Cara Menjaga Kesehatan Vagina Sesuai dengan Usia Anda


Di setiap tiupan lilin saat ulang tahun, fisik manusia juga ikut berubah. Tak terkecuali organ yang paling intim sekalipun. Cara menjaga kesehatan vagina pun perlu menyesuaikan usia, sebab tekniknya bisa berbeda.

0,0
23 Sep 2021|Azelia Trifiana
Seiring beranjaknya usia, vagina juga mengalami perubahanSeiring beranjaknya usia, vagina juga mengalami perubahan
Di setiap tiupan lilin saat ulang tahun, fisik manusia juga ikut berubah. Tak terkecuali organ yang paling intim sekalipun. Cara menjaga kesehatan vagina pun perlu menyesuaikan usia, sebab tekniknya bisa berbeda.Lebih jauh lagi, vagina adalah organ yang terus-menerus berubah seumur hidup. Sejak remaja hingga sudah memasuki masa menopause, kesehatan vagina harus menjadi prioritas.

Menjaga kesehatan vagina sesuai usia

Sekarang, mari kita mulai dengan membahas cara menjaga kesehatan vagina pada setiap dekadenya. Berikut penjelasannya:

1. Usia 20-an

Pada periode ini, ada banyak faktor yang turut berpengaruh pada kondisi vagina. Mulai dari hubungan seksual, penggunaan alat kontrasepsi, hingga persalinan. Sebab, menurut CDC rata-rata perempuan melahirkan anak pertamanya saat berusia 26 tahun.Secara umum, kondisi vagina pada satu dekade usia 20-30 tahunan ini adalah:
  • Warna vagina lebih cerah ketimbang dekade-dekade selanjutnya
  • Kulit terasa lebih tipis ketimbang saat remaja
  • Rambut kemaluan tumbuh sangat lebat
  • Stamina dan libido berada di puncaknya
Penting juga untuk mengingat pada usia awal memasuki periode dewasa ini, keinginan untuk mencoba-coba hal baru tentu ada. Latah melihat tren yang ada? Mungkin saja.Salah satu yang perlu diwaspadai sebagai cara menjaga kesehatan vagina adalah tidak menggunakan sabun pembersih kewanitaan. Bukannya membuat wangi, sabun semacam ini dapat mengganggu keseimbangan bakteri dan organisme di vagina.Jangan lupakan pula pentingnya melakukan hubungan seksual aman dengan menggunakan alat kontrasepsi. Ini penting utamanya dalam mencegah penularan infeksi menular seksual.

2. Usia 30-an

Fase usia 30an bisa berarti banyak hal. Ada yang baru melahirkan anak pertamanya, bahkan ada pula yang sudah memasuki fase pramenopause. Satu hal yang cukup signifikan terasa berbeda dibandingkan dengan periode sebelumnya adalah menurunnya kekuatan otot dasar panggul.Padahal, dasar panggul ini bertugas menopang kandung kemih, rahim, bahkan usus. Ketika tidak berfungsi optimal, bisa muncul banyak masalah mulai dari inkontinensia urine hingga pelvic organ prolapse.Sebagai cara merawat kesehatan vagina, sering-seringlah melakukan latihan senam kegel. Gerakan ini bisa melatih otot dasar panggul memulai dan melepas kontraksi secara efektif. Tentu saja, ini dapat mencegah masalah saat persalinan hingga kemungkinan lain yang terjadi pada dekade ini.Melakukan meditasi, yoga, teknik pernapasan dalam, juga merupakan cara menjaga kesehatan vagina. Kaitannya adalah dengan hubungan seksual dengan pasangan agar terasa semakin menyenangkan. 

3. Usia 40-an

Rata-rata menopause terjadi ketika seorang wanita berusia 51 tahun. Artinya, saat menginjak kepala empat, maka fase pramenopause bisa terjadi. Siklus menstruasi bisa jadi berantakan, vagina terasa kering, hingga berkeringat di malam hari.Beberapa perubahan lain yang dirasakan adalah:
  • Aliran darah ke vagina dan vulva berkurang
  • Perubahan pH vagina
  • Rambut kemaluan menipis
  • Vulva dan vagina menjadi lebih kering
  • Kekencangan labia menurun karena kadar lemak berkurang
Meski demikian, gejala pada setiap individu bisa berbeda. Riwayat persalinan hingga berat badan juga turut berperan.Rekomendasi cara menjaga kesehatan vagina pada fase ini mirip seperti dekade sebelumnya, yaitu melakukan latihan senam kegel. Selain itu, olahraga seperti pilates dan barre juga dapat memperkuat otot core dan dasar panggul.Menariknya lagi, aktif berhubungan seksual juga merupakan cara menjaga vagina dalam kondisi tetap prima. Sebab, ini dapat mencegah perubahan bentuk dan ukuran pada vagina.

4. Usia 50-an

Menyambut menopause, ini adalah fase ketika seorang perempuan sudah punya cukup bekal dan ilmu pengetahuan terkait cara menjaga kesehatan vagina.Memang benar bahwa aktivitas seksual terasa berbeda karena lubrikasi secara alami tidak lagi maksimal. Namun, tentu keintiman dengan pasangan tidak selalu berarti harus ada penetrasi. Banyak alternatif lain yang bisa dilakukan untuk saling terkoneksi satu sama lain.Selalu komunikasikan apa yang dirasakan. Beri tahu pasangan ketika ada perubahan yang dirasakan. Semua adalah bagian dari proses penuaan yang sangat normal terjadi.

Catatan dari SehatQ

Terlepas dari kelompok usia mana Anda berada saat ini, selalu bekali diri dengan cukup ilmu pengetahuan tentang cara menjaga kesehatan vagina. Jangan ragu untuk melakukan riset dan mencari tahu lebih banyak lagi.Berbeda dengan perawatan bagian tubuh lain, terkadang masih ada anggapan tabu untuk membahas seputar organ intim. Jangan sampai, ini justru membuat Anda enggan mencari tahu dan terjebak percaya dalam mitos-mitos tanpa dasar.Untuk berdiskusi lebih lanjut dan menepis mitos seputar vagina dan organ intim perempuan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan organ intimorgan intim wanitakesehatan vagina
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/vagina-changes-20s-30s-40s-50s
Diakses pada 10 September 2021
CDC. https://www.cdc.gov/nchs/fastats/births.htm
Diakses pada 10 September 2021
Menopause. https://www.menopause.org/for-women/expert-answers-to-frequently-asked-questions-about-menopause/menopause-faqs-understanding-the-symptoms
Diakses pada 10 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait