. Hipertensi gestasional dapat berkembang menjadi preeklampsia.

2. Hipertensi kronis

Hipertensi kronis merupakan hipertensi yang terjadi sebelum kehamilan atau sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu.Hipertensi kronis juga bisa menyebabkan preeklampsia sehingga harus ditangani dengan cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil yang tepat.

3. Preeklampsia

Preeklampsia adalah lonjakan darah tinggi saat kehamilan yang terjadi secara tiba-tiba hamil 20 minggu. Kondisi ini umumnya terjadi pada trimester terakhir kehamilan. Ada kalanya, preeklampsia baru terjadi setelah melahirkan (preeklampsia postpartum).Preeklampsia juga bisa disertai tanda-tanda kerusakan organ lain, seperti hati atau ginjal.Preeklampsia termasuk dalam kondisi serius yang harus segera ditangani karena dapat mengancam jiwa ibu dan bayi yang tengah dikandung.Kondisi preeklampsia dapat berkembang menjadi eklampsia, yakni tingkatan lebih parah yang dapat menyebabkan terjadinya kejang atau koma.Darah tinggi saat hamil juga menimbulkan sindrom HELLP atau hemolisis, elevated liver enzymes (naiknya enzim hati), dan low platelet count (rendahnya trombosit).Untuk mencegah kesemuanya, cara menurunkan darah tinggi saat hamil pun diperlukan.

Catatan dari SehatQ

Cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil bisa dimulai dari menerapkan gaya hidup sehat.Namun, bila hal ini masih belum membuahkan hasil, Anda bisa mengonsumsi obat penurun tekanan darah yang telah dianjurkan oleh dokter kandungan Anda.Jika Anda punya pertanyaan atau ingin berkonsultasi seputar hipertensi dalam kehamilan dan cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil, jangan ragu untuk tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store maupun Google Play.
hipertensitekanan darah tinggipreeklampsiaeklampsiamenjaga kehamilanhamilkehamilanmasalah kehamilanibu hamil
Medline plus. https://medlineplus.gov/highbloodpressureinpregnancy.html
Diakses 23 September 2020
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20046098
Diakses 23 September 2020
National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3925675/
Diakses 23 September 2020
JSciMed Central. https://www.jscimedcentral.com/Nursing/nursing-4-1077.pdf
Diakses pada 17 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait