Ketahui Cara Menonaktifkan BPJS Peserta yang Telah Meninggal Ini

Untuk menonaktifkan BPJS kesehatan keluarga yang meninggal dunia, pastikan Anda melengkapi berkasnya
Jangan lupa untuk menonaktifkan status keanggotaan BPJS anggota keluarga yang sudah meninggal

Keanggotaan peserta BPJS akan tetap aktif selama orang yang terdaftar masih hidup. Namun ketika pesertanya meninggal dunia, kepesertaan itu perlu diperbaharui statusnya. Untuk itu, penting mengetahui bagaimana cara menonaktifkan BPJS Kesehatan untuk menyesuaikan dengan status peserta.

Sebelumnya kita telah mengelaborasi bagaimana cara membayar iuran BPJS sesuai dengan kelasnya. Sekarang, artikel ini akan mengulas tentang cara berhenti dan menonaktifkan kepesertaannya.

Cara menonaktifkan BPJS peserta yang telah meninggal dunia

Ketika seseorang telah meninggal dunia, artinya kepesertaannya dalam BPJS telah berakhir. Kewajiban untuk membayar iuran BPJS pun sudah berhenti.

Meski demikian, ada prosedur yang perlu dilakukan pihak keluarga yang bersangkutan. Pertama, perlu melapor terlebih dahulu ke kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan .

Pelaporan ini berfungsi untuk memperbaharui status keanggotaan BPJS secara otomatis. Ketika sudah tidak lagi terdaftar, artinya kewajiban untuk membayar iuran memang sudah tidak ada lagi.

Bagaimana jika tidak melapor? Apabila keluarga yang ditinggalkan tidak memperbaharui status keanggotaan, maka pihak BPJS akan menganggap peserta tersebut tidak membayar.

Lebih jauh lagi, tidak membayar iuran dapat mengancam status kepesertaan anggota keluarga lainnya.

Dokumen untuk menonaktifkan BPJS Kesehatan

Saat melapor ke kantor BPJS, anggota keluarga yang bersangkutan perlu membawa beberapa dokumen. Pelaporan ini harus dilakukan secara langsung dan tidak bisa lewat jalur online.

Berikut ini persyaratan dokumen yang perlu dibawa untuk prosedur penonaktifan:

  • Fotokopi surat keterangan kematian dari rumah sakit atau RT/RW setempat
  • Bukti pembayaran iuran terakhir

Selain dua persyaratan wajib di atas, dokumen lain yang juga sebaiknya disiapkan adalah:

  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Kartu BPJS Kesehatan peserta yang meninggal dunia
  • Kartu identitas peserta yang meninggal dunia

Setelah menyerahkan data-data di atas, maka petugas di kantor BPJS akan memperbaharui data kepesertaan. Tak kalah penting, iuran di bulan terakhir sebelum peserta meninggal dunia harus dipastikan telah lunas.

Menonaktifkan BPJS diwakili anggota keluarga

Pada akhir Mei 2019 lalu, akun Twitter BPJS Kesehatan sempat ramai dan mengundang sorotan netizen karena kesalahan pengetikan di salah satu cuitannya.

Cuitan tersebut berisi: “Mohon maaf untuk proses penonaktifan peserta meninggal dunia peserta memang wajib datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan.”

Sontak cuitan ini menjadi bahan tertawaan dan banyak meme pocong hasil kreativitas dari netizen.

Tak lama setelah itu, pihak Kepala Humas BPJS Kesehatan langsung mengklarifikasi bahwa ada kesalahan pengetikan. Seharusnya, kata-katanya adalah “anggota keluarga peserta memang wajib datang” bukan peserta saja.

Namun dari cuitan itu kita tahu bahwa pembaharuan status kepesertaan BPJS seseorang yang telah meninggal dunia harus dilakukan dengan datang langsung ke kantor BPJS, Tidak bisa diwakili oleh orang lain yang tidak ada hubungan keluarga, serta tidak bisa secara online.

Berhenti dari BPJS Kesehatan tanpa alasan yang jelas, apa konsekuensinya?

Meninggal dunia adalah satu-satunya alasan yang membuat status BPJS Kesehatan seseorang menjadi non-aktif. Selain alasan tersebut, tidak ada cara berhenti untuk menjadi anggota BPJS. Apabila Anda tidak menjadi anggota BPJS atau menghentikan status BPJS dengan sengaja, Anda tentu akan berurusan dengan hukum.

Menjadi anggota BPJS merupakan hal yang wajib dilaksanakan. Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2013, tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat wajib dan mencakup seluruh penduduk Indonesia.

Tak hanya berurusan dengan hukum, Anda tentu tidak akan lagi mendapatkan pelayanan kesehatan BPJS, termasuk bantuan UGD dan rawat inap. Mematuhi pembayaran iuran BPJS setiap bulannya, dan menjadi peserta BPJS Kesehatan, tentu menjadi langkah yang bijak.

BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/
Diakses pada 15 Juni 2019

BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/590317c3efc281c57e46912bd26423d9.pdf
Diakses pada 10 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed