4 Cara Menjaga Skin Barrier Agar Tidak Rusak karena Lingkungan


Sesuai namanya, skin barrier adalah lapisan terluar yang menjadi benteng utama kulit. Fungsinya melindungi tubuh dari segala jenis racun dan patogen yang ada di sekitar kita.

(0)
15 Mar 2021|Azelia Trifiana
Skin barrier adalah lapisan terluar kulit yang melindungi tubuh dari sumber penyakitSkin barrier adalah lapisan terluar kulit yang melindungi tubuh dari sumber penyakit
Sesuai namanya, skin barrier adalah lapisan terluar yang menjadi benteng utama kulit. Di dalamnya terdiri dari sel kulit corneocytes yang terikat dalam lemak layaknya “batu bata dan semen”. Fungsi lapisan kulit terluar ini sangatlah penting.Tanpa adanya lapisan tangguh ini, segala jenis patogen dan racun berbahaya dari lingkungan bisa masuk ke dalam tubuh. Bukan hanya merusak kulit, ini juga bisa berdampak berbahaya bagi tubuh.

Fungsi skin barrier

Ketika melihat berbagai jenis produk perawatan kulit di pasaran, tak sedikit yang mengklaim dapat mencegah skin barrier rusak. Sebagai lapisan terluar kulit, memang bagian inilah yang paling awal akan terkena sekaligus merespons produk yang diaplikasikan ke atasnya.Fungsi terpenting dari lapisan terluar ini adalah melindungi tubuh dari paparan terus-menerus zat berbahaya dari lingkungan. Di saat yang sama, secara simultan bagian kulit ini juga menjaga keseimbangan kadar cairan dalam tubuh.Ibaratnya, skin barrier merupakan gerbang utama yang menjadi pelindung tubuh dari paparan apapun di lingkungan. Menjaganya tetap sehat bukan sekadar urusan kosmetik atau penampilan saja, namun juga krusial untuk kesehatan tubuh.

Ketika skin barrier rusak

Setiap harinya, ada saja hal yang bisa memicu kerusakan skin barrier. Bukan hanya dari eksternal atau lingkungan, namun juga internal. Beberapa hal yang bisa memicu kerusakannya seperti:
  • Udara terlalu lembap atau kering
  • Iritan, polusi, dan pemicu alergi
  • Paparan sinar matahari
  • Deterjen dan sabun alkali
  • Paparan zat kimia berbahaya
  • Exfoliation berlebih
  • Steroid
  • Masalah psikologis
  • Faktor genetik masalah kulit (dermatitis atopik atau psoriasis)
Kondisi alami kulit terluar manusia adalah asam karena keringat dan minyak alami. Dalam kondisi ini, kulit bisa terlindung dari beberapa hal yang berpotensi berbahaya seperti di atas.Terlebih ketika seseorang mengalami luka di kulit, kadar asam harus terus dijaga. Tujuannya agar interaksi biologis berlangsung secara optimal untuk penyembuhan.Untuk tahu apakah skin barrier mengalami kerusakan, gejala yang mungkin terjadi adalah:
  • Kulit kering dan bersisik
  • Sensasi gatal
  • Warna kulit berubah
  • Muncul jerawat
  • Area kulit terasa sensitif
  • Terjadi infeksi jamur, virus, atau bakteri

Cara memperbaiki skin barrier

Sangatlah penting memastikan pelindung terluar kulit berada dalam kondisi sehat. Apabila mengalami kerusakan, beberapa cara memperbaiki skin barrier adalah:

1. Perawatan kulit sederhana

cuci muka
Perawatan sederhana seperti cuci muka dapat menjaga kesehatannya
Investasi dengan membeli produk perawatan kulit atau skincare sangat baik. Namun, jangan berlebihan. Ketika perawatan kulit rutin terlalu rumit, ada kemungkinan justru melemahkan lapisan terluar kulit. Oleh sebab itu, cari tahu dan diskusikan dengan ahlinya tentang produk yang paling efektif sekaligus penting.Ketika melakukan eksfoliasi untuk mengangkat sel kulit mati, perhatikan betul bagaimana respons kulit setelah melakukannya. Bagi yang memiliki kulit sensitif, coba gunakan produk ringan serta handuk lembut. Jangan gunakan sikat atau produk dengan scrub karena dapat menimbulkan iritasi.

2. Perhatikan pH

Idealnya, lapisan kulit terluar ini memiliki kadar pH sekitar 5,7. Namun, beberapa produk perawatan kulit berada di kadar pH beragam, mulai dari 3,7 hingga 8,2. Sebisa mungkin, cari produk pembersih kulit yang kadar pH-nya serupa dengan pH alami kulit.Dengan demikian, pH akan terus seimbang sekaligus melindungi dari berbagai masalah kulit. Contohnya seperti dermatitis, jerawat, ichthyosis, hingga infeksi jamur Candida albicans.

3. Gunakan minyak nabati

argan oil
Minyak argan
Menurut penelitian di International Journal of Molecular Sciences, beberapa jenis minyak nabati dapat membantu memperbaiki skin barrier yang rusak. Cara kerjanya adalah dengan mencegah kulit terluar ini kehilangan kelembapan alaminya.Tak hanya itu, minyak nabati semacam ini juga mengandung khasiat antibakteri, anti-peradangan, serta antioksidan. Beberapa jenis minyak nabati yang direkomendasikan adalah:
  • Minyak kelapa
  • Minyak argan
  • Minyak rosehip
  • Minyak jojoba
  • Minyak bunga matahari
Jenis minyak nabati di atas bisa diaplikasikan langsung ke telapak tangan kemudian dipijatkan ke kulit. Selain itu, ada juga banyak produk perawatan kulit yang mengandung minyak nabati di dalamnya.

4. Pelembap mengandung ceramide

Ceramide adalah lemak yang ditemukan dalam konsentrasi tinggi di lapisan kulit terluar. Ini adalah zat yang sangat penting untuk kesehatan skin barrier.Menggunakan produk semacam ini dapat mengurangi kulit kering, gatal, hingga bersisik akibat barrier kulit yang bermasalah, seperti yang ditemukan dalam penelitian kepada pasien dermatitis atopik di Jepang.Bukan hanya itu, produk ini juga bermanfaat bagi yang kulitnya berjerawat. Alasannya karena obat jerawat kerap membuat kering menjadi kering serta kemerahan.Setiap orang pasti punya reaksi berbeda ketika menggunakan produk perawatan kulit. Apa yang efektif pada satu orang bisa jadi bereaksi berbeda ketika Anda gunakan. Oleh sebab itu, tak masalah mencoba mempelajari kandungan produk perawatan kulit hingga menemukan yang cocok.

Tak perlu berlebihan pula menggunakan produk skincare karena ini justru bisa membuat skin barrier alami terganggu. Sebisa mungkin, cari pelembap dan produk pembersih wajah dengan pH serupa kadar alami tubuh.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar keluhan kulit ketika lapisan terluarnya mengalami kerusakan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kulit sehatperawatan kulitkulit dan kecantikan
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-barrier#_noHeaderPrefixedContent
Diakses pada 26 Februari 2021
Journal of Cosmetic Dermatology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30084152/
Diakses pada 26 Februari 2021
International Journal of Molecular Sciences. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5796020/
Diakses pada 26 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait