Lakukan Cara Ini untuk Mengatasi Mata Kering pada Lansia

Risiko mata kering pada lansia dapat diatasi dengan mengonsumsi sayur dan buah 5-9 takaran per hari
Mengonsumsi buah dan sayuran menjadi cara menjaga kesehatan mata sederhana yang bisa Anda lakukan.

Mata yang sehat hingga lanjut usia menjadi dambaan semua orang. Walau begitu, faktor umur dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya gangguan pada mata. Sehingga, penting bagi Anda untuk tahu cara menjaga kesehatan mata.

Gangguan mata, seperti mata kering, rentan menyerang seiring bertambahnya usia. Sebab, produksi air mata akan berkurang dan ketidakseimbangan dalam susunan air mata, seiring dengan penuaan. Wanita juga lebih rentan terkena gangguan mata kering daripada pria.

Selain mata kering, gangguan lain seperti glaukoma, katarak, dan degenerasi makula, juga dapat terjadi saat Anda memasuki usia lanjut. Namun jangan khawatir, Anda dapat menerapkan gaya hidup sehat sejak dini untuk menjaga kesehatan mata. Simak dan praktikkan tips-tips di bawah ini.

[[artikel-terkait]]

Cara menjaga kesehatan mata melalui gizi

Menjalani diet dengan mengonsumsi makanan yang sehat merupakan langkah krusial untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk mata. Anda harus memasukkan buah dan sayuran dalam menu diet yang dijalani. Para ahli merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 5-9 takaran per hari. 

Zat-zat penting yang menjadi kunci untuk kesehatan mata adalah vitamin, antioksidan, mineral, protein sehat, omega 3 dan lutein. Semua zat tersebut bisa Anda peroleh dari buah dan sayur dan dapat mencegah penyakit mata yang kerap diderita orang lansia.

  • Antioksidan
    Antioksidan berperan penting untuk melindungi mata dari kerusakan akibat radikal bebas, yang bisa menyebabkan penyakit mata karena faktor usia. Anda bisa mendapatkan banyak antioksidan dari buah dan sayuran berwarna hijau gelap dan cerah.

  • Lutein dan zeaxanthin
    Kedua zat tersebut merupakan pigmen tumbuhan yang merupakan jenis karotenoid. Lutein dan zeaxanthin berperan melindungi retina dari efek oksidatif (paparan radikal bebas) yang disebabkan oleh sinar ultraviolet.

    Sayur bayam, jagung manis, dan brokoli, memiliki kandungan lutein dan zeaxanthin yang tinggi. Zat ini juga terdapat pada sayur kale yang dikenal sebagai superfood. Pilihlah sayur kale, organik untuk mengurangi paparan insektisida berlebihan.

  • Vitamin A dan vitamin C
    Vitamin A sangat penting untuk organ mata yang sehat. Begitu pula dengan vitamin C, yang merupakan jenis antioksidan.

    Konsumsilah buah dan sayuran dengan warna kuning di dalamnya, seperti wortel dan labu untuk mendapatkan vitamin A. Sementara itu, Anda bisa memperoleh vitamin C dari stroberi dan brokoli. Untuk merasakan manfaat vitamin A dan vitamin C sekaligus, buah jeruk bisa menjadi pilihan untuk dikonsumsi. 

  • Protein
    Pilihlah sumber protein berupa daging tanpa lemak, ikan, kacang polong, dan telur. Selain protein, ada zinc yang bisa Anda peroleh dari daging dan makanan laut. Telur juga memiliki kandungan lutein, yang baik untuk mata.

  • Omega 3
    Omega 3 membantu mencegah mata kering dan mengurangi risiko katarak. Anda disarankan mengonsumsi ikan, minyak biji rami (flaxseeds), dan kacang kenari, untuk mendapatkan asupan asam lemak yang sehat ini.

  • Serat
    Asupan serat berperan mengurangi risiko penyakit diabetes. Tahukah Anda, penyakit diabetes dan komplikasinya, dapat memengaruhi kesehatan mata, termasuk meningkatkan potensi retinopati diabetik?

Kenapa sodium dan karbohidrat tingkatkan risiko gangguan mata?

Sodium dan karbohidrat sederhana dalam makanan berpotensi meningkatkan risiko penyakit pada mata. Kedua zat ini boleh jadi sangat dekat dengan makanan yang sering Anda konsumsi.

  • Sodium

    Sodium, yang biasa Anda temukan pada garam, dapat memicu terjadinya katarak, jika dikonsumsi terlalu banyak. Batasi asupan sodium harian Anda kurang dari 2.000 miligram. Selain itu, perhatikan dengan baik informasi nilai gizi sodium atau natrium, yang tertera pada kemasan makanan.

  • Karbohidrat sederhana

    Karbohidrat sederhana dapat menjadi pemicu risiko degenerasi makula. Jenis karbohidrat ini boleh jadi makanan yang Anda suka, seperti roti putih, donat, atau keripik kentang. Sebagai alternatifnya, Anda bisa mengganti menu camilan dengan buah, kacang-kacangan dan sayuran.

Tindakan yang bisa mengurangi risiko gangguan mata

Selain mengonsumsi buah dan sayur yang direkomendasikan, setidaknya ada tiga langkah yang bisa Anda jalankan, untuk mengurangi risiko gangguan mata. Ketiga langkah berikut ini terlihat sederhana, tapi efektif menjauhkan Anda dari penyakit mata.

1. Berhenti merokok

Bagi Anda yang merokok, mungkin ini akan sedikit sulit. Namun Anda harus tahu, bahwa perokok memiliki risiko penyakit degenerasi makula dua hingga tiga kali lebih besar, daripada orang yang tidak merokok.

2. Olahraga sembari mengatur berat badan

Rutin berolahraga dengan porsi yang cukup, dapat mengurangi risiko gangguan mata, termasuk degenerasi makula. Aktivitas yang diterapkan tidak harus berat, cukup dengan jalan santai atau jogging tiga kali dalam seminggu.

3. Rutin menjalani pengecekan mata

Memeriksakan kesehatan mata Anda secara rutin, menjadi cara terbaik untuk mendeteksi gangguan pada mata Anda, termasuk glaukoma.

Bagi Anda yang belum berusia 40 tahun, periksakan mata ke dokter, dua hingga empat tahun sekali. Jika sudah memasuki usia kepala empat, Anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh minimal setahun sekali.

4. Sesekali mengistirahatkan mata saat membaca atau menggunakan komputer

Jika Anda suka membaca, istirahatkan mata beberapa menit. Anda dapat melakukannya dengan menutup mata sebentar, atau berkedip secara berulang. Mengistirahatkan mata juga penting dilakukan, jika Anda menghabiskan banyak waktu di depan layar komputer.

5. Menggunakan kacamata

Pertimbangkan untuk memakai kacamata, untuk melindungi mata dari partikel asing yang bisa masuk ke mata.

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/amd-prevention.htm
Diakses pada 21 Juni 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/en-in/conditions/amd-prevention/
Diakses pada 21 Juni 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/nutrition/vitamin_c.htm
Diakses pada 21 Juni 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/over60/nutrition.htm
Diakses pada 21 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-eyes/symptoms-causes/syc-20371863
Diakses pada 21 Juni 2019

National Eye Institute. https://nei.nih.gov/health/dryeye/dryeye
Diakses pada 21 Juni 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/glaucoma-aging-and-glaucoma-2223623
Diakses pada 21 Juni 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/watery-eyes-and-aging-2223616
Diakses pada 21 Juni 2019

Web MD. https://www.webmd.com/eye-health/glaucoma-how-to-slow-progression#1
Diakses pada 21 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed