Ketahui Cara Menonaktifkan BPJS Peserta yang Telah Meninggal Dunia


Menonaktifkan BPJS kesehatan peserta yang telah meninggal dunia harus diwakili anggota keluarga yang melapor langsung ke kantor BPJS. Saat melapor, anggota keluarga membawa beberapa dokumen untuk prosedur penonaktifan, seperti fotokopi surat keterangan kematian dari rumah sakit atau RT/RW setempat.

(0)
08 Aug 2019|Azelia Trifiana
Untuk menonaktifkan BPJS kesehatan keluarga yang meninggal dunia, pastikan Anda melengkapi berkasnyaJangan lupa untuk menonaktifkan status keanggotaan BPJS anggota keluarga yang sudah meninggal
Keanggotaan peserta BPJS akan tetap aktif selama orang yang terdaftar masih hidup. Peraturan presiden menyebutkan kepesertaan BPJS bisa dinonaktifkan hanya jika peserta meninggal dunia. Untuk itu, penting mengetahui cara menonaktifkan BPJS Kesehatan untuk menyesuaikan dengan status peserta.Sebelumnya kita telah mengetahui bersama tentang cara menghitung iuran BPJS sesuai dengan kelasnya. Sekarang, artikel ini akan mengulas tentang cara berhenti dan menonaktifkan kepesertaannya.

Cara menonaktifkan BPJS peserta yang telah meninggal dunia

Ketika seseorang telah meninggal dunia, artinya kepesertaannya dalam BPJS telah berakhir. Kewajiban untuk membayar iuran BPJS pun sudah berhenti.Meski demikian, bukan berarti serta-merta anggota keluarga yang telah meninggal akan otomatis berhenti kepesertaannya. Ada beberapa prosedur yang perlu dilakukan pihak keluarga yang bersangkutan untuk menghentikan kepesertaan.Langkah pertama yang perlu Anda lakukan untuk menonaktifkan kepesertaan BPJS anggota keluarga yang telah meninggal adalah dengan melapor ke kantor BPJS Kesehatan.Pelaporan ini berfungsi untuk memperbarui status keanggotaan BPJS secara otomatis. Ketika sudah tidak lagi terdaftar, artinya kewajiban untuk membayar iuran sudah tidak ada lagi.Bagaimana jika tidak melapor? Apabila keluarga yang ditinggalkan tidak memperbarui status keanggotaan, pihak BPJS akan menganggap peserta masih ada dan tetap harus membayar.Artinya, jika Anda tidak membayar karena berpikir status keanggotaan akan berakhir otomatis, Anda terhitung menunggak tagihan.Lebih jauh lagi, tidak membayar iuran dapat mengancam status kepesertaan anggota keluarga lainnya. Hal ini pun bisa berisiko menimbulkan kesulitan saat Anda hendak menggunakannya di kemudian hari.

Dokumen untuk menonaktifkan BPJS Kesehatan

Saat melapor ke kantor BPJS, anggota keluarga yang bersangkutan perlu membawa beberapa dokumen. Pelaporan ini harus dilakukan secara langsung dan tidak bisa lewat jalur online.Berikut ini persyaratan dokumen yang perlu dibawa untuk menonaktifkan BPJS Kesehatan anggota keluarga yang telah meninggal:
  • Fotokopi surat keterangan kematian dari rumah sakit atau RT/RW setempat
  • Bukti pembayaran iuran terakhir
Selain dua persyaratan wajib di atas, dokumen lain yang juga sebaiknya disiapkan adalah:
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Kartu BPJS Kesehatan peserta yang meninggal dunia
  • Kartu identitas peserta yang meninggal dunia
Setelah menyerahkan data-data di atas, maka petugas di kantor BPJS akan memperbarui data kepesertaan. Tak kalah penting, iuran di bulan terakhir sebelum peserta meninggal dunia harus dipastikan telah lunas.

Menonaktifkan BPJS diwakili anggota keluarga

Pada akhir Mei 2019 lalu, akun Twitter BPJS Kesehatan sempat ramai dan mengundang sorotan netizen karena kesalahan pengetikan di salah satu cuitannya.Cuitan tersebut berisi: “Mohon maaf untuk proses penonaktifan peserta meninggal dunia peserta memang wajib datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan.”Sontak cuitan ini menjadi bahan tertawaan dan banyak meme pocong hasil kreativitas dari netizen.Tak lama setelah itu, pihak Kepala Humas BPJS Kesehatan langsung mengklarifikasi bahwa ada kesalahan pengetikan. Seharusnya, kata-katanya adalah “anggota keluarga peserta memang wajib datang”, bukan peserta saja.Namun dari cuitan itu kita tahu bahwa pembaruan status kepesertaan BPJS seseorang yang telah meninggal dunia harus dilakukan dengan datang langsung ke kantor BPJS. Tidak bisa diwakili oleh orang lain yang tidak ada hubungan keluarga, serta tidak bisa secara online.

Bisakah berhenti dari BPJS Kesehatan?

Isu kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akan dijalankan pada 1 Januari 2020 membuat orang berbondong-bondong berniat menonaktifkan keanggotaannya.Namun, menjadi anggota BPJS merupakan hal yang wajib dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2013, tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.Peraturan itu menyebut bahwa kepesertaan jaminan kesehatan bersifat wajib bagi seluruh penduduk Indonesia. Hal ini berarti, Anda tidak bisa berhenti dari status kepesertaan BPJS Kesehatan hanya karena ingin.Meninggal dunia adalah satu-satunya alasan yang membuat status BPJS Kesehatan seseorang menjadi non-aktif. Selain alasan tersebut, tidak ada cara berhenti untuk menjadi anggota BPJS. Apabila Anda tidak menjadi anggota BPJS atau menghentikan status BPJS dengan sengaja, Anda tentu akan berurusan dengan hukum.Tak hanya berurusan dengan hukum, Anda tentu tidak akan lagi mendapatkan pelayanan kesehatan BPJS, termasuk bantuan UGD dan rawat inap. Mematuhi pembayaran iuran BPJS setiap bulannya, dan menjadi peserta BPJS Kesehatan, tentu menjadi langkah yang bijak.
bpjs kesehatanbpjs ketenagakerjaanpeserta bpjs
BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/
Diakses pada 15 Juni 2019
BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/590317c3efc281c57e46912bd26423d9.pdf
Diakses pada 10 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait