Ikut Campur Atau Jangan? Ini 8 Cara Menolong Korban KDRT


Apabila teman atau sahabat yang menjadi korban KDRT masih bisa bercerita, selalu siapkan diri menjadi pendengar yang baik. Sebab, sangat mungkin mereka akan merasa kesepian, ketakutan, hingga akhirnya menutup diri.

0,0
09 Jun 2021|Azelia Trifiana
Orang terdekat kita bisa menjadi korban KDRTOrang terdekat kita bisa menjadi korban KDRT
Mendengarkan sahabat cerita tentang bagaimana suaminya memperlakukan dia layaknya samsak tinju tentu terasa menyakitkan. Bahkan, kerap kali kenyataan bahwa sahabat menjadi korban KDRT ini tidak membuatnya bisa meninggalkan pasangannya. Apa yang bisa Anda lakukan?
Apabila teman atau sahabat yang menjadi korban KDRT masih bisa bercerita, selalu siapkan diri menjadi pendengar yang baik. Sebab, sangat mungkin mereka akan merasa kesepian, ketakutan, hingga akhirnya menutup diri.

Cara menolong korban KDRT

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menolong teman atau sahabat yang sedang berada di situasi sulit:

1. Jadikan prioritas

Selalu alokasikan waktu untuk teman yang menjadi korban KDRT. Ketika mereka menghubungi, segera penuhi ajakannya atau angkat teleponnya. Sangat mungkin mereka mencuri waktu untuk bisa menghubungi Anda, mengingat pasangannya bisa saja merampas ponsel atau memeriksa riwayat chat ketika sedang bertengkar.

2. Siap jadi pendengar yang baik

Apabila teman sedang bercerita, siaplah menjadi pendengar yang baik. Artinya, jangan menyela dan melibatkan emosi berlebihan. Ketika Anda merasa emosi, bisa saja melakukan hal impulsif yang justru memperkeruh suasana. Biarkan teman bercerita agar mereka tahu bahwa Anda ada untuk mereka.

3. Mulai percakapan

Anda curiga pasangan menjadi korban KDRT melihat perubahannya belakangan ini. Belum lagi memar-memar di sekujur tubuhnya. Apabila mereka tidak bercerita terlebih dahulu, Anda bisa mencoba memulai percakapan.Sampaikan bahwa Anda merasa prihatin atas keselamatan mereka atau melihat ada perubahan yang tidak biasa. Jika mereka belum mau membuka diri, tekankan bahwa Anda siap apabila butuh teman untuk bercerita.

4. Kenali tanda bahaya

Peka kepada sekitar juga bisa jadi hal baik. Bukan bermaksud kepo, namun lebih untuk mengenali apabila situasi sudah semakin membahayakan. Contohnya adalah tanda-tanda fisik seperti mata lebam, luka di bibir, memar, hingga cedera di bagian tubuh lainnya.Selain fisik, tanda-tanda emosional juga bisa terlihat seperti tampak ketakutan, tidak percaya diri, terus menerus meminta maaf, cemas, tidak minat dengan hal yang sebelumnya disukai, bahkan munculnya gejala depresi. Perhatikan pula apabila korban KDRT mulai mengungkapkan suicidal thought.Korban KDRT juga bisa menunjukkan perubahan perilaku seperti membatalkan janji bertemu, kerap datang terlambat, menutup diri, atau mengalihkan pembicaraan ketika berkaitan dengan kehidupan rumah tangganya

5. Validasi perasaannya

Terkadang, pelaku KDRT bisa saja Anda kenal dan sama sekali tidak menunjukkan sosok orang yang kasar. Ketika ini terjadi, tetaplah validasi perasaan dan emosi dari korban yang tengah bercerita. Jangan bantah dan justru membela pelaku karena menurut Anda mereka adalah sosok lemah lembut.Bagi korban KDRT, satu orang saja yang percaya dengan kesulitan yang tengah mereka hadapi adalah hal yang luar biasa. Jadi, selalu validasi perasaannya, percayai ceritanya, tekankan bahwa ini bukan salah mereka, dan jangan lupa camkan bahwa mereka tidak berhak mendapat perlakuan seburuk ini.

6. Tolak segala bentuk kekerasan

Setelah korban KDRT bercerita, sampaikan bahwa segala jenis kekerasan adalah hal yang tidak bisa diterima. Terkadang, korban bingung apakah kekerasan ini memang bagian normal dari sebuah hubungan? Sebab, mungkin saja mereka tidak punya bayangan bagaimana idealnya sebuah hubungan.Ketika sudah terbiasa dengan kekerasan, akan muncul kebingungan tentang perasaan mereka. Apakah merasa bersalah atau marah? Adakah harapan? Apakah ini rasa takut atau cinta?Tanpa menuding, sampaikan kepada mereka bahwa situasi ini sangatlah berbahaya. Keamanan dan keselamatan korban KDRT adalah hal yang paling utama.

7. Tawarkan bantuan spesifik

Selain menjadi pendengar, tawarkan bantuan yang bersifat spesifik. Tentu ini berbeda-beda bergantung pada kondisi korban. Namun secara umum, berikut ini hal yang bisa ditawarkan:
  • Nomor kontak konselor atau psikolog
  • Nomor kontak pihak hukum atau pengacara
  • Menawarkan tempat tinggal di saat darurat
  • Menawarkan menitipkan barang atau benda berharga
Bentuk bantuan ini bisa berbeda bergantung pula pada tingkat kedekatan Anda dengan korban KDRT. Intinya adalah yakinkan bahwa Anda ada untuk mereka kapan saja.

8. Rancang safety plan

Keputusan apakah korban KDRT akan meninggalkan pasangannya atau tidak tentu itu sepenuhnya di tangan mereka. Namun, Anda bisa membantu merancang safety plan ketika sewaktu-waktu mereka ingin meninggalkan pasangan.Contohnya dengan merancang kapan waktunya, apa saja barang yang dibawa, kendaraan apa yang digunakan saat meninggalkan rumah, tujuan, hingga ponsel cadangan dan hal semacamnya.Anda juga bisa merancang kata kode tertentu sebagai tanda bahaya. Sampaikan kepada orang terdekat dan juga pihak keluarga. Kata ini harus tidak diketahui pelaku KDRT dan dikirimkan ketika korban benar-benar membutuhkan bantuan tanpa dicurigai pelaku.

Catatan dari SehatQ

Beberapa cara membantu korban KDRT di atas bisa diterapkan dengan menyesuaikan pada berbagai kondisi. Jangan pernah remehkan potensi terjadinya bahaya baik kepada korban maupun diri Anda sendiri. Pelaku bisa saja berbuat nekat. Oleh sebab itu, lakukan segala rencana dengan kepala dingin tanpa emosi.Di sisi lain, jangan pula menjanjikan bantuan yang Anda tidak bisa penuhi. Hindari menekan korban KDRT agar segera meninggalkan pasangannya. Tindakan impulsif bisa membuat suasana kian runyam. Kuncinya adalah menyampaikan kepada mereka bahwa Anda siap membantu kapan saja.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang bagaimana mendukung keputusan korban terkait hubungannya dengan pasangan tanpa terlalu ikut campur, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
pelecehan sexualkekerasanmenjalin hubungan
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/how-to-help-a-victim-of-domestic-violence-66533
Diakses pada 27 Mei 2021
Journal of Family Violence. https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs10896-010-9338-0
Diakses pada 27 Mei 2021
American Public Health Association. https://ajph.aphapublications.org/doi/10.2105/AJPH.93.7.1089
Diakses pada 27 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait